<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Tentang Masturbasi yang (mungkin) Tidak Anda Ketahui</title>
	<atom:link href="http://ruangpsikologi.com/tentang-masturbasi-yang-mungkin-tidak-anda-ketahui/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangpsikologi.com/tentang-masturbasi-yang-mungkin-tidak-anda-ketahui</link>
	<description>Webzine Psikologi Modern</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 04:49:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Jangan takut berfantasi seksual &#124; RuangPsikologi.Com Webzine Psikologi Modern</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/tentang-masturbasi-yang-mungkin-tidak-anda-ketahui/comment-page-1#comment-1123</link>
		<dc:creator>Jangan takut berfantasi seksual &#124; RuangPsikologi.Com Webzine Psikologi Modern</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2011 13:40:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=668#comment-1123</guid>
		<description>[...] tulisan sebelumnya, ‘Tentang masturbasi yang mungkin (tidak) anda ketahui”, saya telah menjelaskan bahwa masturbasi dilakukan dengan berfantasi tentang perilaku seksual. Pada [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] tulisan sebelumnya, ‘Tentang masturbasi yang mungkin (tidak) anda ketahui”, saya telah menjelaskan bahwa masturbasi dilakukan dengan berfantasi tentang perilaku seksual. Pada [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JoNo</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/tentang-masturbasi-yang-mungkin-tidak-anda-ketahui/comment-page-1#comment-423</link>
		<dc:creator>JoNo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 03:25:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=668#comment-423</guid>
		<description>saya rasa menghakimi jenis kegiatan seksual orang lain, khususnya masturbasi, sudah jarang dilakukan kecuali pada anak-anak

terimakasih ya data-datanya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya rasa menghakimi jenis kegiatan seksual orang lain, khususnya masturbasi, sudah jarang dilakukan kecuali pada anak-anak</p>
<p>terimakasih ya data-datanya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ramadion</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/tentang-masturbasi-yang-mungkin-tidak-anda-ketahui/comment-page-1#comment-422</link>
		<dc:creator>Ramadion</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 22:43:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=668#comment-422</guid>
		<description>setuju 100% dengan rachel :D

selain itu, masturbasi juga menjadi cara untuk mengenali diri, agar kehidupan seksual dengan pasangan dapat menjadi lebih memuaskan :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju 100% dengan rachel <img src='http://ruangpsikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>selain itu, masturbasi juga menjadi cara untuk mengenali diri, agar kehidupan seksual dengan pasangan dapat menjadi lebih memuaskan <img src='http://ruangpsikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tweets that mention Tentang Masturbasi yang (mungkin) Tidak Anda Ketahui &#124; ruangpsikologi.com -- Topsy.com</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/tentang-masturbasi-yang-mungkin-tidak-anda-ketahui/comment-page-1#comment-421</link>
		<dc:creator>Tweets that mention Tentang Masturbasi yang (mungkin) Tidak Anda Ketahui &#124; ruangpsikologi.com -- Topsy.com</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 10:46:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=668#comment-421</guid>
		<description>[...] This post was mentioned on Twitter by P.A.N.E, Adi Respati. Adi Respati said: Demi eluh ne :-) RT @paneno @adihrespati http://bit.ly/1FkEuW nih retweet ini aja [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] This post was mentioned on Twitter by P.A.N.E, Adi Respati. Adi Respati said: Demi eluh ne <img src='http://ruangpsikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> RT @paneno @adihrespati <a href="http://bit.ly/1FkEuW" rel="nofollow">http://bit.ly/1FkEuW</a> nih retweet ini aja [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rachel</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/tentang-masturbasi-yang-mungkin-tidak-anda-ketahui/comment-page-1#comment-419</link>
		<dc:creator>rachel</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 05:09:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=668#comment-419</guid>
		<description>Juicy topics.
Seksualitas adalah konstruk yang amat luas dan sering kali dipersempit (vance,2009; misra,2008). Tujuan umum dari aktifitas seks sering hanya dimanfaatkan untuk memperoleh keturunan. Padahal dengan perkembangan populasi yang ada, perlu ada lebih banyak opsi untuk individu.tetapi sistem pemerintahan yg ada menciptakan 'moral panic' di masyarakat, dengan menjunjung tinggi kesakralan seks hanya untuk upaya mengerem populasi. Akibatnya pleasure merupakan dimensi seksualitas yang selalu dilupakan.

Semestinya, seluruh aktifitas seksual merupakan preferensi pribadi tiap individual yang bebas nilai dan non-judgmental. Tidak adil rasanya untuk mengklasifikasi kegiatan sebagai hal + maupun -. Termasuk juga masturbasi. Sudah saatnya hak seksual mendapat perhatian karena hak tsb merupakan bagian daripada hak asasi manusia. Namun dikenyataannya, masih sulit untuk memberikan sebuah enabling condition untuk semua individu tersebut.
Karena masturbasi (amat terkait dengan preferensi orientasi seksual dalam konsep hierarki penerimaan masyarakat--Gooch,1983) di beberapa peraturan masih dikategorikan sebagai unnatural seks. Karena tak memiliki fungsi reproduktif; padahal kegiatan seksual sekali lagi tak hanya terbatas pada fungsi reproduksi. Dan bahkan masturbasi dikategorikan sebagai pelanggaran hukum seperti dalam penal code jamaica dan india; yang memberikan hukuman penjara utk pelaku masturbasi.

Oleh karena itu, merupakan usaha kita bersama untuk meng-acknowledge perbedaan ekspresi seksualitas. Dan hal tersebut dapat dimulai dengan tidak menghakimi jenis2 kegiatan seksual yang dipraktekan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Juicy topics.<br />
Seksualitas adalah konstruk yang amat luas dan sering kali dipersempit (vance,2009; misra,2008). Tujuan umum dari aktifitas seks sering hanya dimanfaatkan untuk memperoleh keturunan. Padahal dengan perkembangan populasi yang ada, perlu ada lebih banyak opsi untuk individu.tetapi sistem pemerintahan yg ada menciptakan &#8216;moral panic&#8217; di masyarakat, dengan menjunjung tinggi kesakralan seks hanya untuk upaya mengerem populasi. Akibatnya pleasure merupakan dimensi seksualitas yang selalu dilupakan.</p>
<p>Semestinya, seluruh aktifitas seksual merupakan preferensi pribadi tiap individual yang bebas nilai dan non-judgmental. Tidak adil rasanya untuk mengklasifikasi kegiatan sebagai hal + maupun -. Termasuk juga masturbasi. Sudah saatnya hak seksual mendapat perhatian karena hak tsb merupakan bagian daripada hak asasi manusia. Namun dikenyataannya, masih sulit untuk memberikan sebuah enabling condition untuk semua individu tersebut.<br />
Karena masturbasi (amat terkait dengan preferensi orientasi seksual dalam konsep hierarki penerimaan masyarakat&#8211;Gooch,1983) di beberapa peraturan masih dikategorikan sebagai unnatural seks. Karena tak memiliki fungsi reproduktif; padahal kegiatan seksual sekali lagi tak hanya terbatas pada fungsi reproduksi. Dan bahkan masturbasi dikategorikan sebagai pelanggaran hukum seperti dalam penal code jamaica dan india; yang memberikan hukuman penjara utk pelaku masturbasi.</p>
<p>Oleh karena itu, merupakan usaha kita bersama untuk meng-acknowledge perbedaan ekspresi seksualitas. Dan hal tersebut dapat dimulai dengan tidak menghakimi jenis2 kegiatan seksual yang dipraktekan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

