Mengurangi Rasa Sakit di Malam Pertama

malam pertama

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, malam pertama sepasang pengantin masih menjadi suatu ritual yang sakral. Pada malam itu, pengantin wanita melepas keperawanannya dengan berhubungan seks untuk pertama kalinya. Hymen yang selama hidupnya “menyegel” vagina pun robek.

Robeknya Hymen yang merupakan jaringan kulit ini tentu memberikan rasa sakit. Tetapi, ketidaknyamanan ini sudah diterima sebagai sebuah fase yang harus dijalani oleh setiap wanita. Semua wanita yang pernah penulis ajak diskusi mengenai ini sudah menyiapkan dirinya untuk “malam sakral” itu. Tetapi, bagaimana jika rasa sakit itu bisa dikurangi? Penulis mengetahui sebuah cara yang telah teruji secara klinis.

Pertama, tenangkan diri sang wanita. Pastikan sang wanita bernafas secara normal (tidak tertahan atau susah untuk bernafas karena tegang). Sang pria dapat membantu dengan memperlakukan wanita dengan lembut, dan tidak terburu-buru untuk melakukan penetrasi.

Kedua, pastikan pasangan melakukan pemanasan (foreplay) yang cukup. Seks tidak hanya terbatas pada masuknya penis ke dalam vagina. Pasangan dapat melakukan rangsangan awal dengan ciuman, pelukan, pijatan, dan rabaan. Pemanasan ini akan membuat vagina wanita terlubrikasi dengan baik, dan membuat sang wanita makin tenang (yang akhirnya akan menurunkan ketegangan pada hymen).

Ketiga, lakukan peregangan pada hymen. Masukkan ujung jari yang sudah dibasahi (dengan ludah atau lubrikan yang steril) ke vagina. Kemudian, dorong ke arah bawah (ke arah anus) sampai sang wanita merasakan hymennya sedikit meregang, lalu tahan beberapa detik. Ulangi cara ini beberapa kali.

Lalu, masukkan dua buah jari ke vagina dengan posisi vertikal. Kemudian, tekan kedua sisi vagina (ke arah pinggul/kiri dan kanan). Jari telunjuk ke kanan, jari tengah ke kiri. Tahan beberapa detik. Lalu, dorong kembali hymen ke arah anus.

Dengan tenangnya sang wanita, vagina yang terlubrikasi, dan peregangan di atas, rasa sakit saat penetrasi pertama kali akan berkurang.

Sumber yang dipakai:
– our sexuality (Crooks & Baur, 2005)
– kuliah perilaku seksual

Ramadion Syam

Terpukau dengan semangat sharing di dunia digital, Dion pun ingin membagikan sesuatu ke penghuni dunia maya. Tidak berbakat menyanyi, menari, dan memang secara general tidak sedap dipandang, Dion pun memilih dunia menulis. RuangPsikologi.com adalah proyek serius satu-satunya yang dia punya. Email Dion di: dion@ruangpsikologi.com

10 Comments
  • Reply October 20, 2009

    deathtopancasilaist

    yon, gw tambahin.

    kasih tau si cw betapa lo cinta ato betapa dia cantik ato
    betapa dia menarik gitu2…

    kemudian, tatap matanya…

    cium si cw
    dan tatap matanya lekat2
    ketika gerakan melesakkan mulai dilakukan…

    hmm, hymen gak selalu berdarah dan belum tentu sakit,
    yang pasti sih kaget aja karena belum terbiasa…

    setelah penis masuk sepenuhnya
    diemin dulu…
    biarin cwnya terbiasa… ngobrol lah dikit yang intim
    lalu mulai digerakin…

    pelan-pelan aja sampe sekitar 15menit…

    don’t end it too fast, bikin sekitar dua jam juga oke…
    itu klo pria2nya gak egois dan rela nahan…

  • Reply October 20, 2009

    ramadion

    sebuah masukan dari yang sudah berpengalaman :D

  • Reply October 21, 2009

    ganis

    wah, menarik bangeeet. Makasih ya yon atas informasi berharga ini..wehehehehehe

  • Reply October 30, 2009

    Ayu R. Yolandasari

    berbagi pengetahuan juga nih (bukan pengalaman lho).hehehe…

    foreplay untuk wanita itu penting banget, coz foreplay yang oke akan menentukan seberapa banyak cairan lubrikasi keluar..dan cairan itu penting untuk melancarkan/melicinkan penetrasi n tentunya memngurangi rasa sakit…

    oya, buat pembahasan juga dunk tentang hymen…ga semua perempuan punya hymen lho…ada juga yang memang terlahir tanpa hymen…dan hymen ntu bentuk n ketebalannya macam-macam… klo ga salah ini juga menentukan seberapa sakitnya wanita saat melakukan penetrasi…

    ada lho wanita yang sudah beberapa kali penetrasi, namun tetap merasakan sakit, ntu karena hymennya terlalu tebal dan tidak robek pada malam pertama.

  • ramadion
    Reply October 30, 2009

    ramadion

    @ ayu: great infos :D

    gimana kalau Ayu bikin artikel tentang hymen? nanti kami publish :D

    kirim ke ramaximus_dionius@yahoo.com aja :D

  • Reply November 13, 2009

    Ayu R. Yolandasari

    he…aku???
    aku bingung hubunginnya dengan psikologi…
    jangan deh…aku ga jago nulis…
    malu malu…

  • Reply March 14, 2010

    Hendro

    halah-halah kuwi do ngomongke opo to yo?…. saru ah, mending gawe bahasan tentang masalah negara wae to. nek mbahas seks ngono kuwi rasane ngilu je.

  • Reply March 15, 2010

    Ramadion

    @ Hendro: kalau calon istri kamu yang baca, justru beliau yang ngilunya berkurang di malam pertama :D

  • Reply March 15, 2010

    Hendro

    ha..ha..ha.. ngilu-ngilu pegel dikit kang! tapi mbok wis ah kuwi sesok mesti nek wis kulino yo bakal penak kok rasane. sakit pas MP kuwi lumrah, kabeh cewek yo mesti bakal ngrasakke kok. walaupun loro tapi ora bakal sampek semaput kok bro.. he..he..

  • Reply June 9, 2012

    petty

    apaan sich…???
    pada ngomongin apa???
    ada tisp yang lain………..

Leave a Reply