Home » Essay, Featured, Headline, Psikologi klinis

Sekilas Tentang Psikopat

7 July 2009 7,327 views 38 Comments

psikopatJika ketika Anda mendengar kata Psikopat, maka apakah yang terlintas di dalam benak Anda? Jika yang terlintas dalam benak Anda adalah sosok pembunuh berdarah dingin maka cepat-cepatlah buang pemikiran itu jauh-jauh sekarang, mungkin ada benarnya, namun ternyata belum tentu psikopat adalah seorang pembunuh.

Psikopat dalam ilmu psikologi merupakan bentuk gangguan kepribadian, dimana penderita bertendensi narsistis dan juga antisosial. Seorang psikopat tidak pernah mengakui atau merasakan bahwa dirinya sakit atau memiliki gangguan, mereka memiliki kepercayaan diri berlebih (narsistis) sehingga mampu mempengaruhi orang lain, tidak merasa bersalah atau menyesal atas setiap tindakannya karena memiliki rasionalisasi pembenaran terhadap perilakunya.

Korban-korban mereka juga bukanlah orang yang cenderung bodoh, dalam buku without conscience, Robert Hare, seorang yang mengabdikan sebagian hidupnya untuk studi tentang psikopat, menyebutkan bahwa dirinya yang merupakan seorang psikolog pernah menjadi korban dari teror seorang psikopat saat dirinya sedang bertugas sebagai psikolog di penjara. Hal tersebut dilakukan oleh seorang napi yang menjadi pasiennya.

Kemampuan psikopat dalam memanipulasi korban cenderung sangat lihai dan sulit untuk terdeteksi. Memang ada banyak psikopat yang sudah ditangkap dengan berbagai macam kasus mulai dari pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, penganiayaan, pencurian, kekerasan, dan berbagai bentuk tindak antisosial lainnya, namun diluar sana ternyata  80% psikopat masih beredar bebas dan hidup disekitar kita (sumber: without conscience- Robert Hare).

Para psikopat memang sulit untuk diperkirakan dan juga tidak mudah untuk ditebak tindak-tanduknya, berbeda dengan jenis penyakit kejiwaan lain seperti skizofrenia yang cenderung terlihat dengan jelas ciri-cirinya pada seorang penderita seperti menarik diri dari lingkungan sosial, mengalami waham, halusinasi. Sedangkan para psikopat, mereka terlihat baik dan normal sehingga mereka dapat diterima oleh masyarakat bahkan hingga dilapisan tingkat sosial yang paling tinggi sekalipun seperti menduduki suatu jabatan penting dalam pemerintahan.

Dalam sebuah Surat kabar online (Tempo Interactive : Psikopat disebabkan Masalah Psikososial dan Biologis) menyebutkan bahwa psikopat disebabkan oleh masalah psikososial dan biologis. Dalam artikel tersebut seorang psikiater, Dr. Limas Sutanto, mengatakan bahwa psikopat merupakan gejala seseorang yang mengalami gangguan kepribadian antisosial. Hal ini ditandai dengan adanya keengganan untuk mentaati norma-norma sosial umum yang biasanya ditaati orang dewasa ditengah kehidupan sehari-hari. Penyebab gangguan ada dua yaitu psikososial dan biologis.

Faktor psikososial diantaranya berbentuk rasa takut seseorang untuk menjalin hubungan yang dekat dengan sesama manusia yang berakibat munculnya perasaan cemas, takut dan khawatir secara berlebihan. Sedangkan dari faktor biologis terjadi karena adanya perubahan pada psikis kimiawi tubuh yang disebabkan oleh ketakutan, rasa cemas, frustasi, pada seseorang. Rasa cemas itu muncul karenanya ada kegagalan dalam struktur kepibadian yang bernama super-ego, katanya.

Namun pendapat bahwa psikopat ditentukan oleh dua faktor yang saling menunjang   kurang disetujui oleh Robert Hare, dimana didalam buku without conscience beliau mengatakan bahwa penyebab dari kemunculan psikopat masih belum bisa diprediksi secara pasti, apakah hal tersebut merupakan pengaruh dari faktor eksternal (kehidupan sosial, lingkungan) ataukah faktor internal (genetik, kerusakan fungsi otak), mungkin juga campuran dari keduanya. Walau kini sudah banyak ahli yang menyetujui (dengan pengamatan yang mendalam tentunya) bahwa faktor eksternal dan internal saling mempengaruhi dalam menjadi penyebab munculnya pribadi psikopat.

Wajar jika seseorang khilaf, melakukan kesalahan dan pelanggaran, lalu setelah itu insyaf, menyadari kesalahannya dan menyesal. Tetapi didalam diri seorang psikopat selalu ditemui khilaf saja tanpa pernah insyaf. Mereka selalu kambuh untuk melakukan kesalahan yang sama dan diulang-ulang tanpa pernah belajar dari apa yang pernah mereka alami. Sebagai contoh kebanyakan dari para residivis kambuhan merupakan individu dengan kepribadian psikopat karena mereka tidak pernah kapok ditangkap serta keluar-masuk penjara.

Psikopat bersikap manipulatif serta penuh dengan daya pikat. Hal ini ditunjang oleh kemampuan mereka dalam menemukan titik lemah dalam kepribadian korbannya, yang dengannya mereka dapat memanipulasi korbannya agar dapat diperlakukan sesuai dengan kehendak mereka. Mereka tidak memiliki empati, buta secara emosi dan hanya mengandalkan pikiran murni. Mereka cacat secara moral, cacat karena tidak memiliki mata hati dan kepekaan dalam emosi.

Dalam hal emosi seorang psikopat diibaratkan seperti manusia yang buta warna sedang mengendarai mobil dijalan dan kemudian bertemu dengan lampu merah, mungkin ia mampu mengetahui dimana letak lampu hijau, kuning atau merah walaupun ia tidak mengetahui apa warnanya. Letak lampu untuk mewakili pikiran dan warna lampu mewakili emosi, dengan kata lain mereka adalah pribadi yang tidak mampu merasakan penderitaan orang lain yang menjadi korbannya. Mereka tidak bisa mencerna nada emosi dalam suatu pembicaraan, sehingga setiap kata apa yang mereka dengar selalu serupa dengan artian kamus yang dangkal.

Seseorang psikopat cenderung sangat sulit untuk bisa disembuhkan bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa hal itu adalah mustahil untuk bisa dilakukan. Walaupun ada yang pernah memberikan terapi kelompok dalam menyelesaikan masalah ini, ternyata hal tersebut dapat dikatakan sia-sia, bahkan membuat mereka menjadi semakin berbahaya dikarenakan mereka mempelajari trik-trik baru dalam bersosial melalui terapi kelompok yang diberikan.

Yang menjadi kekuatan psikopat terhadap korbannya adalah dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahan, entah itu rasa percaya diri, harga diri, dan juga kelemahan-kelemahan lain yang terdapat dalam diri korban, mereka memanfaatkannya untuk dapat mengendalikan korban secara fisik dan mental, sehingga korban merasa hancur dan putus asa dalam menjalani kehidupannya tanpa disadari.

Cara yang terbaik untuk mensikapi hal ini adalah dengan pengenalan diri yang baik pada diri calon korban, ketika seseorang mengetahui apa saja titik lemah yang ada dalam kepribadiannya maka ia dapat mewaspadai setiap usaha psikopat untuk mengambil keuntungan darinya. Mungkin mereka datang dengan berbagai macam cara yang telah mereka manipulasi dan palsukan, namun jika seseorang lebih mengenal siapa dirinya dan ditunjang dengan kekuatan mental yang baik  maka para psikopat tidak memiliki kesempatan untuk melakukan kejahatan terhadap sang calon korban. Tetaplah waspada. (Amarilldo)

Sumber:

Robert Hare, Tanpa Nurani

Tempo Interactive

Gambar:

http://www.flickr.com/photos/30976822@N02/3030311135/

38 Comments »

  • ramadion said:

    psikopat menurut gue, emang penyakit yang paling bahaya. abis, orangnya ga ngerasa bersalah atas apa yg dia lakukan. gue sedih menemui fakta bahwa di dunia ada manusia yang dilahirkan utk menyakiti orang lain.

  • Khrisnaresa adytia said:

    kalo ngebaca tulisannya, psikopat emang bahaya banget. tapi gimana carannya kita tau ini orang psikopat apa engga kalo ketemu di jalan gitu?

  • vendy said:

    imho, psikopat itu evolusi tertinggi dari orang2 yang minus empati. kadang gw kagum juga sama mereka. apa ada ya Hannibal Lecter versi beneran?

  • amarilldo (author) said:

    kalau kita bertemu dengan seorang psikopat dijalan, mungkin kita tidak akan mengetahui kalau dia adalah seseorang psikopat yang punya niat buruk sama kita. bahkan terkadang sampai jadi korban pun kita tidak merasakan bahwa dia adalah seorang psikopat, bisa saja kita malah menyalahkan diri kita sendiri. mereka normal dari luar namun rusak didalam.

    Hannibal Lecter mungkin sekarang malahan memberikan ide kepada orang-orang untuk mengetahui tentang bagaimana untuk menjadi psikopat. Hanibal dalam film Red Dragon merupakan contoh terbaik untuk psikopat selama ini walau ia hanyalah tokoh fiksi.

  • Anindya Laksmi said:

    kalo jack the ripper berarti termasuk psikopat juga ya? dan ya bener bgt, saya kalo ngeliat psikopat yang di film2, malah kasian sama mereka. itu bukan salah dia, salah lingkungannya yang membentuk karakter dia seperti itu, akhirnya jadi psikopat deh (ini menurut saya sih)

  • ramadion said:

    @ anindya: Jack the Ripper? wah, mungkin juga. tapi, sampe sekarang kan dia belum ketangkep. lagipula, yang jadi korbannya dia tuh WTS-WTS jalanan, yang ga perlu interaksi lama dengan dia. para korban ga punya pilihan waktu diajak ke gang yang gelap karena diiming-imingi duit.

    gimana menurut bung Amarilldo?

  • amarilldo (author) said:

    Yup Anindya, kalo Jack the ripper memang sudah terkenal banget yah kalau dia itu salah satu sosok psikopat yang nyata…

    bener Dion, dia emang makan korban WTS, dan hal itu bukan tentang si Jack The Ripper menghasut korbannya, masalahnya khan “kok tega?” ngebunuh orang abis itu santai-santai aja kaya abis bunuh lalat atau nyamuk. itulah cacatnya seorang psikopat, mereka tidak memiliki empati sama sekali.

    terkadang seseorang menjadi psikopat itu karena 2 faktor yang saling mendukung, yaitu biologis dan psikososial…

    banyak dari film2 tentang psikopat menceritakan bahwa pada masa kecil si psikopat, mereka mengalami suatu pengalaman yang pahit seperti hidup dalam pola asuh yang salah, atau mungkin memiliki kebiasaan yang buruk seperti menyiksa binatang dll. Hal ini jelas menjadi suatu pemicu untuk menumbuh kembangkan sosok psikopat. namun selain itu ada juga faktor bawaan (genetik) yang walaupun mereka hidup dalam lingkungan harmonis namun kedepan tetap perilaku mereka menunjukkan ciri psikopat.

  • ramadion said:

    iya, bisa aja, sehari2 jadi penulis di situs psikologi, tau2 suatu hari ditemukan tulang belulang manusia di bawah lantai kamarnya, hahahhaa…

    btw, di aksara ada buku ensiklopedi kejahatan. 500 rebuan, ada yang mau patungan? di sana juga ada Jack The Ripper dan kebiasaannya mengeluarkan isi perut korbannya dengan sekali “scoop”.

  • amarilldo (author) said:

    hahaha…
    ngga menutup kemungkinan….
    jangan-jangan mengulas tentang psikopat juga cuma sebagai topeng aja…
    hehehehehe…siapa yang tau???

    uhui, kayanya bagus tuh Yon bukunya, judulnya apaan?? biar dicari dulu pdf-nya….hihihihihi…

  • Jilly said:

    wah forum diskusi yang sangat menarik.

    saya ingin bertanya ttg maksud tulisan ini:

    “Faktor psikososial diantaranya berbentuk rasa takut seseorang untuk menjalin hubungan yang dekat dengan sesama manusia yang berakibat munculnya perasaan cemas, takut dan khawatir secara berlebihan. Sedangkan dari faktor biologis terjadi karena adanya perubahan pada psikis kimiawi tubuh yang disebabkan oleh ketakutan, rasa cemas, frustasi, pada seseorang. Rasa cemas itu muncul karenanya ada kegagalan dalam struktur kepibadian yang bernama super-ego, katanya.”

    1. dua faktor tsb sm2 menyebutkan takut dan…apa perbedaan kedua kata takut dlm dua faktor tsb. apakah itu berarti bahwa faktor psikososial muncul terlebih dahulu sehingga menimbulkan reaksi kimiawi?

    2. tertarik dng kata2 Anin “psikopat terbentuk oleh lingkungan” seberapa jauh lingkungan mempengaruhi pembentukan sesorang mjd psikopat? apakah lingkungan menguatkan pribadi sesorang yang sejak awal telah berpotensi utk menjadi psikopat?(ini ga mesti anin yg jwb krn qta diskusi, justru kt anin bikin gw kepikiran nanya gni)

    3. Jika no.2 td dijawab dng “ya” siapa sajakah yang berpotensi menjadi psikopat?

    4. Lingkungan spt apa yg memicu atau menguatkan pembentukan sesorang mjd psikopat?

    terima kasih sblmnya utk tanggapan tmn2 yg mau menanggapi….
    sangat suka diskusi ini…

  • Nindya said:

    eh iya. judulnya apa sih? kayaknya bagus deh (harganya enggak tapi)

  • amarilldo (author) said:

    aku mengucapkan banyak terimakasih atas pertanyaannya Jilly. :)

    sekarang akan coba aku jawab:

    1. rasa takut merupakan suatu mekanisme dalam diri manusia dan beberapa makhluk hidup yang lain, fungsi utamanya adalah agar dengan rasa takut tersebut maka manusia dapat mengetahui apa yang berbahaya bagi dirinya dan hal ini cenderung terjadi sebagai suatu mekanisme perlindungan diri guna mempertahankan keberlangsungan hidup.

    untuk bentuk ketakutan yang bersifat patologis dapat muncul dari dua sumber namun berasal dari satu kejadian yaitu perubahan kimiawi dalam diri, sedangkan dalam hal ini psikososial dikatakan sebagai salah satu pemicu terjadinya perubahan kimiawi di dalam diri yang mendorong perasaan takut.

    berarti untuk pertanyaan “apakah itu berarti bahwa faktor psikososial muncul terlebih dahulu sehingga menimbulkan reaksi kimiawi?” akan aku jawab, ya. namun adakalanya fungsi biologis rusak tanpa sebab yang jelas, seperti faktor bawaan (genetik) yang mendorong keadaan mental seseorang menjadi patologis tanpa sebab-sebab psikososial sebelumnya.

    2. psikopat terbentuk oleh lingkungan, dalam konteks tidak menyalahkan kalau memiliki unsur penyebab berupa bawaan. kecenderungannya, seseorang yang hidup dalam lingkungan yang sakit maka akan menjadi manusia yang sakit, dan manusia yang hidup dalam lingkungan yang sehat maka akan menjadi manusia yang sehat.

    tapi ternyata tidak selamanya juga demikian, terkadang banyak orang-orang yang sekarang “hebat” namun ternyata datang dari lingkungan yang sakit. dan ada juga manusia yang sakit walau berasal dari lingkungan yang cenderung sehat.

    tentang bawaan, dimana dikatakan bahwa setiap orang memiliki bakat tertentu maka tergantung pada kodrat dimana ia akan hidup, apakah genetik bakat baik atau burukkah yang akan terbentuk ketika diri berinteraksi dengan lingkungan. terkadang tidak bisa ditebak dan tidak bisa diprediksi, tetapi untuk gejala dapat diperhatikan dari masa kanak-kanak, dan jika memang menunjukkan tanda-tanda kelainan maka ada baiknya segera dirujuk untuk terapi atau hanya sekedar mencari tahu.

    Didalam buku Without Conscience dikatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata seorang psikopat yang berasal dari lingkungan tidak sehat akan mulai berurusan dengan pihak berwajib pada usia sekitar 21 tahun, sedangkan seorang psikopat yang berasal dari lingkungan sehat akan mulai berurusan dengan pihak berwajib pada usia sekitar 24 tahun. yang mana keduanya terlibat dalam kasus-kasus yang beraneka ragam.

    intinya apakah lingkungan berpengaruh maka dapat dikatakan ya.

    3. masalah siapa yang berpotensi menjadi psikopat, dengan kisah 2 orang anak perempuan yang kembar identik dimana keduanya hidup dalam asuhan orang tua yang sama juga, dalam buku Without Conscience karya Robert Hare, salah satu dari anak kembar tersebut menunjukan ciri psikopat dan yang satu hidup dalam kebahagiaan yang normal (dalam artian tidak menunjukkan ciri psikopat).

    dari kisah tersebut ternyata gejala psikopat dapat siapa saja, walau ditemukan kebanyakan adalah pria, namun tidak menutup kemungkinan untuk wanita, dengan kata lain maka siapa saja memiliki kesempatan untuk menunjukkan ciri psikopat.

    4. untuk lingkungan, jelas lingkungan yang tidak memberikan dampak positif terhadap anggota lingkungannya adalah lingkungan yang berpotensi untuk menumbuh-kembangkan seorang anak untuk menjadi psikopat dikemudian hari.

    psikopat walau tidak bisa disembuhkan pada masa sekarang namun ternyata dapat didetesksi semenjak dini, jika seseorang anak telah menunjukkan bakat-bakat psikopat maka dapat diberikan suatu terapi tertentu terhadap mereka. namun apa yang akan disembuhkan jika mereka lebih terlihat sebagai seorang sakit yang tidak menunjukkan tanda-tanda mengidap penyakit.

    menyenangkan memang membahas tentang perilaku manusia yang satu ini :))

    mungkin sekian tanggapan dari aku, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

  • Lois said:

    Wettss.. Ngomongin psikopat jangan Hannibal doank dunk.. :D Ada juga Michael Myers dari film ‘Halloween’ yang ga kalah kejam..! Dari kecil udah ada bakat menjadi antisosial, ga seperti Hannibal yang terbentuk karena masa lalu yang kelam.. :D Hahahaha.. Apalagi Catherin Tramell yang seksi ntuh jadi pembunuh dengan drama tangisannya yang meyakinkan. :D ga kalah kok sama si Lecter.

    Tapi menurut aku sih, some people are born evil, but environment make them even worse!

    Buat nemenin malem mingguan:
    Top 6 psychopath movie (menurut Lois):

    6. Joshua
    Memang paling tidak habis pikir ketika menemukan seorang anak kecil yang ‘jahat’. Karena anak yang seharusnya polos ternyata memiliki kemampuan manipulatif sangat hebat, bahkan membehayakan orang tuanya sendiri. Walaupun pada film ini, Joshua berasal dari keluarga baik-baik.

    5. Halloween
    Michael Myers senang menyiksa binatang sejak kecil, sampai akhirnya ia membunuh seluruh keluarganya dan menyisakan ibu dan adik kecilnya saja. Sadis!

    4. Gothika
    Halle barry, seorang psikiater secara tidak sadar terasuk membunuh dan memutilasi suaminya. Ia kemudian menjadi pasien di rumah sakit jiwa dimana ia biasa berpraktek. Ketika ia mencoba meyakinkan semua orang tentang kebenaran yang ia katakan, semua orang hanya menganggapnya gila. ‘the harder you try to convince them, the crazier you look’. ;)Ternyata sang pembunuh dan pemerkosa adalah suaminya sendiri.

    3. The Cell
    Catherine (J-Lo) memasuki pikiran seorang psikopat schizophrenia yang sedang koma untuk mengetahui dimana ia menyekap gadis yang akan ia bunuh. Imajinasinya itu lhoo Cool!

    2. Basic Instinct
    Catherine Tramell (Sharon Stone) menggunakan kepintarannya dalam novel yang ia tulis sebagai alibi pembunuhan yang ia lakukan terhadap kekasihnya sendiri.

    1. Silence of The Lamb
    Dr. Hannibal Lecter (Anthony Hopkins) membantu Clarice Starling (Jodie Foster) melakukan ‘profiling’ terhadap pembunuh berantai yang menguliti korbannya untuk dijadikan pakaian. Keren banget cara Dr. Lecter melakukan profiling. FILM PINTAR!!

  • Nia Janiar said:

    Seru nih bahasannya.

  • ramadion said:

    film psikopat paling keren:

    blackout

    yang diputer di screamfest taun ini (dah lewat)

  • Dana said:

    berbicara mengenai psikopat,tahukah anda?amarilldo adalah seorang PSIKOPAT?dia menggunakan PSIKOtropika yang dicampur ketuPAT hehehe,berat bet bray bahasannya,bahasan kaum intelektual semua

  • amarilldo (author) said:

    @Dana: sapa suruh masuk hukum bray! uhui*

  • ling said:

    thanks untuk bahasannya…saat ini rasanya gw br aja berurusan dengan seorang psikopat (mungkin) yang ternyata sebenernya mantan pacar sendiri :( Saat ini di lagi gencar2 nya menteror aku via sms, secara psikologis gw kelelahan coz dia seringkali menyelang emosiku dan seringkali semua kata2 dia yang membuat gw down

    pertanyaan ku apakah psikopat dan kepribadian ganda apakah sama ?

    apakah seorang psikopat juga senang menteror korbanya secara psikologis?

    yang terakhir, ada saran bagaimana menghadapi orang ini tanpa harus melarikan diri jauh2?

  • amarilldo (author) said:

    @Ling:

    dari ceritanya kayanya kamu jadi korban perilaku stalking deh, stalking itu kamu bisa baca disini: http://www.psigoblog.com/2009/05/stalking-bentuk-perhatian-dari.html dan untuk tipe-tipe dari stalker disini: http://www.psigoblog.com/2009/05/tipe-tipe-stalker.html

    antara kepribadian ganda dan psikopat itu berbeda, namun mungkin berkesan kepribadian ganda karena seorang psikopat sangat mahir menyembunyikan kebusukan dalam dirinya, sehingga seseorang yang selalu melihat topeng rapihnya begitu ia melihat apa yang ditutupinya akan menyangka bahwa dia (psikopat) memiliki kepribadian ganda.

    ya, seorang psikopat cenderung menyiksa korbannya secara psikologis, mereka akan mencari titik lemah korban (dalam kasus lw, sms yang membuat down). namun bukan dengan mudah dapat menuduh orang itu adalah psikopat, hanya saja mungkin ia memiliki rasa kesal dengan diri anda, atau mungkin pernah sesekali anda menyakiti perasaan orang tersebut?

    motif mereka beraneka ragam antara lain adalah rasa tidak terima akibat penolakan, dendam dan juga mungkin obsesi.

    tidak perlu lari dari mereka, namun acuhkan saja, jika mereka melakukan tindakan yang melawan hukum maka bisa dilaporkan kepada yang berwajib, namun lebih baik jika kesemuanya diselesaikan dengan cara kekeluargaan karena melihat dari kasus lw yang melakukan adalah seorang mantan pacar.

    semoga bermanfaat ya Ling

  • NN said:

    maaf pak/bu/mbk/mas ….kayaknya saya perlu konsul lebih dalam ttg hal ini (psikopat) bgmn caranya …? persis spt yang di sebutkan diatas … egois banget, kelihatan alim, ga pernah merasa salah, serba merasa benar dll…. pokoknya mirip bngt …..trus kalo dah berkeluarga gimana ….? please bngt atas jawabannya … kalo bs secepatnya ….

  • JoNo said:

    NN:

    bisa menghubungi psikiater atau psikolog
    di RSCM ada kok
    kalo perlu nomor telpon hubungi 108 aja tanya RSCM atau rumah sakit jiwa

  • TP said:

    Saya bisa tanya ya?

    Dulu saya bingung dengan sikap mama saya, yang selalu suka banget menyalahkan orang lain (menuduh, termasuk ke saya), suka berbohong, dan memaksakan kehendaknya kalau tidak dituruti. Jadi apapun yang orang lain lakukan itu dianggapnya salah, dan dia sendiri yang paling benar. Terus juga kalau ada orang lain yang memperoleh keberhasilan (misalnya saya juara kelas), tidak bisa merasakan senang, malah bilangnya itu karena saya les jadi bisa juara, karena guru kelas minta uang lalu diberi maka saya bisa juara. Dll dll, sampai suatu ketika saya cari2 di internet tentang sifat2 di atas selalu menuju ke halaman yang membahas tentang psikopat. Apakah memang mama saya psikopat? Saya cek dari PCL-R nilai totalnya 25, kecuali soal pertanyaan masa kecil yang terus terang saya tidak tau, maka saya asumsikan ‘0′.

    Bagaimana cara menghadapinya? (Ataukah saya yang ternyata psikopat ya?)
    Thanks.

  • TP said:

    Lanjutan…

    Saat ini terus terang saya sudah tidak bicara lagi dengan mama, karena apapun yang aku katakan pasti disalahkan, ketika ada orang lain yang datang, saya pasti dijelek2kan. Normalnya, orangtua selalu membangga2kan anaknya kan, biarpun anaknya buruk minta ampun. Setiap pembicaraan yang keluar dari mulut mama selalu negatif.

    Banyak sih, kalau diceritakan satu-persatu tidak akan muat di sini.
    Bahkan papa saya juga tidak mampu untuk menasehati mama. Kesalahan yang sama diulang2 terus. Misalnya selesai masak langsung ditinggal begitu saja. Malah menyalahkan saya anaknya yang tidak mau membantu merapikan.
    Pengennya mama selalu terlihat baik oleh orang lain, tapi dengan cara menjelek2kan orang lain.

    Help.

  • ica tarra said:

    mau tanya yah..
    apa psikopat termasuk ke dalam psikologi klinis ?
    kalo iya, bisa kasi tau buku yg menjelaskan kalo psikopat termasuk psikologi klinis..
    makasi

  • reiha said:

    gw mau tanya. misal ada orang suka banget memanfaatkan orang katakanlah T, tetapi dia menyukai cara hacker. yaitu memanfaatkan orang tanpa diketahui orang yang dimanfaatkan. dengan begitu T ini mendapatkan apa yang dia inginkan dengan memanfaatkan kelemahan orang lain tanpa diketahui orang lain itu (otomatis orang yang dimanfaatkan ga merasa dirugikan) secara keseharian, si T ini menjauh ketika ada teman yang “terlalu dekat”, seperti ada kecemasan atau trauma. tetapi secara sosial dia biasa aja. Oh ya si T ini bisa memanipulasi dirinya bahkan sifat2nya, kepribadian bahkan orientasi-nya. sepertinya otaknya sendiri-pun bisa dimanipulasi-nya. Tapi dia juga bisa berlaku romantis. si T ini juga suka bantu orang lain>>>katanya dia puas kalu bisa bantu terutama yang orang lain ga bisa melakukan apa yang ia kerjakan. sekarang pertanyaannya apakah si T ini psikopat??? how do you think about T

  • cupy said:

    bnr bgt artikel yg ada disini….saya sedang mengalaminnya skrg tp saya bingung hrz dgn cara menghadapinnya….apa kebutuhan sex org psikopat itu lbh tinggi drpd org2 yg normal????
    gmn cara melepaskan diri kita dr org psikopat????
    help me plz

  • Glx said:

    Saya pyscho.. kadang rasa haus membunuh, jauh dari manusia.. lebih pada binatang,, membuang rasa dendam, tertekan, pengucilan diri…. banyak hal.. bantu saya.. sebelum mencicipi manusia…

  • Damai said:

    @Glx: bagus jika km sudah menyadari keadaan dirimu, sekarang berusahalah mendekatkan diri pada Tuhan,taubat/mohon ampun dan bimbinganNYA. Ingat apa saja yg kau lakukan pasti akan mendapat balasan dari TUHAN.

  • pendatang said:

    numpang publish ya.. menurut ku info ini sangat baik buat kita koreksi diri masing2.. :)

  • Admad said:

    Psikopat biasanya orang paling tak terduga. Aku punya paman yang telah melakukan beberapa hal yang benar-benar buruk dan akhirnya tertangkap. Dia adalah seorang pria berkeluarga normal dan seorang pekerja keras. Tidak seorang pun dari kami yang tahu apa yang sedang terjadi. Pikiran adalah sangat kompleks dan saya benar-benar tidak berpikir bahwa hal itu akan pernah benar-benar tahu mengapa beberapa orang melakukan hal ini. Terima kasih.

  • amerlia putri said:

    ya ampun ternyata orang yg w synk dy psikopat..
    w lakuin berbagai tes psikopat bwt semua orang tapi gk ada yg bsa jawab,,tapi ternyata cuma cwo w yg bsa jawab..

    w bngung mesti gmn”???
    emang dari dulu dia punya sikap yg aneh dari kebanyakan orang,,seprti gk punya perasaan..
    w synk bgt ma dy”!!!
    w gk mau tinggalin dy meski w tau dy psikopat,,,yg w mau dy sembuh dr kelainannya yaitu psikopat…

  • keisha said:

    Psychopaths indeed can’t be easily detected. They look normal one moment and the next they will try to harm you. It’s like swing moods if we talk about girls. But it’s not a mood, it’s a status of mind where he is capable of hurting somebody.

    Wedding updos

  • rara said:

    MENURUT GUA PSIKOPRAT ORANG YANG SANGAT KEJAM KARENA MAREKA SEAKAN MERASA SESENANG JIKA MELIHAT ORANG MENDERITA…BERATI MEREKA ADALAH TIPE ORANG YANG YANG HATI NURANI NYA TELAH TERTUTUP…

  • ical said:

    buset gw kmaren dkejar-kejar ama orang psikopat…diuber pake kapak…

  • humaira said:

    memang sangat berbahaya berhubungan dengan seorang psikopat….jadi tolong waspada dengan org2 disekitar…saya pernah mengalami hidup dengan psikopat…hasilnya,,,tidak hanya harta saya yg habis,,fisik dan sikis pun tersakiti…tapi alhamdulillah sekarang sudah teramankan dari orang semacam itu…so,,bagi kamu yg akan memilih pasangan hidup bisa lebih selektif ya…:)

  • ditta said:

    nambah ilmu ni pas kuliah psikologi abnormal :D

  • Andreas WN said:

    psikopat
    1. orang yg krn kelainan jiwa menunjukkan perilaku yg menyimpang sehingga mengalami kesulitan dl pergaulan (nomina)(http://www.kamusbesar.com/31363/psikopat)
    kelainan
    1. perihal (keadaan) yg menyalahi (atau menyimpang dr kebiasaan); penyimpangan; (nomina) (http://www.kamusbesar.com/22006/kelainan)
    jiwa
    1. seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb) (nomina)http://www.kamusbesar.com/16695/jiwa

    mari dibandingkan dengan pendapat anda.

    Psikopat dalam ilmu psikologi merupakan bentuk gangguan kepribadian, dimana penderita bertendensi narsistis dan juga antisosial(1). Seorang psikopat tidak pernah mengakui atau merasakan bahwa dirinya sakit atau memiliki gangguan, mereka memiliki kepercayaan diri berlebih (narsistis) sehingga “mampu”(2) mempengaruhi orang lain, tidak merasa bersalah atau menyesal atas setiap tindakannya karena memiliki rasionalisasi “pembenaran”(3) terhadap perilakunya.

    setelah membandingkan
    ada beberapa pertanyaan mana yang benar pengertian psikopat? kalo yang benar seperti yang anda nyatakan harusnya pernyataan anda perlu anda perjuangkan untuk meluruskan pengertian psikopat.

    kedua yang mau saya tanyakan mereka cenderung anti sosial, apakah anti sosial ini mempunyai makna memilih untuk tidak bergaul?

    lalu bagaimana dengan orang yang memilih untuk tidak bergaul, dikarenakan lingkungan yang ditemuinya selama ini tidak cocok dengan pola pikirnya. apakah dia bisa disebut dengan psikopat?

    ketiga
    yang mau saya tanyakan mereka tidak merasa bersalah karena ada penjelasan rasional atas tindakan mereka. apakah tentara yang merasa tidak bersalah karena telah menghabisi lawan-lawannya dalam laga sebuah perang juga seorang psikopat?

    keempat
    anda mengibaratkan orang psikopat itu dengan pengemudi yang melihat lampu pengatur lalu-lintas dia mengetahui letak lampu merah kuning dan hijau tapi tidak tau warna-nya. apa betul seperti itu kalau anda mengibaratkan dengan hal itu berarti psikopat justru bisa berempati karena dia tau kegunaan warna lampu hijau berarti berjalan, merah berarti berhenti dan kuning berarti siap-siap berhenti (siap mengerem atau bener-bener siap berhenti = pengertian ini masi rancu karena di indonesia sendiri lampu kuning berarti kebutkan ke maks speed)tolong pengibaratan yang anda contohkan lebih tepat lagi karena menurut saya seperti yang telah saya sebutkan.

    kelima
    saya mau bertanya mengapa kita perlu berhati-hati dengan orang yang cenderung narsis dan menarik diri dari pergaulan? apakah mereka semua jahat? apakah mereka semua pembunuh? apakah mereka semua adalah orang-orang yang mau mengendalikan orang lain?

    menurut saya orang yang anti sosial dan narsis bukan seorang psikopat.
    orang narsis adalah orang yang percaya diri bahkan over percaya diri.
    orang yang menarik dari pergaulan (sosial) juga saya pernah melihat ripley’s ada seorang yang memilih hidup sendiri di pulau terpencil dia bahkan menato kulitnya seperti macan dan mengubah bentuk giginya seperti macan dan dia percaya diri dengan hal itu dia katakan bahwa dia seorang hermit.
    apakah saya keliru? tolong tunjukan kekeliruan saya.

  • ory said:

    Psikopat…ada 4 katagori kayaknya, yang primary, secondary…dan yang ke tiga atau ke empat…(sorry lupa) dua level terakhir adalah pengidap psikopat yang parah…aku pernah ketemu dan jd korban psikopat, memang orangnya cenderung ego banget, emosinya flat…, cenderung mau menang sendiri, selalu menganggap dirinya benar, dan kalo menilai orang lain sll dari angle negative thinking. Bisa cerdas secara akademis, tapi benar-benar miskin moralitas, dan ga ada sensitivitas…mengerikan! sekali aku jd korban penipuan psikopat..jangan sampai ketemu lagi…ah…kapok!!!

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word