<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pembicara bijaksana: Hilangkan Meaningless Words</title>
	<atom:link href="http://ruangpsikologi.com/pembicara-bijaksana-hilangkan-meaningless-words/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangpsikologi.com/pembicara-bijaksana-hilangkan-meaningless-words</link>
	<description>Webzine Psikologi Modern</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 03:59:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Modifikasi Mobil Terbaru</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/pembicara-bijaksana-hilangkan-meaningless-words/comment-page-1#comment-982</link>
		<dc:creator>Modifikasi Mobil Terbaru</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 12:02:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=778#comment-982</guid>
		<description>Asslm....

Waaah artikelnya sangat bermanfaat

Nih ada hadiah dari Aku....hehehe

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat

Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan
dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru...


Indahkan...hehehe

Sob, jangan lupa kunjungan balik ya, sekalian mampir ke blog baru saya Mohon direview ya nih baru saya bikin: 

http://modifikasimobilterbaru.blogspot.com


Salam Silaturahmi Antar Blogger Indonesia


Wassalm...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslm&#8230;.</p>
<p>Waaah artikelnya sangat bermanfaat</p>
<p>Nih ada hadiah dari Aku&#8230;.hehehe</p>
<p>Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?<br />
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?<br />
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?<br />
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?<br />
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat</p>
<p>Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan<br />
dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan<br />
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia<br />
melainkan awal dari kehidupan yang baru&#8230;</p>
<p>Indahkan&#8230;hehehe</p>
<p>Sob, jangan lupa kunjungan balik ya, sekalian mampir ke blog baru saya Mohon direview ya nih baru saya bikin: </p>
<p><a href="http://modifikasimobilterbaru.blogspot.com" rel="nofollow">http://modifikasimobilterbaru.blogspot.com</a></p>
<p>Salam Silaturahmi Antar Blogger Indonesia</p>
<p>Wassalm&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nia Janiar</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/pembicara-bijaksana-hilangkan-meaningless-words/comment-page-1#comment-527</link>
		<dc:creator>Nia Janiar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 11:59:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=778#comment-527</guid>
		<description>Kalau saya pribadi, saya setuju dengan basa-basi krn menurut saya basa-basi itu bukan sekedar trash talk, tetapi bisa membantu pembentukkan raport. 

Misalnya kalau saya mau penelitian dan saya mau minta seseorang untuk jadi subjek penelitian saya. Tentunya saya enggak bisa nodong 'eh elu mau gak jadi subjek penelitian gue?'. Contoh lainnya jika ia setuju kita wawancara, kita langsung tanya2 kehidupan personal, ya hasilnya orangnya jadi defensif. Sebelumnya bisa basa-basi misalnya apa kabarnya, lagi sibuk apa, dan lainnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau saya pribadi, saya setuju dengan basa-basi krn menurut saya basa-basi itu bukan sekedar trash talk, tetapi bisa membantu pembentukkan raport. </p>
<p>Misalnya kalau saya mau penelitian dan saya mau minta seseorang untuk jadi subjek penelitian saya. Tentunya saya enggak bisa nodong &#8216;eh elu mau gak jadi subjek penelitian gue?&#8217;. Contoh lainnya jika ia setuju kita wawancara, kita langsung tanya2 kehidupan personal, ya hasilnya orangnya jadi defensif. Sebelumnya bisa basa-basi misalnya apa kabarnya, lagi sibuk apa, dan lainnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: inces</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/pembicara-bijaksana-hilangkan-meaningless-words/comment-page-1#comment-522</link>
		<dc:creator>inces</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 13:16:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=778#comment-522</guid>
		<description>ngga tau kenapa dari paragraf pertama artikelnya aja udah setuju banget. soalnya saya sering ngerasa kadang2 orang di sekitar saya ngucapin kata-kata yang sebetulnya ngga perlu.

oh ya saya mau tanya dong, sebetulnya berbasa-basi dalam berkomunikasi itu perlu ngga? makasih :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ngga tau kenapa dari paragraf pertama artikelnya aja udah setuju banget. soalnya saya sering ngerasa kadang2 orang di sekitar saya ngucapin kata-kata yang sebetulnya ngga perlu.</p>
<p>oh ya saya mau tanya dong, sebetulnya berbasa-basi dalam berkomunikasi itu perlu ngga? makasih <img src='http://ruangpsikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edelia</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/pembicara-bijaksana-hilangkan-meaningless-words/comment-page-1#comment-513</link>
		<dc:creator>edelia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 15:44:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=778#comment-513</guid>
		<description>terimakasih sebelumnya, sudah dianggap artikel yang bagus. :)
tidak dapat dipungkiri kata "ummm" atau "eeh" masih sering dipergunakan untuk mengisi jeda. namun, yang menjadi bahaya apabila hal ini menjadi kebiasaan dan menjadi terlalu sering diucapkan. jadi menurut saya, semakin cepat kita menyadari "calon kebiasaan" ini, semakin baik. yah, walaupun pada kenyataan saya pun masih mencoba untuk semakin meminimalisir penggunaannya. 
waaah, saya mohon maaf apabila artikel ini merendahkan beberapa pihak. sama sekali tidak berniat untuk seperti itu. kalau boleh tau, di bagian mana ya? agar bisa menjadi bahan evaluasi ke depannya. makasiiii. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih sebelumnya, sudah dianggap artikel yang bagus. <img src='http://ruangpsikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> tidak dapat dipungkiri kata &#8220;ummm&#8221; atau &#8220;eeh&#8221; masih sering dipergunakan untuk mengisi jeda. namun, yang menjadi bahaya apabila hal ini menjadi kebiasaan dan menjadi terlalu sering diucapkan. jadi menurut saya, semakin cepat kita menyadari &#8220;calon kebiasaan&#8221; ini, semakin baik. yah, walaupun pada kenyataan saya pun masih mencoba untuk semakin meminimalisir penggunaannya.<br />
waaah, saya mohon maaf apabila artikel ini merendahkan beberapa pihak. sama sekali tidak berniat untuk seperti itu. kalau boleh tau, di bagian mana ya? agar bisa menjadi bahan evaluasi ke depannya. makasiiii. <img src='http://ruangpsikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vessechusetz</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/pembicara-bijaksana-hilangkan-meaningless-words/comment-page-1#comment-511</link>
		<dc:creator>Vessechusetz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 06:40:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=778#comment-511</guid>
		<description>artikel ini bagus, namun ada beberapa hal yg mungkin kalau saya pikir memang harus di terapkan pada saat berbicara di depan public. seperti kata "ummm" atau "eeeeh" terkadang saya memang menggunakannya untuk mengisi jeda dan terkadang tidak...

Namun, artikel anda terkesan sangat merendahkan sebagian orang...namun ya saya pribadi will make an applause for this article. 

Article bagus yang keras dalam mendirik. keep up the good work</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikel ini bagus, namun ada beberapa hal yg mungkin kalau saya pikir memang harus di terapkan pada saat berbicara di depan public. seperti kata &#8220;ummm&#8221; atau &#8220;eeeeh&#8221; terkadang saya memang menggunakannya untuk mengisi jeda dan terkadang tidak&#8230;</p>
<p>Namun, artikel anda terkesan sangat merendahkan sebagian orang&#8230;namun ya saya pribadi will make an applause for this article. </p>
<p>Article bagus yang keras dalam mendirik. keep up the good work</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

