Home » Essay, Featured, Headline, Psikologi Olahraga

Putus cinta bukan akhir dunia

17 May 2010 4,764 views 4 Comments

2223713451_bca8a53145Hampir semua dari kita pernah merasakan jatuh cinta. Hampir semua dari kita pula mungkin pernah merasakan sakit hati karena putus cinta atau cinta tidak berbalas. Banyak pertanyaan di fanpage ruangpsikologi menanyakan bagaimana mengobati sakit hati karena putus cinta. Gagal dalam cinta tentu saja mempengaruhi kehidupan sehari-hari, bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa putus cinta dapat merusak fungsi individu dalam kehidupan sosial. Untuk para remaja, sakit hati merupakan penyebab utama untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Sakit hati karena putus cinta tentu saja dirasakan oleh pria dan wanita. Wanita, lebih dikenal karena dikatakan lebih emosional dibanding laki-laki. Selain fakta bahwa laki-laki cenderung lebih mudah menyukai seseorang, perlu diketahui juga laki-laki lebih kesulitan untuk mengobati sakit hati karena putus cinta dibanding wanita.

Sakit hati karena putus cinta, diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah 1) kedekatan sebuah hubungan; 2) lamanya sebuah hubungan: hasil penelitian menunjukkan tingkat stress lebih rendah dimiliki oleh individu yang baru beberapa minggu menjalin hubungan; dan 3) ‘kemudahan’ ketika mencari pasangan pengganti. Namun, tampaknya alasan dibalik putus cinta juga mempengaruhi, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang ‘diputuskan’ secara mendadak dikatakan memiliki tingkat sakit hati yang lebih tinggi dibanding individu yang tidak mengalami hal serupa. Bahkan, individu yang putus cinta karena dikhianati dikatakan memiliki tingkat sakit hati hampir menyamai tingkat sakit secara fisik.

Alasan setiap pasangan berbeda ketika memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan, Mengatasi sakit hati karena hal tersebut bukanlah sebuah hal yang mudah. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain adalah:

Sharing atau berbagi. Berbagi atau mencurahkan isi hati dikatakan mampu meringankan beban yang dirasakan karena berbagi mampu membantu otak melepaskan opiods atau zat yang meringankan stress. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pria lebih sulit melupakan sakit hati karena putus cinta, hal tersebut mungkin berkaitan dengan fakta bahwa wanita lebih mudah berbagi dibanding pria.

Berolah raga. Selain berbagi, opioids juga bisa dilepaskan otak melalui aktivitas berolahraga.

Relaksasi atau meditasi. Bentuk dari relaksasi dan meditasi yang bisa dilakukan pun bermacam-macam, seperti menarik nafas panjang, yoga atau bahkan menulis jurnal. Seperti yang dijelaskan pada artikel ‘Menulislah dan jangan bunuh diri’ menulis mampu mengurangi tingkat stress yang dirasakan.

Berkaitan dengan relaksasi dan berolahraga, langkah lain yang bisa dilakukan adalah tidur. Sulit tidur dan depresi merupakan hal-hal yang dapat muncul ketika seorang individu sedang merasakan patah hati. Merupakan hal yang sulit bagi individu untuk dapat tidur, oleh karena itu relaksasi, meditasi, dan olahraga dapat membantu untuk tidur. Namun perlu diingat bahwa terlalu banyak tidur juga dialami oleh beberapa individu yang patah hati, maka batasi lah jumlah tidur, 6-8 jam perhari.

Hal lain yang dikatakan membantu adalah dengan membayangkan melakukan dialog dengan pasangan. Bentuk dialognya lebih kearah mencurahkan isi hati, curahan isi hati pun dapat berupa cercaan atas beberapa sifat buruk yang dimiliki pasangan, atau bahkan pujian atas apa yang telah dilakukan pasangan. Mampu mengontrol dan memproses perasaan dikatakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi efek negatif patah hati.

Hal-hal diatas dapat membantu proses penyembuhan karena gagal dalam cinta. Namun seperti yang sering kita dengar, dan didukung oleh survey sebuah penelitian, dua hal yang paling membantu patah hati adalah waktu dan kemudahan dalam mencari pasangan pengganti. Untuk waktu, penelitian menunjukkan bahwa dua bulan pertama merupakan waktu yang paling berat setelah patah hati untuk sebagian besar individu, namun dikatakan pula setelah itu sakit hati dapat berkurang sedikit demi sedikit. Sedangkan untuk pasangan baru, semakin mudah menemukan pengganti maka sakit hati yang dirasakan dapat berkurang.

Nova ‘JoNo’ Ariyanto

Sumber:

Field, F., Diego, M., Pelaez, M., Deeds, O., & Delgado, J. 2009. Breakup distress in university students. Adolescence; Winter 2009; 44, 176; ProQuest Social Science Journals pg. 705

Kirschner, D. 2009. Relationship Advice: Breaking Up Hurts for Real and How to Recover Faster. Diambil online di http://www.psychologytoday.com/blog/finding-true-love/200909/relationship-advice-breaking-hurts-real-and-how-recover-faster pada 17 May 2010

Rice, E.P. 1999. The Adolescent (9th edition). Maine: Allyn & Bacon.

Picture taken from http://www.flickr.com/photos/wolfsoul/2223713451/in/set-72157601087972409/

4 Comments »

  • Norohiko said:

    Sekedar tambahan:

    1. Kenapa putus cinta bisa bikin kita pengen bunuh diri? Saat jatuh cinta, bagian otak kita yang terstimulasi adalah bagian ventral tegmental kanan, yaitu bagian otak yang mengatur motivasi. Karena itulah ketika jatuh cinta kita seringkali termotivsi melakukan segala sesuatu, dan sebaliknya putus cinta sangat berhubungan dengan depresi, pembunuhan, ataupun bunuh diri..

    2.olahraga memang bisa mengurangi efek dari putus cinta, karena olahraga mengaktifasi endorphine dalam otak kita.. endorphine adalah berfungsi seperti pain killer.. jadi bisa menghilangkan ’sakit’ di hati kita itu..

  • Nia Janiar said:

    Saya setuju sekali mengenai efek olahraga terhadap putus cinta itu. Selain terobati, kesehatan meningkat dan badan pun terurus. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

  • Bali Wedding said:

    Kalo ptus cinta tuch jangan bunuh diri, jangan sedih-sedih, jangan sendri…. cari aja temen yang banyak2 buat hidup makin hidup. Yang terpenting ya cari cinta yang baru yang lebih so sweet … dan yang lebih baek lagi

    Melupakan itu gamnpang kok… kan hidup ini terus berjalan… Lancar-lancar dan lancar…..

    Bali Villa Bali Villas Bali Property

  • Mantan Kekasih yang (Sulit) Dilupakan | RuangPsikologi.Com Webzine Psikologi Modern said:

    [...] yang masih terus terbayang mantan kekasihnya sehingga sulit memulai hubungan baru, dalam artikel Putus Cinta Bukan Akhir Dunia telah dijelaskan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi sakit hati karena gagal dalam [...]

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word