Articles tagged with: sosial
Essay, Featured, Headline, Psikologi Umum & Eksperimen, Psikologi sosial »
Aksi kejahatan mulai dari skala kecil seperti mencuri hingga skala tinggi, yaitu terorisme sudah terjadi lama. Ada orang jahat, ada orang baik, pertanyaannya: mengapa ada orang jahat dan ada orang baik? Aliran Psikologi Humanistik percaya bahwa manusia adalah baik seadanya, tetapi mengapa masih ada orang jahat? Philip Zimbardo, dalam penelitiannya, mengungkap mengapa orang baik dapat berubah menjadi jahat dan orang jahat menjadi baik.
Essay, Featured, Headline, Psikologi sosial »
Bhinneka Tunggal Ika, sering kita sebut bahkan kita ketahui artinya yaitu “walau berbeda-beda namun tetap satu jua”. namun siapa dan apa yang berbeda?? dan siapa yang harus bersatu?? mengapa menjadi semboyan dan kenapa diterapkan didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia? darimana asalnya dan apa tujuannya? artikel ini akan memberikan masukan kepada Anda tentang pertanyaan tersebut.
Essay, Featured, Headline, Psikologi sosial »
Pada intinya mereka membicarakan tentang kehidupan asmara mereka. Berikut adalah cuplikan pembicaraan mereka:
X: Iyaaa, gimana, gw cocok banget sih sama dia, sama-sama suka musik, nonton, yaa akhirnya jadian deh
Y: ooh gitu, waktu itu sih gw sama cowo gw karena cowo gw baik bangeet, caring, perhatian lah
Sambil berlalu, saya tersenyum mengingat sebuah kuliah yang menjelaskan proses psikologis bagaimana seorang bisa tertarik satu dengan lainnya.
Essay, Featured, Psikologi sosial »
Menjelang hajatan demokrasi besar seperti pemilihan presiden saat ini, pertanyaan “Mau milih siapa nih?” semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Masing-masing orang memiliki kriteria sendiri untuk menentukan pilihannya, namun semua tentu membutuhkan informasi mengenai para calon sebelum dapan mengevaluasi berdasarkan kriteria yang dimilikinya dan akhirnya mengambil keputusan untuk memilih salah satu calon.
Essay, Featured, Headline, Psikologi klinis »
Ketika kepemimpinan dipegang oleh mereka yang memiliki gangguan megalomania maka yang terjadi adalah berjalannya roda pemerintahan berdasarkan pada waham irasional yang dihasilkan dari hasrat kebesaran sang pemimpin, jika hal ini terjadi maka yang menjadi hasil akhir adalah hancurnya sang pemimpin sendiri beserta badan, organisasi, perusahaan atau negara yang dipimpinnya.





