Orgasme pada Wanita: Bagaimana Cara Mendapatkannya
“Lelaki banyak maunya di ranjang. Mereka masih ingin menjadi ‘penguasa’, bahkan di atas tempat tidur. Jika perempuan tidak puas dengan pasangannya, para lelaki lebih senang perempuan memalsukan orgasme…” (dikutip dari salah satu majalah pria dewasa)
Tulisan diatas merupakan salah satu ekspresi kekecewaaan seorang wanita yang merasa bahwa kehidupan seksualnya tidak memuaskan. Meskipun kehidupan seksual memiliki ruang lingkup yang luas, bagi wanita seperti yang dikutip diatas, ketidakmampuan untuk mencapai orgasme atau harus berpura-pura mencapai orgasme agar pasangan senang merupakan salah satu masalah yang cukup banyak ditemui.
Untuk pria, mereka dikelompokkan menjadi tiga macam berdasarkan perilakunya di tempat tidur: 1.) pria yang peduli apakah pasangannya merasakan orgasme, 2.) pria yang tidak peduli apakah pasangannya merasakan orgasme, dan 3.) pria yang tidak tahu bahwa wanita bisa merasakan orgasme. Tetapi ada satu kesamaan pada tiga macam pria di atas: ketiganya pasti melakukan hubungan seksual karena menyukai kenikmatan yang diberikan oleh orgasme. Di saat hampir semua pria pernah merasakan orgasme (kecuali mereka yang mengalami abnormalitas), di dunia ini masih ada wanita yang tidak pernah mengalami orgasme seumur hidupnya.
Apakah orgasme itu? Orgasme adalah sebuah fase yang dirasakan tubuh saat stimulasi secara seksual mencapai puncaknya. Walau hanya berlangsung selama beberapa detik, tetapi dari hasil wawancara yang dilakukan Crooks dan Baur (2005), kenikmatan yang dihasilkan sungguh luar biasa. Partisipan pria dan wanita dari wawancara Crooks dan Baur (2005) menggambarkan orgasme sebagai sesuatu yang,
“nikmatnya tidak tergambarkan”,
“seperti surga”,
“membuat semua masalah terasa terangkat dari pikiran” (hal. 170).
Mungkin saat ini para pembaca pria tersenyum setuju karena pernah merasakan orgasme (minimal pada penghujung mimpi basah). Tetapi, penulis tidak terkejut kalau para pembaca wanita memperlihatkan wajah tidak mengerti.
Ya, memang sampai saat ini, masih ada wanita dewasa yang belum pernah merasakan orgasme sepanjang hidupnya (di Amerika Serikat saja, 5-10% wanita diperkirakan belum pernah merasakan orgasme dalam hidupnya). Tapi kalau alasannya adalah karena memiliki suami yang tidak mengusahakan datangnya orgasme, itu adalah sebuah masalah keegoisan lelaki yang sebenarnya harus diselesaikan. Pada kenyataannya, orgasme tidak hanya datang dari hubungan seksual, tapi orgasme juga bisa terjadi melalui mastrubasi. Meskipun demikian, khususnya pada wanita yang sudah menikah, melakukan masturbasi merupakan hal yang masih dianggap tabu untuk dilakukan/
Sebelum para istri melabrak suaminya, ingatlah bahwa ada kemungkinan para pria tersebut tidak tahu bahwa wanita bisa merasakan orgasme. Bahkan sampai tahun 1950-an, sebelum Alfred Kinsey melakukan penelitian tentang seks secara besar-besaran, hanya segelintir orang saja di dunia ini yang mengetahui bahwa kenikmatan di penghujung seks yang bisa membuat pria berdesah-desah tersebut bisa juga dirasakan oleh wanita. Tetapi, di tahun 2000-an ini, tentu harusnya para wanita sudah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menuntut haknya tersebut.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan Anda, para pembaca wanita, untuk merasakan orgasme.
Pertama, kenali tubuh, cari tahu sentuhan seperti apa yang paling disukai. Bagian-bagian tubuh wanita yang memiliki banyak syaraf (sehingga mudah distimulasi) adalah bibir, daun telinga, dubur, payudara, dan vagina, di mana dua bagian yang terakhir disebutkan adalah bagian yang paling sensitif dan paling efektif dalam menimbulkan orgasme. Coba sentuh bagian-bagian tersebut untut menemukan tempat favorit. Kelas-kelas terapi seks di Amerika Serikat bahkan menganjurkan wanita untuk melakukan masturbasi, agar dapat memberi instruksi spesifik pada pasangan bagaimana cara memuaskan sang wanita.
Kedua, setelah mengetahui tempat yang disukai, komunikasikan pada suami Anda temuan-temuan Anda tersebut. Mintalah dengan baik-baik pada suami untuk lebih sering menghabiskan waktu di lokasi-lokasi tersebut pada saat berhubungan badan.
Ketiga, karena wanita membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapai orgasme, ajaklah suami untuk memperpanjang waktu foreplay, khususnya di tempat-tempat favorit tadi.
Keempat, setelah penetrasi, jangan malu untuk melakukan stimulasi sendiri pada tubuh atau meminta suami untuk melakukannya. Semoga, dengan meningkatnya komunikasi suami-istri, pengertian mengenai stimulasi yang disukai istri, dan perpanjangan waktu foreplay, kemungkinan istri untuk merasakan orgasme menjadi semakin besar.
Sumber:
Crooks, R. & Baur, K. (2005). Our Sexuality (9th ed.). USA: Thomson Wadworth.
Film: Kinsey.
Kuliah Perilaku Seksual, Fakultas Psikologi UI.
Picture taken from http://www.flickr.com/photos/phantomx/114060289/
Catatan:
Hubungi penulis untuk mengetahui tips-tips yang lebih spesifik, yang tidak dapat dipublikasikan di sini untuk melindungi pembaca minor.









penasaran… apakah sudah banyak istri di Indonesia yg sudah merasakan orgasme karena suami? adakah yang bersedia share? secara anonimus saja
jadi pengen curhat…
saat di kereta, aku pernah mendengar seorang pria paruh baya berkata, “Kira-kira lesbian bisa orgasme ga yah?”
dalam hari hanya bisa menjawab, “Lesbian itu perempuan, Bung, sama seperti istri anda. jadi tanyakan saja pada istri anda, apakan wanita bisa orgasme?”
sepertinya pengetahuan mengenai wanita juga bisa orgasme masih sangat minim di indonesia..aku pikir sih wajar, coz di indonesia kan pembicaraan mengenai seksualitas MASIH dianggap tabu…
@ ayu: “MASIH dianggap tabu…”
makanya,www.ruangpsikologi.com mencoba mencerdaskan masyarakat, dan mendobrak budaya tersebut dengan tema seks di bulan ini
seks…
[...]Orgasme pada Wanita: Bagaimana Cara Mendapatkannya | RuangPsikologi.Com Webzine Psikologi Modern[...]…
Leave your response!
Follow us!
ISBA Award - Gold Blog
Tags
anak belajar bicara di depan umum cinta diri ekonomi eksperimen emosi freud gangguan gender homoseksual indonesia karir kecemasan kematian kepribadian kesehatan klinis leader makanan neuropsikologi orang tua pacaran pendidikan perempuan Perilaku seksual perkembangan psikologi psikologi anak psikologi ekonomi Psikologi Industri & Behavioral Economy Psikologi klinis Psikologi pendidikan Psikologi perkembangan psikologi positif psikologi seks Psikologi sosial Psikologi Umum & Eksperimen public speaking remaja seks seksual sosial wanita Blog (10)
Essay (148)
Featured (140)
Headline (136)
Lain-lain (35)
News (6)
Psikologi Industri & Behavioral Economy (17)
Psikologi klinis (44)
Psikologi Olahraga (2)
Psikologi pendidikan (15)
Psikologi Perilaku Seksual (5)
Psikologi perkembangan (29)
Psikologi sosial (45)
Psikologi Umum & Eksperimen (31)
Uncategorized (7)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Ruang Psikologi's Friends
Facebook Friends
Already a member?Login
Newsletter subscription
Recent Comments
Blogroll
Browse by Authors
- amarilldo (RSS) (11)
- edelia (RSS) (4)
- Jono (RSS) (35)
- Khrisnaresa adytia (RSS) (23)
- Lois (RSS) (13)
- Melita Tarisa (RSS) (8)
- Nia Janiar (RSS) (24)
- Penulis Tamu (RSS) (22)
- ramadion (RSS) (22)
Powered by Authors WidgetArchives
How many people are with us?
Link to us!
Want to spread the word about Ruangpsikologi.com?
Here's how to add the above picture to your website. Click inside the box, press ctrl+a, left click your mouse and click copy. Paste it into your webpage.
Recent Trackbacks
Recent Posts
Most Commented
Most Viewed