Home » Archive

Articles tagged with: Psikologi sosial

Essay, Featured, Headline, Psikologi sosial »

[1 May 2010 | 6 Comments | 2,327 views]
Lebih baik jujur dengan si dia… atau bohong?

Akuilah, pasti anda pernah berbohong paling tidak sekali dalam hidup anda. Baik terhadap orang yang tidak dikenal pada saat anda ditawari kartu kredit di jalan, maupun berbohong pada orang yang paling dekat seperti pacar atau orang tua anda. Ternyata setelah diteliti lebih lanjut, kecenderungan orang berbohong berbeda tergantung dari tingkat kedekatan hubungannya. Tertarik untuk tahu lebih lanjut?

Essay, Featured, Headline, Psikologi sosial »

[21 Mar 2010 | 6 Comments | 2,771 views]
Saat Identitas Diri Tenggelam dalam Kelompok

Hampir setiap minggu kita mendengar ada kerusuhan pada pertandingan sepakbola dalam negeri. Tidak jarang kita mendengar bahwa kerusuhan yang terjadi hanya dipicu oleh provokasi beberapa orang. Pertanyaannya, mengapa masalah segelintir orang dapat berlanjut menjadi kerusuhan dimana sekelompok orang terlibat?

Essay, Featured, Headline, Psikologi Perilaku Seksual, Psikologi klinis, Psikologi sosial »

[24 Feb 2010 | 8 Comments | 4,241 views]
Elegi Cinta: Makna dan Perjalanannya

Keinginan untuk memiliki pasangan untuk pendamping hidup seperti sudah menjadi insting kita sebagai makhluk hidup. Perjalanan mencari pasangan pun berliku-liku. Ada cerita cinta monyet yang kita alami sewaktu remaja, lika liku putus-nyambung, sampai akhirnya ke pelaminan. Namun seiring berjalannya waktu dengan pasangan,dengan naik-turunnya perasaan kita dengan pasangan, kadang terbersit pertanyaan, “Apa aku benar-benar cinta pasanganku?”. Untuk itu, kenalilah “cinta” itu sendiri terlebih dahulu.

Essay, Featured, Headline, Psikologi sosial »

[17 Jan 2010 | 5 Comments | 3,842 views]
Ketika Kisah Romeo-Juliet Menjadi Nyata

Kadang, penolakan orang tua terhadap pasangan yang dipilih sang anak justru memperkuat hubungan anak tersebut dengan kekasih (gelapnya). Bagaikan kisah Romeo-Juliet. Bagi para orang tua, hindari kesalahan tersebut dengan tips-tips yang ada di akhir artikel.

Essay, Featured, Headline, Psikologi Industri & Behavioral Economy, Psikologi sosial »

[3 Dec 2009 | 5 Comments | 2,512 views]
Pembicara bijaksana: Hilangkan Meaningless Words

“Perbedaan antara orang pintar dan orang bijaksana adalah orang pintar tahu apa yang harus dikatakan, sementara orang bijaksana tahu perlu tidaknya kalimat tersebut dikatakan” (Frank M. Garafola). Maka, jadilah seseorang yang tahu betul apa yang ingin diucapkan sebelum berbicara.