Penjelasan Singkat Mengenai Psikologi Eksistensial
Terdapat gerakkan eksistensialisme pada abad 19 yang dikemukakan oleh seorang filsuf bernama Søren Kierkegaard. Dalil utama dari eksistensialisme adalah keberadaan (existence) individual manusia yang dialami secara subjektif. Istilah existence sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu existo (ex dan sistere=muncul, menjadi, hadir). Artinya eksistensialisme mencoba memahami manusia bukan semata-mata ‘ada’ yang statis dan selalu sama, melainkan sebagai penjadi yang secara sinambung berubah dan berkembang.
Lalu apakah pengaruh eksistensialisme terhadap psikologi? Psikologi eksistensial ini menjabarkan psikologi yang dilandaskan pada fakta primordial dari dunia pribadi yang bermakna yang menjadi sasaran dari segenap aktivitas. Salah satu dalil dasar yang mendasari psikologi eksistensial adalah setiap manusia unik dalam kehidupan batinnya, dalam mempersepsi dan mengevaluasi dunia, dan dalam bereaksi terhadap dunia. Perhatiannya adalah pada kesadaran, perasaan-perasaan, suasana-suasana perasaan, dan pengalaman-pengalaman pribadi individual yang berkaitan dengan keberadaan individualnya dalam dunia dan di antara sesamanya. Intinya dari perspektif ini adalah melihat manusia secara keseluruhan sebagai subjek.
Kemudian gagasan-gagasan, struktur-struktur dasar dan tema eksistensialisme dikembangkan oleh Binswanger-Boss dan dipraktekkan dalam rangka pendekatan psikoterapi yang membuahkan analisis eksistensial. Dalam menganalisis klien, seorang psikolog harus memahami relasi klien terhadap dunia biologisnya (Umwelt), dunia sosialnya (Mitwelt), dan dunia dirinya sendiri (Eigenwelt). Dalam analisis eksistensial, psikolog tidak mengarahkan, membimbing, atau menilai klien berdasarkan praduga-praduga. Tugas psikolog hanyalah membantu klien menjadi dirinya yang otentik.
Untuk memberi contoh penerapan analisis eksistensial (Umwelt, Mitwelt, Eigenwelt) dan doktrin utama dari psikologi eksistensial yaitu kebebasan dan tanggung jawab, saya akan menggunakan salah satu tokoh dari novel Bumi Manusia (1980) karya Pramoedya Ananta Toer yang bernama Nyai Ontosoroh. Nyai Ontosoroh adalah sebuah julukan yang diberikan kepada Sanikem yang ketika berumur 14 tahun dibeli oleh seorang tuan tanah kaya raya berasal dari Belanda bernama Herman Mellema. Panggilan ‘nyai’ sendiri sudah menggambarkan sebagai orang dipandang rendah karena telah melanggar norma kesusilaan karena mau jadi istri atau wanita simpanan. ‘Nyai’ dianggap sebagai perempuan yang mau menukarkan kehormatannya demi kekayaan dan kesenangan.
Sebenarnya menjadi nyai bukanlah keinginan Sanikem. Ia dijual bapaknya sendiri. Dengan perasaan sedih dan sakit hati, Sanikem keluar dari rumahnya dan dibawa ke rumah Herman Mellema. Semenjak saat itu, Sanikem membenci ayahnya yang telah menjualnya dan membenci ibunya yang tidak kuasa membelanya. Oleh Herman Mellema, Sanikem dianggap sebagai boneka kesayangan pria Belanda itu. Ia dipakaikan baju bagus, disuruh mandi agar bersih, bahkan Sanikem diajarkan menulis dan membaca Bahasa Belanda. Di malam hari, Sanikem diharuskan untuk membaca buku hingga habis kemudian harus menceritakan isi bukunya kepada Herman Mellema. Sanikem pun menjadi seseorang yang berpendidikan (tidak mengecap pendidikan formal) dan bisa mengurus pabrik yang dimiliki Herman Mellema. Oleh para pegawainya, Sanikem dipanggil Nyai Ontosoroh. Walaupun ia tidak sebodoh ketika pertama kali datang ke rumah Herman Mellema, Nyai Ontosoroh tetap tidak diizinkan bertemu orang lain terutama tamu dari Herman Mellema.
Di novel ini diceritakan bahwa Herman Mellema adalah guru yang baik dan Nyai Ontosoroh adalah murid yang taat. Banyak belajar membuat wawasannya begitu luas hingga mengejutkan Minke, seorang pelajar pribumi yang sekolah di sekolahan Belanda yang bertamu ke rumahnya. Walaupun Minke sendiri adalah seorang pribumi, ia tetap menyangkal dan tidak percaya bahwa pribumi rendahan dengan status nyai bisa mengetahui buku-buku dan tata cara berperilaku layaknya wanita Eropa. Padahal Nyai Ontosoroh begitu berjuang agar dipandang setara dan mendapatkan hak-haknya seperti hak atas anaknya yang pada akhirnya diambil dari sisinya dan hak menikah dengan orang yang dicintainya.
Dalam review tokoh Nyai Ontosoroh yang berasal dari novel Bumi Manusia yang telah saya sebutkan di atas, terdapat konsep Umwelt, Mitwelt, dan Eigenwelt. Umwelt, atau biasa disebut dengan lingkungan (environment), yaitu dunia kebutuhan biologis, dunia objek-objek di sekitar manusia, dunia yang bisa mempengaruhi manusia, membuat manusia sakit, membuat manusia menderita, dan tidak berdaya. Dalam cerita di atas, bisa diambil contoh Umwelt adalah ia dalam lingkungan diskriminatif dimana pribumi dipandang rendah oleh kaum bermata biru dan berkulit cerah. Dengan lingkungan seperti itu, Nyai Ontosoroh dibuat tidak berdaya. Ia harus rela dirinya dijadikan nyai, dipandang tidak berpendidikan, serta kehilangan hak-haknya sebagai manusia.
Mitwelt adalah hubungan manusia dengan manusia lain dalam rangka kebersamaan. Kebersamaan berlangsung dalam suatu interaksi yang jauh lebih kompleks, komunikasi penuh kebersamaan, dan makna orang lain juga ditentukan oleh hubungan sesama. Dalam dunia Mitwelt-nya, ia memaknai hubungan yang tidak enak dengan ayahnya yang dianggap telah menjual dirinya dan ibunya yang dianggap tidak berdaya membela dirinya saat mau dijual pada Herman Mellema yang lama kelamaan berubah jadi benci karena merasa dikhianati oleh orang yang seharusnya melindunginya. Selain dengan orang tuanya, terdapat relasi hubungan Nyai Ontosoroh dengan Herman Mellema yaitu ia memaknai Herman Mellema sebagai pria sekaligus guru yang baik, dewa yang ia puja.
Eigenwelt adalah pusat bagi dunia manusia sendiri, dan dari pusat itulah manusia menjalani hubungannya dengan orang lain atau sesama manusia lain. Dalam dunia ini, manusia menjalin keberadaan sebagai subjek yang merefleksikan, mengevaluasi, menilai atau menghakimi dirinya sendiri. Nyai Ontosoroh tentunya sadar sekali bahwa ia adalah pribumi dengan label nyai yang sekeras apapun ia bekerja keras dan menjadi pemimpin pun, ia selalu dipandang rendah. Namun menyadari akan wawasannya, ia begitu percaya diri berkomunikasi dengan orang lain pada adegan ia berbicara dengan Minke serta percaya diri melawan orang-orang di pengadilan ketika anaknya harus diambil dan dibawa ke Belanda.
Poin penting dari cerita di atas yaitu dimana Nyai Ontosoroh menyadari dirinya dalam kondisi tidak lebih dari seorang nyai—orang yang tidak bisa mendapatkan hak-hak manusia sepantasnya, apalagi di tahun itu pribumi sangat tidak berarti bagi Eropa—namun ia memilih untuk terus belajar agar dapat dilihat sebagai sepenuhnya manusia. Saya ingatkan sekali lagi doktrin utama dalam eksistensialisme bahwa manusia bebas untuk memilih.
Bagi Sartre, seorang filsuf dari Paris, manusia merencanakan segala sesuatu bagi dirinya sendiri. Artinya manusia bertanggung jawab terhadap dirinya. Dalam membentuk dirinya, manusia mendapat kesempatan setiap kali memilih apa yang baik dan apa yang kurang baik baginya. Setiap pilihan dijatuhkan terhadap alternatif-alternatif yang dihadapinya adalah pilihannya sendiri. Dalam novel Bumi Manusia di atas, Nyai Ontosoroh, dalam kondisi yang tidak mengenakkan pun, ia memilih keluar dari keadaannya yang kurang baik dengan cara belajar. Ia tidak mau larut dalam kondisi yang merugikan, oleh karena itu dia belajar.
Tentunya Nyai Ontosoroh tidak bisa terlepas dari ke-fakta-an (facticity) yang tidak bisa dihilangkan yaitu masa lalunya. Bagaimanapun ia tidak bisa memilih untuk tidak dilahirkan sebagai seorang pribumi yang memiliki ayah seorang juru tulis, tidak mengenyam pendidikan, dan dijual pula. Walaupun Nyai Ontosoroh mencoba melupakan masa lalu dengan secara simbolis yaitu memasukkan kenangan-kenangan dari rumahnya dalam bentuk barang-barang di dalam koper besi tua yang penyok yang dibawanya ketika pada hari pertama ia dibeli Herman Mellema dan memilih untuk tidak berhubungan dengan orang tuanya, saya yakin ia tidak akan pernah bisa lupa. Masa lalu bisa dilupakan sebentar dan dimanipulasi. Namun daripada terus menerus berkubang dalam masa lalu, Nyai Ontosoroh memilih untuk terus mencipta dirinya dengan belajar dan bekerja tanpa henti sebagai atasan dari pabrik agar dipandang sebagai manusia utuh. Ia menghayati dirinya sebagai makhluk yang menentukan hidupnya sendiri.
Dari tokoh Nyai Ontosoroh di atas—walaupun fiksi—dapat ditarik sebuah pelajaran bahwa kita sebagai manusia yang mungkin memiliki ke-fakta-an yang tidak mengenakkan seperti masa lalu yang kelam, tempat yang kita diami dan lingkungan sekitar (lingkungan disini berarti manusia dan sesamanya, benda-benda, gejala-gejala) yang mungkin membuat kita tidak nyaman dan tentunya tidak bisa kita tiadakan, namun ingatlah bahwa manusia diberi kebebasan untuk memilih dan mencipta diri. Manusia dapat memilih apakah ia akan terjerumus pada sesuatu yang buruk atau berkembang pada sesuatu yang baik. Berbeda dengan makhluk lain, manusia adalah makhluk yang ‘mengada’ di dunia secara sadar sebagai dirinya sendiri. Jika mengikuti teori dari Binswanger -Boss, manusia memiliki konsep becoming yang artinya manusia bersifat dinamis dan selalu berproses menjadi sesuatu yang lain dari sebelumnya. (Nia Janiar)
“Manusia tiada lain adalah rencananya sendiri; ia mengada hanya sejauh ia memenuhi dirinya sendiri; oleh karenanya, ia tiada lain adalah kumpulan tindakannya, tiada lain ialah kehidupannya sendiri.” (Sartre, 1946:32)
Daftar pustaka
Hassan, Fuad. 2005. Berkenalan Dengan Eksistensialisme. Jakarta: Pustaka Jaya
Lathief, Supaat I. 2008. Psikologi Fenomenologi Eksistensialisme. Lamongan: Pustaka Ilalang
Misiak, Henry. Sexton, Virginia Staudt. 2005. Psikologi, Fenomenologi, Eksistensial, dan Humanistik. Bandung: Refika Aditama









wah…
bacaan ini sangat menarik…
dan sangat patut dibaca oleh siapa saja..
selain simple,, bacaan ini juga dapat memotivasi orang untuk jauh mengenal dirinya sehingga manusia atau individu dapat merencanakan masa depan dengan melupakan masa lalu yang rumit…
artikel yg menarik…
umwelt,mitwelt dan eigenwelt…udah lama gak ketemu bahan beginian…hehehe.apalah arti skripsiku itu???
artikel ini menarik sekali,sangat bermanfaat bagi individu dalam menjalani hidup,memaknai hidup manusia,lebih mengenal dan memahami diri sendiri dan lingkungan sekitar,menjadikan masa lalu meskipun pahit menjadi motivasi ke depan menjadi lebih baik dalam menjalani hidup ini.
wah pendinamikaannya keren! mendapat pencerahan bagaimana menceritakan eksistensial yang mudah di pahami
Iya, pengamatannya menarik. Membahas psikologi dengan contoh literatur. Saya jadi kepingin tahu lebih banyak tentang psikologi eksistensial dan membaca Bumi Manusia.
Leave your response!
Follow us!
ISBA Award - Gold Blog
Tags
anak belajar bicara di depan umum cinta diri ekonomi eksperimen emosi freud gangguan gender homoseksual indonesia karir kecemasan kematian kepribadian kesehatan klinis leader makanan neuropsikologi orang tua pacaran pendidikan perempuan Perilaku seksual perkembangan psikologi psikologi anak psikologi ekonomi Psikologi Industri & Behavioral Economy Psikologi klinis Psikologi pendidikan Psikologi perkembangan psikologi positif psikologi seks Psikologi sosial Psikologi Umum & Eksperimen public speaking remaja seks seksual sosial wanita Blog (10)
Essay (151)
Featured (146)
Headline (142)
Lain-lain (36)
News (6)
Psikologi Industri & Behavioral Economy (18)
Psikologi klinis (46)
Psikologi Olahraga (2)
Psikologi pendidikan (16)
Psikologi Perilaku Seksual (5)
Psikologi perkembangan (31)
Psikologi sosial (49)
Psikologi Umum & Eksperimen (32)
Uncategorized (8)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Ruang Psikologi's Friends
Facebook Friends
Already a member?Login
Newsletter subscription
Recent Comments
Blogroll
Browse by Authors
- amarilldo (RSS) (11)
- edelia (RSS) (4)
- Jono (RSS) (38)
- Khrisnaresa adytia (RSS) (23)
- Lois (RSS) (13)
- Melita Tarisa (RSS) (8)
- Nia Janiar (RSS) (24)
- Penulis Tamu (RSS) (22)
- ramadion (RSS) (25)
Powered by Authors WidgetArchives
How many people are with us?
Link to us!
Want to spread the word about Ruangpsikologi.com?
Here's how to add the above picture to your website. Click inside the box, press ctrl+a, left click your mouse and click copy. Paste it into your webpage.
Recent Trackbacks
Recent Posts
Most Commented
Most Viewed