Home » Essay, Featured, Headline, Lain-lain, Psikologi Industri & Behavioral Economy, Psikologi Umum & Eksperimen, Psikologi klinis, Psikologi perkembangan, Psikologi sosial, Uncategorized

Yoga: Peregangan Mengatasi Ketegangan Otak dan Jantung

3 March 2010 2,468 views 4 Comments

Oleh: Ramadion dan Nadia Ikayanti S.Psi

Jika sedang tertekan karena memikirkan sesuatu, biasanya saya melakukan salah satu gerakan yoga, yaitu child pose. Pertama, saya akan duduk bersimpuh. Kemudian, tangan diluruskan ke atas, dan tubuh diturunkan sampai menyentuh lantai. Posisinya seperti orang bersujud, tetapi dengan tangan lurus ke arah depan. Kemudian saya melakukan perenggangan pada bagian tulang belakang, ditahan sebentar, kemudian kembali relaksasi. Saat relaksasi inilah saya mencoba menghayati aliran darah yang bergerak karena peregangan dan detak jantung yang meningkat kemudian kembali normal. Saat saya sudah fokus kepada diri saya sendiri, saya pun mulai memikirkan jalan keluar yang harus diambil (masih dalam posisi tadi).

Child Pose

Child Pose

Jika badan saya kaku karena terlalu lama tidak olahraga, saya melakukan gerakan lain, yaitu warrior pose. Gerakan ini cukup dilakukan dengan posisi berdiri. Tangan kemudian bersidekap di depan dada, lalu diangkat ke atas. Setelah tangan di atas, lengkungkan tubuh ke arah belakang (dada dan tulang belakang ditekuk ke arah punggung) sehingga menjadi seperti bulan sabit. Biasanya, otot yang kaku akan berbunyi dan darah pun mengalir kembali. Tentunya, warrior pose ini harus diikuti dengan olahraga, segera setelah saya ada kesempatan.

Warrior Pose

Warrior Pose

Sebagai seorang ilmuan, saya tidak akan mau menjalankan yoga jika saya tak punya data tentang manfaat yang diberikannya. Tiga tahun lalu, saya melakukan penelitian tentang yoga, bahkan sampai mewawancarai seorang instruktur yoga di sebuah pusat kebugaran di daerah Blok M. Hasil dari penelitian saya menunjukkan bahwa yoga baik untuk menurunkan ketegangan pada jantung (manfaat fisiologis) dan otak (manfaat psikologis).

Manfaat Fisiologis

Menurunkan resiko serangan jantung

Fakultas Kedokteran Yale University telah menemukan bahwa yoga terbukti menurunkan resiko serangan jantung. Studi yang dilakukan oleh Satish Sivasankaran, MD, (dalam Peck, 2004) ini menyebutkan bahwa latihan yoga setidaknya tiga kali seminggu akan menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Hal ini karena yoga membuat pembuluh darah menjadi makin lentur, sehingga dapat berkontraksi dengan lebih baik. Pembuluh darah yang dapat berkontraksi dengan baik menyebabkan aliran darah menjadi lancar dan penyumbatan menjadi terkikis.

Mencegah dan membantu mengatasi depresi dan anxiety

Selain itu, peneliti di Boston University School of Medicine menemukan bahwa yoga dapat meningkatkan neurotransmiter inhibitory di otak (GABA / Gamma-Aminobutric) sampai 27 persen. Ini adalah berita baik bagi mereka yang mengalami (atau memiliki kenalan yang mengalami) depresi atau gangguan kecemasan. Kedua gangguan tersebut disebabkan oleh kurangnya GABA, dan latihan yoga satu kali pun akan segera memperlihatkan manfaat bagi penderita.

Manfaat Psikologis

Menurunkan dorongan kompetisi, tanpa kehilangan semangat untuk maju

Kembali ke masalah jantung, stress dan pola-perilaku tipe A (sangat kompetitif, selalu terburu-buru, dan mudah marah) dipercaya memiliki hubungan dengan resiko penyakit jantung. Yoga dapat menjadi solusi bagi kedua faktor penyakit jantung tersebut. Gerakan yoga mengajarkan seseorang untuk fokus pada dirinya sehingga menjadi tenang. Hal ini akan menurunkan stress. Latihan yoga mengajarkan orang bahwa daripada berkompetisi dengan orang lain, lebih baik konsentrasi untuk meningkatkan kemampuan diri. Ajaran ini akan menurunkan rasa kompetitif tanpa menurunkan semangat untuk maju. Kedua faktor penyakit jantung pun teratasi.

Yoga memang melarang adanya kompetisi. Gerakan yoga yang sulit menuntut pelakunya untuk tidak iri pada pelaku lain di sebelahnya (yang mungkin sudah jago). Sebaliknya, pelaku yoga dianjurkan untuk melihat kemampuan yang sudah dimiliki, dan apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkannya setapak demi setapak. Hal ini sejalan dengan temuan psikologi positif bahwa daripada mengejar kemampuan yang tidak kita miliki, lebih baik mengembangkan potensi yang sudah ada di dalam diri.

Pembuka jalan untuk mengenali diri

Terakhir, yoga juga menganjurkan untuk meditasi. Tahap awalnya adalah dengan menghayati aliran darah pada saat melakukan gerakan yoga. Meditasi membuat kita mengenali diri kita sendiri. Jika dengan yoga kita dapat mulai mengenali sistem peredaran darah tubuh kita, yoga dapat mengantarkan kepada pengenalan diri kita yang sifatnya unconscious seperti yang dianjurkan oleh Jung.

Gerakan-gerakan dalam yoga dikenal dengan nama Asana. Tiap asana memiliki manfaatnya masing-masing. Jika memutuskan untuk melakukan yoga, ada baiknya Anda berkonsultasi pada orang yang mengerti mengenai gerakan-gerakan yoga untuk menghindari cidera. Untuk mengetahui asana-asana yoga, dapat dilihat di sini.

Ingat! Jika Anda memutuskan untuk mempraktekkannya sendiri, jangan memilih asana yang susah atau menuntut diri untuk melakukannya persis seperti di dalam gambar. Hal ini akan membuat Anda rentan pada cedera. Lakukanlah secara perlahan-lahan dan tingkatkanlah setapak demi setapak.

4 Comments »

  • ramadion (author) said:

    Sumber:
    Kriyananda, Swarmi (2007). Patanjali’s Ashtanga Yoga: The Eightfold Path. Anandapaloalto.org [On-line]. Available: http://www.anandapaloalto.org/joy/AshtangaYoga.html

    Peck, Peggy (2004, 8 November). Yoga Gets Hearts Healthy: Yoga and Meditation Three Times a Week Improves Heart Disease Risk. WebMD Medical News [On-line]. Available: http://www.webmd.com/heart-disease/news/20041108/yoga-gets-hearts-healthy

    Yoga (2007, Maret 2006). American Cancer Association [On-line]. Available: http://www.cancer.org/docroot/ETO/content/ETO_5_3X_Yoga.asp?sitearea=ETO

    Yoga as Possible Treatment for Deppression (2007, Mei 21). Scientificblogging.com [On-line]. Available: http://www.scientificblogging.com/news/yoga_as_possible_treatment_for_depression.

  • ramadion (author) said:

    Catatan Akhir Tentang Yoga

    Terdapat delapan tingkatan perkembangan spiritual dalam yoga yang disebut juga delapan tangan yoga (Kriyananda, 2007). Tingkatan itu adalah Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Pratyahara, Dharana, Dhyana dan Samadhi. Sebagai bentuk olahraga dan peningkatan mental, cukup dijalankan sampai empat tingkat saja. Jika kita bermaksud menjadi seorang Yogi (orang yang memakai yoga sebagai prinsip hidup atau ”agama”), barulah menjalankan semua tingkatan yang ada.

    Tingkat pertama, Yama, berarti kontrol. Yama berisi lima larangan, yaitu: dilarang melakukan kekerasan, dilarang berbohong, dilarang mencuri, dilarang menunjukkan kesensualan dan dilarang rakus. Tingkat kedua, Niyama, berarti bukan kontrol dan terdiri dari lima aturan, yaitu: kebersihan, rasa syukur, kesederhanaan, introspeksi dan pengabdian pada tuhan.

    Maksud dari Yama dan Niyama adalah mengembalikan manusia pada sifat aslinya yaitu kebaikan. Menurut yoga, manusia menjadi buruk karena menganut ketidakharmonisan diri yang egois.

    Asana berarti bentuk. Bentuk tubuh ini yang paling terlihat pada yoga dan berfungsi sebagai persiapan meditasi. Sebetulnya semua bentuk atau posisi tubuh dapat dipakai asalkan tulang punggung tegang dan badan relaks. Yang penting adalah membuat tubuh diam pada satu posisi.

    Tahap keempat adalah pranayama yang berarti kontrol energi. Pranayama juga berarti pernafasan karena menurut yoga ada hubungan yang kuat antara nafas dan aliran tenaga dalam tubuh. Tujuannya adalah membalik keadaan dimana aliran tenaga tidak dialirkan ke indera, tapi ke jiwa.

    Yoga yang diajarkan di pusat kebugaran adalah asana dan pranayama. Asana dan pranayama tidak mengajarkan mantra-mantra apa pun, sehingga tidak bertentangan dengan ajaran agama seperti yang sempat diperdebatkan di tahun 2009. Jadi, yoga adalah sarana kesehatan fisik dan mental yang telah terbukti secara empiris, dan tidak bertentangan dengan ajaran agama

  • video yoga untuk kecantikan said:

    latihan yoga memang banyak manfaatnya dan menyehatkan.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word