Home » Archive

Articles tagged with: psikologi

Featured, Headline, Psikologi Industri & Behavioral Economy, Psikologi Umum & Eksperimen, Psikologi klinis, Psikologi pendidikan, Psikologi perkembangan, Psikologi sosial »

[4 May 2012 | No Comment | 477 views]
Hati-hati Dengan Ahli Psikologi. Apakah Dia yang Kamu Butuhkan?

Yuk, kenali cabang-cabang dari Psikologi serta kemampuan para ahli dari cabang tersebut. Gunanya, agar kamu bisa pergi ke ahli yang sesuai dengan masalah yang kamu hadapi.

Headline, News »

[15 Oct 2011 | No Comment | 908 views]
Piastro 2011

Reportase kompetisi olahraga dan ajang musik seru Psikologi UI, Piastro 2011!

Blog, Featured, Headline, Psikologi perkembangan »

[9 Mar 2011 | 58 Comments | 10,227 views]
Membimbing anak agar menjadi individu yang percaya diri

Rumah adalah tempat anak belajar untuk pertama kali tentang seperti apakah dunia, apakah indah atau menyeramkan. Orang tua adalah guru pertama yang akan membentuk anak, apakah akan menjadi manusia yang percaya diri atau rendah diri. Menjaga perkembangan anak adalah tugas utama orang tua. Lalu, apa yang harus orang tua lakukan saat konflik pribadi (yang pasti akan muncul) berpotensi merusak perkembangan anak?

Essay, Featured, Headline, Psikologi Umum & Eksperimen »

[1 Feb 2011 | 2 Comments | 2,155 views]
Meditasi (Part 1) – Kesadaran dalam Pencapaian Kebahagiaan

Meditasi merupakan salah satu cara untuk menggali faktor positif dalam diri seseorang. Dalam pencapaian kebahagiaan, meditasi bisa digunakan sebagai alat untuk menyadari dinamika emosi dan pikiran yang dialami manusia.

Essay, Featured, Headline, Psikologi Perilaku Seksual »

[13 Sep 2010 | One Comment | 2,195 views]
Unsur Seks dalam Iklan: Masihkah menjual?

Jargon “sex sells” pasti cukup akrab untuk mereka yang berkecimpung di dunia periklanan. Penempatan unsur-unsur seksualitas di dalam mempromosikan suatu produk merupakan salah satu strategy marketing yang dipercaya cukup jitu untuk meningkatan penjualan. Strategi ini sudah dilakukan sejak hampir 1 abad lalu, sekarang pertanyaannya: apakah “seks betul-betul masih menjual?”