Saya tidak suka pekerjaan saya
Apakah anda tidak menyenangi pekerjaan anda? Apakah anda termasuk individu yang tidak merasa nyaman dengan pekerjaan yang dilakukan? Sehingga pikiran untuk meninggalkan pekerjaan anda sering terlintas di kepala anda atau mungkin anda gemar berganti-ganti pekerjaan? Jika iya, mungkin anda memiliki masalah dengan komitmen atau kepuasan kerja.
Sebelum membahas lebih dalam, saya akan menjelaskan pengertian kepuasan komitmen tenaga kerja terlebih dahulu. Komitmen tenaga kerja menurut Robbins (2003) adalah suatu sikap kerja yang menunjukkan perasaan suka atau tidak suka terhadap perusahaan tempat individu bekerja. Semakin suka individu dengan perusahaan tempat ia bekerja, maka akan semakin tinggi keinginannya untuk terus bekerja di perusahaan tersebut. Sebaliknya, semakin tidak suka individu dengan perusahaan tempatnya bekerja, maka akan semakin tinggi keinginannya untuk meninggalkan perusahaan. Mowday, Porter, dan Steers (1982) menyatakan bahwa komitmen kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
Karakteristik karyawan itu sendiri. Beberapa karakteristik pribadi individu seperti usia, masa kerja, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan ras dapat mempengaruhi tingkat komitmen seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi usia seseorang maka akan semakin tinggi pula komitmen yang dimiliki terhadap perusahaan. Hal tersebut mungkin terjadi karena semakin tinggi usia seseorang maka tanggung jawab yang dimilikinya semakin banyak juga. Tanggung jawab tersebut dapat berupa kesehatan, uang sekolah anak, serta kebutuhan keluarga lainnya. Sedangkan untuk tingkat pendidikan, hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin rendah komitmennya (Istanti, 2007).
Karakteristik pekerjaan. Mowday, Porter, dan Steers (1982) menjelaskan bahwa komitmen individu akan meningkat seiring dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Semakin rendah tanggung jawab pekerjaan yang dimiliki, maka akan semakin rendah pula komitmen kerja individu tersebut. Hal ini mungkin terdengar aneh, tapi berdasarkan observasi dan wawancara singkat yang dilakukan, banyak individu yang akan merasa bosan jika sedang tidak ada pekerjaan atau bahkan hanya mengerjakan pekerjaan yang ‘itu-itu saja’.
Karakteristik struktur perusahaan. Besar kecilnya perusahaan, ada tidaknya persatuan pekerja, besar kecilnya control yang dimiliki dalam pekerjaan, serta keberpusatan perintah atau otoritas merupakan hal-hal struktural yang dapat mempengaruhi komitmen bekerja seseorang. Sebagai gambaran, individu mungkin lebih memilih bekerja di perusahaan dengan skala besar daripada skala kecil, individu yang bekerja di perusahaan kecil pun berusaha untuk pindah ke perusahaan yang lebih besar.
Pengalaman kerja. Pengalaman kerja dipandang memiliki pengaruh besar dalam komitmen bekerja. Dengan membandingkan pengalaman kerja ditempat sebelumnya, individu dapat melakukan perbandingan dengan tempat ia bekerja sekarang. Dengan demikian, individu memberikan penilaian tersendiri terhadap perusahaan tempatnya bekerja. Untuk individu yang belum memiliki pengalaman kerja atau ‘fresh graduate’, individu tersebut tetap bisa melakukan perbandingan tersebut melalui cerita rekannya. Bagian dari faktor pengalaman kerja antara lain: 1) Sejauh mana perusahaan dapat memperhatikan kebutuhan, minat, serta kesejahteraan karyawan. Jika perusahaan sangat memperhatikan hal tersebut, maka komitmen kerja pada perusahaan akan semakin tinggi; 2) Sejauh mana perusahaan dapat memberikan persepsi bahwa karyawan merupakan ‘bagian penting’ dari perusahaan; 3) Sejauh mana perusahaan mampu merealisasi harapan-harapan para karyawan; 4) Rekan kerja yang supportive dapat membantu meningkatkan komitmen kerja; 5) Persepsi tentang gaji, sejauh mana individu merasa gaji yang yang diterima seimbang dengan karyawan lainnya; 6) Persepsi karyawan terhadap perilaku atasan.
Keempat faktor yang telah djelaskan diatas memiliki berbagai dampak, salah satunya seperti yang digambarkan di awal tulisan ini, yaitu terhadap keinginan untuk meninggalkan pekerjaan. Namun dampak dari rendahnya komitmen kerja juga bisa terlihat dari absensi / seringnya tidak masuk kerja, singkatnya periode masa kerja, keterlambatan, serta rendahnya performa kerja yang ditampilkan (Randal dalam Greenberg dan baron, dalam Istanti, 2007). Di sisi lain, individu yang memiliki komitmen kerja tinggi akan memiliki rasa aman, rasa ‘tercukupkan’, citra diri yang positif serta biasanya memiliki posisi yang lebih baik (Mowday, Porter, dan, Steers, 1989)
Meskipun demikian, munculnya keinginan untuk meninggalkan pekerjaan tidak hanya semata-mata sebagai dampak dari komitmen kerja yang dimiliki individu. Keinginan tersebut juga terkait dengan faktor kepuasan kerja yang dimiliki seseorang. Adapun pengertian kepuasan kerja menurut Spektor (dalam Istanti, 2007) adalah perasaan puas atau tidak puas individu mengenai pekerjaan dan beberapa aspek dari pekerjaannya tersebut.
Spektor menambahkan bahwa kepuasan kerja dipengaruhi oleh 9 aspek. Kesembilan aspek tersebut adalah:
1. Gaji, yaitu dengan melihat apakah gaji yang diterima seimbang dengan usaha yang dilakukan.
2. Imbalan, yaitu keuntungan yang didapat dari individu dalam suatu organisasi.
3. Rekan kerja, yaitu dengan melihat penerimaan rekan kerja atas kemampuan individu.
4. Komunikasi, yaitu mengenai penyampaian informasi dalam suatu organisasi.
5. Peraturan, yaitu berupa kebijakan perusahaan yang berlaku.
6. Pekerjaan, yaitu dengan melihat apakah kondisi dan fasilitas yang diterima individu dapat mendukung pekerjaan yang dilakukan atau tidak.
7. Promosi, yaitu dengan melihat kesempatan untuk mendapatkan promosi secara objektif (melalui penilaian kerja yang telah disepakati bersama)
8. Atasan, yaitu adanya pengawasan oleh atasan, dan apakah bentuk pengawasan tersebut dirasakan nyaman, membantu, atau justru menghambat.
9. Contingen reward, yaitu adanya pengakuan dan penghargaan terhadap tindakan yang dilakukan oleh individu
Beberapa dari sembilan faktor diatas memang sedikit banyak bersinggungan dengan faktor dari komitmen kerja yang telah dijelaskan sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena memang komitmen dan kepuasan kerja saling berhubungan satu dengan lainnya (Istanti, 2007).
Berdasarkan penjelasan yang telah diberikan, dapat dilihat bahwa banyak sekali faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk menjalani/meninggalkan pekerjaan yang sedang dijalani. Dengan berkaca pada kebutuhan, alasan, dan tujuan setiap individu yang berbeda satu dengan lainnya, diharapkan seorang individu dapat memilih dan menjalankan pekerjaannya dengan hasil sebaik mungkin.
Nova Ariyanto JoNo
Sumber:
Robins, Stephen P. (2003). Organizational Behavior (10th ed.). London: Prentice-Hall.
Istanti, F. (2007). Hubungan antara kepuasan kerja dengan komitmen pada tenaga kerja outsourcing di perusahaan tempatnya bekerja. Depok: F. Psikologi UI.
Gambar oleh Dhea Sekararum, mahasiswi Psikologi UI angkatan 2006 yang mendalami fotografi.










[...] This post was mentioned on Twitter by Dhea Sekararum, Dhea Sekararum. Dhea Sekararum said: saya mempublikasikan wajah ayah sebagai model di ilustrasi foto utk artikel ini : http://ruangpsikologi.com/saya-tidak-suka-pekerjaan-saya [...]
nice info..bikin saya nyengir dan kesepet hahaha..
Leave your response!
Follow us!
ISBA Award - Gold Blog
Tags
anak belajar bicara di depan umum cinta diri ekonomi eksperimen emosi freud gangguan gender homoseksual indonesia karir kecemasan kematian kepribadian kesehatan klinis leader makanan neuropsikologi orang tua pacaran pendidikan perempuan Perilaku seksual perkembangan psikologi psikologi anak psikologi ekonomi Psikologi Industri & Behavioral Economy Psikologi klinis Psikologi pendidikan Psikologi perkembangan psikologi positif psikologi seks Psikologi sosial Psikologi Umum & Eksperimen public speaking remaja seks seksual sosial wanita Blog (10)
Essay (148)
Featured (140)
Headline (136)
Lain-lain (35)
News (6)
Psikologi Industri & Behavioral Economy (17)
Psikologi klinis (44)
Psikologi Olahraga (2)
Psikologi pendidikan (15)
Psikologi Perilaku Seksual (5)
Psikologi perkembangan (29)
Psikologi sosial (45)
Psikologi Umum & Eksperimen (31)
Uncategorized (7)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Ruang Psikologi's Friends
Facebook Friends
Already a member?Login
Newsletter subscription
Recent Comments
Blogroll
Browse by Authors
- amarilldo (RSS) (11)
- edelia (RSS) (4)
- Jono (RSS) (35)
- Khrisnaresa adytia (RSS) (23)
- Lois (RSS) (13)
- Melita Tarisa (RSS) (8)
- Nia Janiar (RSS) (24)
- Penulis Tamu (RSS) (22)
- ramadion (RSS) (22)
Powered by Authors WidgetArchives
How many people are with us?
Link to us!
Want to spread the word about Ruangpsikologi.com?
Here's how to add the above picture to your website. Click inside the box, press ctrl+a, left click your mouse and click copy. Paste it into your webpage.
Recent Trackbacks