Home » Essay, Featured, Headline, Lain-lain, Psikologi Umum & Eksperimen, Psikologi perkembangan

Tips-tips Berbicara di Depan Umum

29 November 2009 8,001 views 8 Comments

public_speaking_2Berikut adalah hal-hal mudah yang dapat menambah performa Anda saat berbicara di depan umum.

Perhatikan penampilan
Disukai atau tidak, kita sudah dinilai orang lain bahkan sebelum kita mengucapkan satu patah kata pun. Manusia secara otomatis membuat impresi dari penampilan kita. Oleh karena itu, gunakanlah pakaian yang menunjukkan bahwa kita adalah orang yang pintar dan perkataan kita dapat dipercaya. Perhatikan juga komunitas yang akan kita datangi (tentu kita akan terlihat konyol jika menggunakan stelan jas saat menjelaskan mengenai KB kepada ibu-ibu yang tinggal di kolong jembatan).

Jangan memikirkan hal-hal lain sebelum naik panggung
Berbicara di depan umum akan mendatangkan tekanan. Saat kita stress, otak cenderung memikirkan hal-hal yang tidak berhubungan dengan kepentingan saat ini (berbicara di depan umum), seperti, “apa mobil sudah dikunci?”, “apakah kompor sudah dimatikan?”, atau “apakah e-mail dari rekan kerja sudah dibalas?” Jika banyak pikiran yang hadir dalam kepala kita sebelum berbicara di depan umum, kita akan makin nervous dan kehilangan kepercayaan diri. Untuk mengatasinya, ambillah beberapa saat sebelum naik ke podium untuk menenangkan diri. Kembalikan fokus kepada apa yang akan kita bicarakan.

Lakukan persiapan dengan matang
Apa yang kira-kira akan kita rasakan saat sudah di atas podium, dan menemukan kalau komputer tidak bisa dinyalakan, microphone mati, atau kertas catatan tidak terbawa? Tentu kita akan merasakan stress, bahkan setelah masalah itu terselesaikan. Oleh karena itu, pastikan semua alat bantu yang akan digunakan sudah siap, setidaknya setengah jam sebelum presentasi dimulai.

Bayangkan jalannya presentasi
Membayangkan proses dari sesuatu yang akan kita jalankan terbukti dapat membantu kita meningkatkan performa saat melakukannya. Oleh karena itu, ada baiknya kita membayangkan bagaimana jalannya presentasi sebelum naik ke panggung. Ingat-ingat lagi alur yang akan kita bawakan, data-data yang akan kita berikan, dan humor-humor (kalau ada) yang akan kita lemparkan.

Berikan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan pendengar
Hemorrhage adalah saat darah tersumbat di pembuluh, sehingga pembuluh tersebut pecah.” Orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sains pasti akan mengernyitkan dahi mendengar kalimat di atas. Tapi, bahkan orang tak berpendidikan dapat mengerti Hemorrhage jika kita menggambarkannya seperti “Jembatan yang macet total, tapi dari arah belakang mobil terus berdatangan. Sehingga akhirnya jembatan tersebut ambruk.” Sesulit apa pun penjelasan kita akan dengan mudah diterima jika ada ilustrasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jangan malas mencari ilustrasi agar penjelasan kita mudah diterima.

Perhatikan latar pendidikan dan sosial pendengar
Seorang pengajar koperasi untuk pelaku usaha kecil di pelosok Indonesia menyimpulkan bahwa daya tangkap seseorang dipengaruhi oleh jenjang pendidikan dan tingkat kesejahteraan ekonominya. Oleh karena itu, kecepatan perpindahan materi dan tingkat kesulitan penggunaan istilah harus disesuaikan dengan pendengar yang kita hadapi.

Perbanyak “jam terbang”
Practice makes perfect.” Maka, ambillah setiap kesempatan untuk berbicara di muka umum. Selain kita jadi tahu strategi apa yang tepat untuk kita, tingkat stress juga akan menurun saat kita makin terbiasa berbicara di depan umum.

Sumber:

Hammond, Jon. (2006). Pond Life: Creating the ‘Ripple Effect’in Everything You Say and Do. UK: Wiley.

Komunikasi personal dengan seorang pembicara.

Sumber foto: http://clivesimpkins.blogs.com/clive_simpkins/images/2008/02/13/public_speaking_2.jpg



8 Comments »

  • sinta amami said:

    thx bgt,,
    Sy memang brcita2 mjd seorang psikolog yg pandai jug dalm pub speaking misalnya mjd seorg trainer..

  • Nia Janiar said:

    Wah, seorang trainer, keren tuh! :)

  • MIAWW said:

    makasiy yaaa…

  • ramadion (author) said:

    @ Sinta: selain untuk diri sendiri,artikel2 ini juga bisa dipakai untuk memberi treatment pada mereka yg merasakan kecemasan saat melakukan public speaking.

    @ Miaww: sama-sama :D

  • pitier_aNita said:

    thx bgt bwt ruang psikologi, karena bisa membantu semua orang dalam berbicara di depan umum apalagi bagi orang yang pemalu.
    thx bgt :-)

  • ramadion (author) said:

    @ anita: kembaliiii… makin banyak yang jago berbicara, makin hidup diskusi, makin menarik kehidupan kita :D

    *maaf abstrak

  • Nina said:

    bener bgt, tipsnya oke d buat yg pemalu waktu diminta bicara di depan umum… klo aku sih jadi gampang berdebar2 dan takut malah jadi malu2in.. pedenya emang musti dinaikin lagi :p

    ** dapetin konten2 cool buat ponselmu hanya di http://m.rujakasik.com **

  • hosting murah said:

    makasih banget masukannya, bisa menambah wawasan saya pada saat akan melakukan presentasi kepada calon clients.
    Kalo bole, minta dong strategi sukses dalam melakukan presentasi bisnis dengan calon client atau partners.
    sangat bermanfaat buat kami2 yang pelaku bisnis kecil2an tapi memiliki ambisi untk bisa mendapatkan client besar.

    Thanks,
    zall

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word