Mengenal Gangguan Bipolar

3 min read

Pernahkah Kamu menemui orang dengan loncatan mood yang tidak wajar? Dari super gembira dan aktif lalu tiba-tiba sedih dan merasa tidak berdaya. Atau Kamu sendiri pernah mengalaminya ? Nampaknya Kamu perlu waspada dengan gangguan Bipolar, karena loncatan mood yang drastis adalah salah satu gejala gangguan Bipolar. Mungkin Kamu juga mengenal beberapa tokoh dunia yang ternyata mengalamai gangguan Bipolar, seperti aktris Sinead O’ Connor, aktor Jim Carrey hingga novelis Sidney Sheldon.

Gangguan Bipolar, bisa juga disebut sebagai gangguan manic-depresif, adalah gangguan otak yang menyebabkan pergantian mood, energi, dan aktivitas secara tidak wajar, hingga memengaruhi kemampuan untuk melakukan tugas atau pekerjaan sehari-hari. Gejala yang ditimbulkan Gangguan Bipolar sangat mengganggu, berbeda dengan naik turunnya mood yang biasa dialami oleh orang pada umumnya. Bahkan gejala gangguan Bipolar bisa menyebabkan rusaknya hubungan sosial, performa sekolah atau pekerjaan yang buruk, dan bunuh diri. Tapi tenang saja, gangguan Bipolar dapat ditangani, orang dengan Gangguan Bipolar tetap bisa menjalani hidup yang produktif.

Mengapa seseorang bisa terkena Gangguan Bipolar ?

Hampir semua ilmuwan yang meneliti tentang penyakit ini menyatakan bahwa tidak ada penyebab tunggal yang bisa memicu Gangguan Bipolar. Jadi, banyak faktor resiko yang bergabung dan menghasilkan Gangguan Bipolar.

Genetik dan Lingkungan

Mengenal Gangguan Bipolar

Gangguan Bipolar cenderung diwariskan di keluarga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan susunan gen tertentu akan lebih rentan untuk terkena Gangguan Bipolar dibandingkan orang kebanyakan. Menurut penelitian Finn dan Smoler tahun 2003, keluarga dekat orang yang terkena gangguan Bipolar memiliki resiko 10 kali lipat terkena gangguan Bipolar. Kemunculan gangguan bipolar yang lebih dini juga terkait dengan resiko genetik. Tapi genetik bukan satu-satunya faktor resiko dari Gangguan Bipolar. Faktor genetik ini dapat terpicu apabila lingkungan juga mendukung munculnya gangguan Bipolar, seperti lingkungan yang stressfull.

Fungsi dan Struktur Otak

Mengenal Gangguan Bipolar

Salah satu penelitian menggunakan MRI menemukan bahwa korteks prefrontal otak pada orang dewasa dengan Gangguan Bipolar cenderung lebih kecil dan kurang berfungsi dibandingkan orang dewasa tanpa Gangguan Bipolar. Prefrontal Korteks adalah bagian otak yang terlibat dalam fungsi eksekutif seperti pemecahan masalah dan pembuatan keputusan.

Baca juga  Pentingnya Pendidikan

Gejala Dan Tanda

Orang dengan Gangguan Bipolar merasakan emosi intens yang tidak biasa, hal ini terjadi di periode tertentu yang disebut Episode Mood. Masing-masing Episode Mood merepresentasikan perubahan drastis dari mood dan perilaku normal seseorang. Ketika seseorang dengan Gangguan Bipolar terlalu gembira atau excited berarti orang ini berada pada Episode Manic. Di episode Manic seseorang akan menampilkan perubahan perilaku seperti berbicara dengan sangat cepat, melompat-lompat dari satu ide ke ide yang lain, sangat mudah terganggu, bertambahnya kuantitas aktifitas secara cepat, tidak mudah merasa lelah dan waktu tidur menjadi jauh lebih sedikit, timbul kepercayaan yang tidak realistis pada kemampuan diri sendiri.

Sebaliknya jika ia merasakan sedih yang sangat mendalam dan tidak berdaya berarti orang ini berada pada Episode Depresi. Ia akan kehilangan minat pada aktifitas yang biasanya disenangi. Selain itu akan muncul masalah pada konsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan. Bahkan memikirkan kematian atau bunuh diri atau sampai melakukan percobaan bunuh diri.

Gangguan Bipolar bisa terjadi meskipun ketika perubahan mood tidak terlalu ekstrim. Bisa saja, beberapa orang dengan Gangguan Bipolar mengalami hypomania, yaitu episode Manic yang tidak terlalu parah. Ketika episode hypomania, seseorang akan merasa sangat baik, produktivitas tinggi, dan berfungsi dengan optimal. Seseorang mungkin tidak merasa ada yang salah dengan dirinya, tapi keluarga dan sahabat terdekat biasanya bisa menyadari adanya perubahan mood yang tidak biasa. Jika gejala seperti ini diteruskan tanpa ada penanganan yang tepat, orang dengan hypomania akan mengalami mania atau depresi yang parah.

Penanganan

Gangguan Bipolar biasanya akan berlangsung seumur hidup. Bipolar memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tapi bisa ditangani secara efektif dengan treatment jangka panjang. Penanganan yang tepat membantu orang dengan gangguan Bipolar mengontrol perubahan mood yang terjadi pada dirinya.

Baca juga  Sekilas Mengenai Bullying dan Contohnya

Penanganan yang efektif biasanya menggabungkan antara farmakologi atau penggunaan obat dan psikoterapi. Untuk penanganan dengan obat-obatan, seseorang harus berkonsultasi dengan psikiater atau berobat ke pusat kesehatan. Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala Bipolar adalah penstabil mood, antipsikotik, dan antidepresan. Masing-masing obat ini memiliki efek samping yang berbeda-beda pada tubuh penggunanya dan seringkali sangat tidak nyaman, seperti diare, penglihatan kabur, dan pusing, namun obat-obatan ini harus tetap dikonsumsi secara rutin.

Untuk psikoterapi, ada beberapa teknik yang bisa dipilih dalam penanganan gangguan Bipolar. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) adalah teknik psikoterapi yang diterapkan pada individu dengan Bipolar Disoreder. Teknik ini membantu mereka untuk belajar mengubah pikiran dan perilaku yang merusak atau negatif . Family-focused therapy adalah teknik yang melibatkan anggota keluarga. Teknik ini membantu keluarga untuk mengenali gejala-gejala yang mungkin timbul dan apa yang bisa dilakukan oleh keluarga. Teknik ini juga berusaha meningkatkan komunikasi dan kemampuan penyelesaian masalah dalam keluarga. Interpersonal and social rhythm therapy adalah teknik yang berusaha meningkatkan kemampuan sosial orang dengan Gangguan Bipolar. Selain itu, mereka diharuskan untuk membuat jadwal rutin dan tidur untuk melindungi dari Episode Manic.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Menemui Orang Dengan Gangguan Bipolar ?

Jika Kamu menemukan seseorang dengan Gangguan Bipolar, hal pertama dan terpenting yang harus dilakukan adalah membantunya untuk memeroleh bantuan berupa diagnosa dan penanganan yang tepat. Kamu bisa mengantarkannya ke psikiater, psikolog, atau pusat kesehatan terdekat. Beri dukungan agar orang tersebut mau memeroleh penanganan. Selain itu, Kamu juga bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk membantu teman atau keluarga yang mengalami Gangguan Bipolar :

  1. Beri dukungan emosional, pengertian, dan kesabaran baginya
  2. Pelajari tentang Gangguan Bipolar, sehingga Kamu dapat memahami apa yang ia rasakan
  3. Ingatkan dan kontrol jalannya penangan, baik obat-obatan maupun psikoterapi.
  4. Jangan pernah mengabaikan keinginannya untuk menyakiti diri sendiri, laporkan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Baca juga  Pentingnya Pendidikan

Jika Kamu Sendiri Merasakan Gejala Bipolar ?

Segera cari bantuan ke tenaga kesehatan, baik psikiater, psikolog, maupun pusat kesehatan lainnya untuk mendapat penanganan. Selain itu, tetap jaga rutinitas sehari-hari, seperti tidur dan makan di waktu yang sama setiap harinya. Jangan pernah meninggalkan obat yang telah diresepkan oleh tenaga kesehatan. Pelajari tanda-tanda munculnya gejala Manic atau Depresi.

Sumber yang dipakai:
http://www.nimh.nih.gov/health/topics/bipolar-disorder/index.shtml

http://health.kompas.com/read/2013/10/08/1322091/Penderita.Bipolar.Biasanya.Pintar.

Smoller, J.W. & Finn, C.T. 2003. Family, Twin, and Adoption Studies of Bipolar Disorder. American Journal of Medical Genetics Part C. 123C, pp : 48-58.

Sumber Foto : shutterstock.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *