Home » Essay, Featured, Headline, Psikologi sosial

Optimisme yang Tercermin dari Evolusi Pandangan Mengenai Pemimipin

23 June 2009 1,366 views No Comment

king_arthur_3Dalam setiap kelompok manusia, biasanya ada yang memimpin di dalam kelompok itu. Mulai dari kelompok kecil sampai dengan kelompok yang berskala besar. Hal tersebut berlaku dari zaman dahulu sebelum muncul dan berkembangnya ilmu pengetahuan seperti sekarang ini. Tengoklah keberadaan raja dan ratu di berbagai kebudayaan di dunia: dari ratu inggris yang memimpin satu negeri, sampai raja-raja pada suku-suku di indonesia (beberapa disebut sultan) yang hanya memimpin daerah-daerah kecil.. Dan kini kita mengenal adanya presiden atau perdana menteri yang memimpin suatu negara serta pemerintahan sebagai kaki tangan orang yang memimpin suatu kelompok manusia. Satu hal yang tidak pernah berubah adalah pasti ada satu atau beberapa orang yang memimpin sekelompok orang, namun bila menilik cerita-cerita sejarah serta perubahan sistem memilih pemimpin, dapat dipastikan ada yang berubah seiring berkembangnya ilmu pengetahuan manusia.

Hal yang berubah adalah berkembangnya pandangan manusia terhadap apa yang menjadikan seseorang sebagai pemimpin. Cerita mengenai Kaisar Jepang memiliki keagungan matahari sejak lahir adalah salah satu bukti bahwa pemimpin adalah bawaan. Contoh lainnya adalah adanya kaum ‘bangsawan’ yang memimpin kaum jelata pada zaman pertengahan di eropa. Kaum bangsawan dan kaum jelata mendapatkan predikat tersebut sejak mereka lahir dan tanpa melakukan apapun karena hal tersebut merupakan status yang ‘terberi’ begitu saja.

Kini, dengan ilmu pengetahuan yang berkembang, kita semakin mengkritisi sebenarnya apa yang membuat seseorang menjadi pemimpin. Dalam ilmu Psikologi, dikemukakanlah adanya teori trait / kepribadian (trait theory) dan teori tingkah laku (behavioral theory), yaitu pandangan-pandangan mengenai kepemimpinan. Kepemimpinan sendiri berarti kemampuan untuk mempengaruhi sekelompok orang untuk mencapai tujuan atau goal tertentu (Robbins & Judge, 2007). Hal-hal yang dapat mempengaruhi orang lain tersebut dapat bermacam-macam, mulai dari jabatan atau kekuatan legitimasi atau kharisma.

Dalam teori trait, pembedaan pemimpin dan non-pemimpin terletak pada kualitas pribadi dan karakteristik. Perspektif ini menganggap bahwa pemimpin haruslah orang yang ‘tepat’. Orang-orang seperti Barack Obama, Steve Jobs (CEO dari Apple) dan Nelson Mandela adalah orang-orang yang terkenal dengan karakteristik berkharisma, antusias, dan berani, karena itulah mereka ‘tepat’ di tempatnya sebagai pemimpin. Selain itu, kepribadian yang menjadi karakterisik pemimpin adalah ambisius dan berenergi – kedua hal tersebut adalah bagian dari karakteristik orang yang ekstrovert. Kecerdasan emosional juga menjadi hak yang penting bagi seoarang pemimpin, khususnya kecerdasan empati karena seorang pemimpin yang memiliki rasa empati yang tinggi akan mampu merasakan kebutuhan orang lain, mendengarkan apa yang diinginkan oleh pengikutnya, dan mampu membaca reaksi dari orang lain.

Lain halnya dengan teori tingkah laku yang memandang siapapun dapat menjadi pemimpin, hanya tinggal memodifikasi tingkah lakunya. Teori ini tidak mempersoalkan sifat bawaan dari seorang pemimpin, karena yang terpenting adalah perilaku yang tepat dalam memimpin. Hasil penelitian dari University of Michigan menunjukkan bahwa 2 jenis gaya dalam memimpin, yaitu Employee-oriented dan Production-oriented. Pemimpin yang bergaya employee-oriented akan mementingkan hubungan antar manusia di dalam kepemimpinannya. Ia akan menjadi orang yang menomorsatukan hubungan kerja dan berusaha mengarahkan anak buahnya ke tujuan utama dari kelompoknya, serta memperhatikan para pengikutnya secara pribadi. Sedangkan pada pemimpin yang bergaya production-oriented akan lebih mementingkan aspek teknikal dari tercapainya suatu tujuan. Hal yang utama baginya adalah menyelesaikan suatu goal. Tipe pemimpin seperti ini sering terlihat pada operasi militer yang sangat mementingkan terlaksananya perintah dari atasan. Dengan kedua gaya yang berbeda, University of Michigan lebih menganjurkan untuk berorientasi pada anak buah atau employee-oriented karena hasil penelitian banyak menunjukkan produktivitas dan kepuasan kerja yang lebih tinggi apabila pemimpinnya berorientasi pada anak buah..

Perubahan pandangan manusia mengenai pemimpin telah terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama; pandangan bahwa pemimpin hanyalah ‘orang-orang terpilih’ menjadi siapa saja dapat menjadi pemimpin. Teori trait adalah representasi bahwa pemimpin adalah seseorang yang ‘terpilih’ sedangkan teori tingkah laku adalah representasi bahwa siapa saja dapat menjadi pemimpin. Hal tersebut menunjukkan adanya contoh nyata dari optimisme manusia yang berkembang.

Sumber:

foto: http://www.logoi.com/pastimages/king_arthur.html

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word