Mengurangi Rasa Sakit di Malam Pertama: Cukup 5 Menit
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, malam pertama sepasang pengantin masih menjadi suatu ritual yang sakral. Pada malam itu, pengantin wanita melepas keperawanannya dengan berhubungan seks untuk pertama kalinya. Hymen yang selama hidupnya “menyegel” vagina pun robek.
Robeknya Hymen yang merupakan jaringan kulit ini tentu memberikan rasa sakit. Tetapi, ketidaknyamanan ini sudah diterima sebagai sebuah fase yang harus dijalani oleh setiap wanita. Semua wanita yang pernah penulis ajak diskusi mengenai ini sudah menyiapkan dirinya untuk “malam sakral” itu. Tetapi, bagaimana jika rasa sakit itu bisa dikurangi? Penulis mengetahui sebuah cara yang telah teruji secara klinis.
Pertama, tenangkan diri sang wanita. Pastikan sang wanita bernafas secara normal (tidak tertahan atau susah untuk bernafas karena tegang). Sang pria dapat membantu dengan memperlakukan wanita dengan lembut, dan tidak terburu-buru untuk melakukan penetrasi.
Kedua, pastikan pasangan melakukan pemanasan (foreplay) yang cukup. Seks tidak hanya terbatas pada masuknya penis ke dalam vagina. Pasangan dapat melakukan rangsangan awal dengan ciuman, pelukan, pijatan, dan rabaan. Pemanasan ini akan membuat vagina wanita terlubrikasi dengan baik, dan membuat sang wanita makin tenang (yang akhirnya akan menurunkan ketegangan pada hymen).
Ketiga, lakukan peregangan pada hymen. Masukkan ujung jari yang sudah dibasahi (dengan ludah atau lubrikan yang steril) ke vagina. Kemudian, dorong ke arah bawah (ke arah anus) sampai sang wanita merasakan hymennya sedikit meregang, lalu tahan beberapa detik. Ulangi cara ini beberapa kali.
Lalu, masukkan dua buah jari ke vagina dengan posisi vertikal. Kemudian, tekan kedua sisi vagina (ke arah pinggul/kiri dan kanan). Jari telunjuk ke kanan, jari tengah ke kiri. Tahan beberapa detik. Lalu, dorong kembali hymen ke arah anus.
Dengan tenangnya sang wanita, vagina yang terlubrikasi, dan peregangan di atas, rasa sakit saat penetrasi pertama kali akan berkurang.
sumber:
- our sexuality (Crooks & Baur, 2005)
- kuliah perilaku seksual
Sumber foto:
http://spacecollective.org/userdata/5cb0etHy/1198690319/dolphin%20bottle.jpg
(jangan khawatir, anak kecil hanya akan melihat 9 bayangan lumba-lumba di dalam botol)









yon, gw tambahin.
kasih tau si cw betapa lo cinta ato betapa dia cantik ato
betapa dia menarik gitu2…
kemudian, tatap matanya…
cium si cw
dan tatap matanya lekat2
ketika gerakan melesakkan mulai dilakukan…
hmm, hymen gak selalu berdarah dan belum tentu sakit,
yang pasti sih kaget aja karena belum terbiasa…
setelah penis masuk sepenuhnya
diemin dulu…
biarin cwnya terbiasa… ngobrol lah dikit yang intim
lalu mulai digerakin…
pelan-pelan aja sampe sekitar 15menit…
don’t end it too fast, bikin sekitar dua jam juga oke…
itu klo pria2nya gak egois dan rela nahan…
sebuah masukan dari yang sudah berpengalaman
wah, menarik bangeeet. Makasih ya yon atas informasi berharga ini..wehehehehehe
berbagi pengetahuan juga nih (bukan pengalaman lho).hehehe…
foreplay untuk wanita itu penting banget, coz foreplay yang oke akan menentukan seberapa banyak cairan lubrikasi keluar..dan cairan itu penting untuk melancarkan/melicinkan penetrasi n tentunya memngurangi rasa sakit…
oya, buat pembahasan juga dunk tentang hymen…ga semua perempuan punya hymen lho…ada juga yang memang terlahir tanpa hymen…dan hymen ntu bentuk n ketebalannya macam-macam… klo ga salah ini juga menentukan seberapa sakitnya wanita saat melakukan penetrasi…
ada lho wanita yang sudah beberapa kali penetrasi, namun tetap merasakan sakit, ntu karena hymennya terlalu tebal dan tidak robek pada malam pertama.
@ ayu: great infos
gimana kalau Ayu bikin artikel tentang hymen? nanti kami publish
kirim ke ramaximus_dionius@yahoo.com aja
he…aku???
aku bingung hubunginnya dengan psikologi…
jangan deh…aku ga jago nulis…
malu malu…
Leave your response!
Follow us!
Tags
anak bicara di depan umum cinta diri ekonomi eksperimen filsafat freud gangguan gay homoseksual identitas indonesia kecemasan kematian kepribadian kesehatan klinis leader maslow masyarakat neuropsikologi orang tua pacaran pendidikan perempuan Perilaku seksual perkembangan presentasi produktivitas psikologi psikologi anak psikologi ekonomi Psikologi klinis Psikologi pendidikan Psikologi perkembangan psikologi positif Psikologi sosial psikopat public speaking remaja seks seksual sosial wanita
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Ruang Psikologi's Friends
Facebook Friends
Already a member?Login
Newsletter subscription
Recent Comments
Blogroll
Browse by Authors
- amarilldo (RSS) (11)
- edelia (RSS) (4)
- Jono (RSS) (12)
- Khrisnaresa adytia (RSS) (13)
- Lois (RSS) (10)
- Melita Tarisa (RSS) (5)
- Nia Janiar (RSS) (15)
- Penulis Tamu (RSS) (17)
- ramadion (RSS) (16)
Powered by Authors WidgetArchives
How many people are with us?
Link to us!
Want to spread the word about Ruangpsikologi.com?
Here's how to add the above picture to your website. Click inside the box, press ctrl+a, left click your mouse and click copy. Paste it into your webpage.
Recent Trackbacks
Recent Posts
Most Commented
Most Viewed