Ubah Pola Hidup Buah Hati Kita, Lindungi Jantungnya
*Artikel ini sudah pernah di-publish di www.ripiu.com, situs berbagi informasi
Gaya hidup anak saat ini mulai mengkhawatirkan para ahli kesehatan. Pulang sekolah biasanya mereka akan duduk di depan TV, main internet, atau bermain video games. Saat diajak makan di pusat perbelanjaan, biasanya mereka akan memilih makanan cepat saji. Pizza, burger, dan makanan berkalori (sangat) tinggi lainnya “didorong” ke dalam perut dengan bantuan soda yang memiliki kadar gula juga (sangat) tinggi. Makanya, di Amerika Serikat sendiri, jumlah anak yang mengalami overweight melonjak sebanyak 20%.
Gaya hidup tersebut, yang kini mulai diadopsi oleh anak Indonesia, memang meningkatkan resiko anak untuk terkena diabetes, kolesterol tinggi, bahkan penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan serangan jantung. Sayangnya, banyak orang tua yang mengabaikan masalah ini karena prinsip, ‘tidak apa-apa kalau anak gendut. Kan masih kecil.’
Justru ini adalah pandangan yang salah. Hetherington dan Parke (1993) menemukan bahwa 86% anak laki laki (dan 80% anak perempuan) yang overweight akan menjadi orang dewasa yang overweight.
Tubuh manusia memang diciptakan untuk rentan terhadap kegemukan. Para ahli psikologi evolusionis mengatakan bahwa ini adalah warisan dari evolusi. Pada jaman dahulu, sumber daya makanan terbatas. Sehingga, untuk memperbesar kemungkinan survive, manusia menurunkan sifat kepada penerusnya untuk sebanyak-banyaknya menimbun makanan dalam tubuh. Sehingga, jika terjadi wabah kelaparan, kita bisa mengambil cadangan makanan dari tubuh kita.
Sayangnya, saat ini ketika sumber daya makanan sudah melimpah, badan kita “ketinggalan jaman”. Otak masih terus menyuruh otak untuk menimbun kalori, lemak, dan protein dengan memberikan zat kimia yang memberikan kenikmatan (dopamine) apabila kita melahap makanan, walau pun kita sudah kenyang.
Maka, kunci untuk melindungi anak dari bahaya kegemukan berada di tangan orang tua sendiri. Ahli kesehatan menyarankan orang tua atau para pengasuh untuk memperketat gaya hidup anak untuk menyelamatkan anak dari bahaya penyakit jantung.
Beberapa tips dari para ahli kesehatan anak yang dapat Anda terapkan pada anak Anda adalah:
-
Anak tak boleh hanya memakan makanan yang tinggi kalori. Mereka harus belajar untuk makan berbagai jenis makanan, khususnya buah dan sayuran. Anak juga harus belajar memilih roti dengan gandum-utuh yang lebih banyak serat daripada roti biasa. Anak juga harus diajarkan memakan ikan, ayam, dan daging yang diproses dengan lebih sehat, dan bukan hanya digoreng di dalam minyak yang meningkatkan jumlah kolesterol.
-
Penurunan jumlah makanan yang bersifat kolesterol tinggi harus dimulai sejak anak berumur 2 tahun. Jangan karena anak susah makan makanan sehat, lalu orang tua terburu-buru untuk memberi makanan cepat saji yang membuat anak lahap makan karena diiming-imingi mainan.
-
Mulailah kurangi jumlah garam dan gula yang dikonsumsi anak. Masakan Indonesia memang terlalu “berasa” karena banyak mengandung garam. Ada baiknya kalau jumlah garam pada masakan dikurangi. Minumah yang banyak mengandung gula adalah soda. Ajarkan anak untuk mencoba menikmati jus.
-
Anak harus berolahraga setidaknya satu jam dalam sehari. Tapi, jangan mengharapkan anak untuk segera mau disuruh berolahraga. Ajak anak berolahraga setahap demi setahap, dan berikan hadiah jika mereka konsisten melakukannya.
-
Menonton televisi dan main video games harus dikurangi. Jumlah waktu yang baik untuk dua kegiatan ini adalah 2 jam/hari. Turunkan jumlah waktu menonton dan main video game anak sedikit demi sedikit.
Mengubah gaya hidup anak memang tidak mudah. Tetapi dengan kerja sama dari orang-orang di sekitar anak dan memberi pengertian pada anak, hal tersebut bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Percayalah, mengubah kebiasaan pada saat anak masih berusia muda lebih mudah dibandingkan saat anak sudah menjadi orang dewasa yang kelebihan berat badan dan beresiko terkena penyakit jantung.
Sumber:
www.ripiu.com
Hetherington, E.M., & Parke, R.D. (1993). Child Psychology: A Contemporary Viewpoint (4th ed.). New York: McGraw-Hill Inc.
Reader’s Digest (2004). 2004 Medical Breakthroughs. New York: The Reader’s Digest Association Inc.
Sumber foto: http://www.flickr.com/photos/11375782@N05/2249215992/















Leave your response!