<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Neuropsikologi Ganja</title>
	<atom:link href="http://ruangpsikologi.com/neuropsikologi-ganja/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangpsikologi.com/neuropsikologi-ganja</link>
	<description>Webzine Psikologi Modern</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 03:56:24 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ramadion</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/neuropsikologi-ganja/comment-page-1#comment-220</link>
		<dc:creator>ramadion</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 16:55:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=471#comment-220</guid>
		<description>Ki Ageng Selow punya FB, kok. coba di search saja username itu. atau, username Mbah Surip. doi suka ganti2 username soalnya :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ki Ageng Selow punya FB, kok. coba di search saja username itu. atau, username Mbah Surip. doi suka ganti2 username soalnya :p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: reza</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/neuropsikologi-ganja/comment-page-1#comment-218</link>
		<dc:creator>reza</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 10:06:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=471#comment-218</guid>
		<description>gw demen bgt tuh essaynya Ki ageng woles hehehe..punya FB gak?
lam kenal sebelumnya .. ..referensi darimana klo otak punya tnyt reseptor2 'ajaib' itu?
tp itu semua gak di bakarkan cara pemakaiannya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gw demen bgt tuh essaynya Ki ageng woles hehehe..punya FB gak?<br />
lam kenal sebelumnya .. ..referensi darimana klo otak punya tnyt reseptor2 &#8216;ajaib&#8217; itu?<br />
tp itu semua gak di bakarkan cara pemakaiannya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ki Ageng Selow</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/neuropsikologi-ganja/comment-page-1#comment-191</link>
		<dc:creator>Ki Ageng Selow</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 11:26:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=471#comment-191</guid>
		<description>@ wendri &amp; dion : 

Sistem endocannabinoid beda sama opiat, tetapi secara garis besar sama cara kerjanya... dimana ada molekul neurotransmitter dan ada reseptor dimana molekul tadi bisa menempel dan mempengaruhi aktifitas sel syaraf. Berbagai zat narkotika dan psikotropika mengandung molekul2 psikoaktif yang masing-masing punya reseptornya di otak manusia (tanpa reseptor, molekul tadi tidak akan dapat beinteraksi dengan syaraf manusia dan tidak bisa dikategorikan sebagai "psikoaktif"). 

Yang menarik adalah, dari mulai nikotin, opium, kokain, jamur halusinogen ('magic mushroom') hingga kecubung, semuanya memiliki pasangan reseptor di otak manusia. Fakta ini menunjukkan bahwa secara genetik manusia memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tanaman-tanaman "memabukkan". Ada juga kesimpulan lain yang menyebutkan kalo tanaman-tanaman memabukkan-nya yg punya adaptasi yang tinggi sehingga bisa memproduksi molekul-molekul yang disukai oleh spesies manusia

Selain berperan dalam komunikasi antar syaraf, penulis juga sudah membeberkan panjang lebar "peran" cannabinoid dalam berbagai sistem pada tubuh manusia di paragraf ke-6... endocannabinoid (cannabinoid yang diproduksi oleh tubuh manusia sendiri) ternyata memiliki peran yang sangat penting dalam survival spesies manusia, salah satunya; kandungan cannabinoid dalam air susu ibu ternyata merangsang bayi untuk aktif menyusui dan mencari puting ibunya; endocannabinoid juga berperan dalam peningkatan sensitifitas indera manusia (pendengaran, penglihatan dll) pada saat-saat tertentu dimana ketajaman indera dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan fisik atau memperkuat (reinforce) pengalaman yang dirasakan. 

Inilah mengapa banyak pemakai ganja merasakan nafsu makan yang lebih tinggi saat menghisap ganja daripada saat sadar, selain itu 'sensasi' makanan-minuman yang masuk juga lebih 'kaya' dengan 'informasi' dalam bentuk stimulus-stimulus yang membuat banyak orang merasakan masakan-masakan yang diberi ganja jauh lebih gurih dan nikmat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ wendri &amp; dion : </p>
<p>Sistem endocannabinoid beda sama opiat, tetapi secara garis besar sama cara kerjanya&#8230; dimana ada molekul neurotransmitter dan ada reseptor dimana molekul tadi bisa menempel dan mempengaruhi aktifitas sel syaraf. Berbagai zat narkotika dan psikotropika mengandung molekul2 psikoaktif yang masing-masing punya reseptornya di otak manusia (tanpa reseptor, molekul tadi tidak akan dapat beinteraksi dengan syaraf manusia dan tidak bisa dikategorikan sebagai &#8220;psikoaktif&#8221;). </p>
<p>Yang menarik adalah, dari mulai nikotin, opium, kokain, jamur halusinogen (&#8217;magic mushroom&#8217;) hingga kecubung, semuanya memiliki pasangan reseptor di otak manusia. Fakta ini menunjukkan bahwa secara genetik manusia memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tanaman-tanaman &#8220;memabukkan&#8221;. Ada juga kesimpulan lain yang menyebutkan kalo tanaman-tanaman memabukkan-nya yg punya adaptasi yang tinggi sehingga bisa memproduksi molekul-molekul yang disukai oleh spesies manusia</p>
<p>Selain berperan dalam komunikasi antar syaraf, penulis juga sudah membeberkan panjang lebar &#8220;peran&#8221; cannabinoid dalam berbagai sistem pada tubuh manusia di paragraf ke-6&#8230; endocannabinoid (cannabinoid yang diproduksi oleh tubuh manusia sendiri) ternyata memiliki peran yang sangat penting dalam survival spesies manusia, salah satunya; kandungan cannabinoid dalam air susu ibu ternyata merangsang bayi untuk aktif menyusui dan mencari puting ibunya; endocannabinoid juga berperan dalam peningkatan sensitifitas indera manusia (pendengaran, penglihatan dll) pada saat-saat tertentu dimana ketajaman indera dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan fisik atau memperkuat (reinforce) pengalaman yang dirasakan. </p>
<p>Inilah mengapa banyak pemakai ganja merasakan nafsu makan yang lebih tinggi saat menghisap ganja daripada saat sadar, selain itu &#8217;sensasi&#8217; makanan-minuman yang masuk juga lebih &#8216;kaya&#8217; dengan &#8216;informasi&#8217; dalam bentuk stimulus-stimulus yang membuat banyak orang merasakan masakan-masakan yang diberi ganja jauh lebih gurih dan nikmat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rinaldi Akalas</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/neuropsikologi-ganja/comment-page-1#comment-172</link>
		<dc:creator>Rinaldi Akalas</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 13:11:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=471#comment-172</guid>
		<description>tetap meniliti ganja? setuju..
legalitas ganja kan masih rancu, diberbagai negara ada yg mengganggap legal dan ilegal. kekurangan dan kelebihannya pun masih dipertanyakan.. bahkan sebelum ngebaca artikel ini saya mikir ganja itu hanya bisa merusak badan kita aja, gak ada dampak positifnya sama sekali. 
wah kalo bener2 ada penelitian yg bisa ngebuktiin kalo ganja itu lebih banyak manfaatnya, oke banget tuh..! hehehe

saya berpendapat, asalakan masih dalam batasnya (tidak berlebihan) dan tidak merugikan orang lain, gak ada kata haram tuh hehehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tetap meniliti ganja? setuju..<br />
legalitas ganja kan masih rancu, diberbagai negara ada yg mengganggap legal dan ilegal. kekurangan dan kelebihannya pun masih dipertanyakan.. bahkan sebelum ngebaca artikel ini saya mikir ganja itu hanya bisa merusak badan kita aja, gak ada dampak positifnya sama sekali.<br />
wah kalo bener2 ada penelitian yg bisa ngebuktiin kalo ganja itu lebih banyak manfaatnya, oke banget tuh..! hehehe</p>
<p>saya berpendapat, asalakan masih dalam batasnya (tidak berlebihan) dan tidak merugikan orang lain, gak ada kata haram tuh hehehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kewell Wachyudi Mardin</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/neuropsikologi-ganja/comment-page-1#comment-171</link>
		<dc:creator>Kewell Wachyudi Mardin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 09:49:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=471#comment-171</guid>
		<description>wah pantesan orng yg ngeganja tuh ktnaya otak mereka bisa bkerja secara multi tasking,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah pantesan orng yg ngeganja tuh ktnaya otak mereka bisa bkerja secara multi tasking,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

