<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Mengenal Sindrom Asperger Melalui Mary and Max</title>
	<atom:link href="http://ruangpsikologi.com/mengenal-sindrom-asperger-melalui-mary-and-max/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangpsikologi.com/mengenal-sindrom-asperger-melalui-mary-and-max</link>
	<description>Webzine Psikologi Modern</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 03:49:57 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: amiew</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/mengenal-sindrom-asperger-melalui-mary-and-max/comment-page-1#comment-1837</link>
		<dc:creator>amiew</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 05:41:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=951#comment-1837</guid>
		<description>si Max ini punya syndrom yang sama ngga sih sama film Adam?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>si Max ini punya syndrom yang sama ngga sih sama film Adam?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: K</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/mengenal-sindrom-asperger-melalui-mary-and-max/comment-page-1#comment-1289</link>
		<dc:creator>K</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 18:26:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=951#comment-1289</guid>
		<description>Sebelum memulai saya ingin mengakatakan bahwa saya Asperger. Penggambaran dalam film itu memang sesuai, tapi situasi yang dijadikan contoh adalah dalam taraf yang paling ekstrim. Begini, situasi yang diberikan itu tetap masuk dalam kategori langka bahwa untuk kalangan pengidap Asperger sendiri, dan sudah hampir menyentuh taraf "membesar-besarkan". Karena penggarapan dalam sudut seperti itu, para Asperger bisa-bisa bakal dianggap "freak". Nyatanya, jauhhhhhh lebih banyak Asperger yang terlihat normal dan baru terdiagnosis ketika sudah dewasa. 

To be honest, bukan bermaksud menyerang, deskripsi dari wikipedia lebih netral dan "wajar". Satu hal lagi yang menarik, (dan saya pun tidak mengerti kenapa bisa terjadi demikian) coba Anda baca artikel-artikel tentang Asperger versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dalam artikel bahasa Inggris selalu ditekankan bahwa Asperger bukan sejenis penyakit yang harus disembuhkan, dan itu hanya masalah perilah cognitive ability yang berbeda saja. Sedangkan artikel dalam bahasa Indonesia nampak jelas, dan hampir selalu, menggambarkan mereka sebagai "freak".

Kenapa saya berkata seperti ini, karena pada dasarnya saya merasa tersinggung dengan artikel ini. Sekali lagi, ya Asperger itu memang diperlihatkan dengan baik dalam film tersebut, tapi itu adalah Asperger dalam kondisi yang sangat ekstrim, dan faktanya adalah termasuk langka penderita Asperger yang mencapai kondisi itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum memulai saya ingin mengakatakan bahwa saya Asperger. Penggambaran dalam film itu memang sesuai, tapi situasi yang dijadikan contoh adalah dalam taraf yang paling ekstrim. Begini, situasi yang diberikan itu tetap masuk dalam kategori langka bahwa untuk kalangan pengidap Asperger sendiri, dan sudah hampir menyentuh taraf &#8220;membesar-besarkan&#8221;. Karena penggarapan dalam sudut seperti itu, para Asperger bisa-bisa bakal dianggap &#8220;freak&#8221;. Nyatanya, jauhhhhhh lebih banyak Asperger yang terlihat normal dan baru terdiagnosis ketika sudah dewasa. </p>
<p>To be honest, bukan bermaksud menyerang, deskripsi dari wikipedia lebih netral dan &#8220;wajar&#8221;. Satu hal lagi yang menarik, (dan saya pun tidak mengerti kenapa bisa terjadi demikian) coba Anda baca artikel-artikel tentang Asperger versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dalam artikel bahasa Inggris selalu ditekankan bahwa Asperger bukan sejenis penyakit yang harus disembuhkan, dan itu hanya masalah perilah cognitive ability yang berbeda saja. Sedangkan artikel dalam bahasa Indonesia nampak jelas, dan hampir selalu, menggambarkan mereka sebagai &#8220;freak&#8221;.</p>
<p>Kenapa saya berkata seperti ini, karena pada dasarnya saya merasa tersinggung dengan artikel ini. Sekali lagi, ya Asperger itu memang diperlihatkan dengan baik dalam film tersebut, tapi itu adalah Asperger dalam kondisi yang sangat ekstrim, dan faktanya adalah termasuk langka penderita Asperger yang mencapai kondisi itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wAkhId</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/mengenal-sindrom-asperger-melalui-mary-and-max/comment-page-1#comment-1163</link>
		<dc:creator>wAkhId</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Mar 2011 09:45:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=951#comment-1163</guid>
		<description>I LIKE THIS, , , , , , 
ilmu Q mEnjaDi bErtAmbah soAl psiKologi. . . .
dAn suDah laMa Q peNgen tAu apa itu sIndrome aSperGer. . . . . 
dAn seKarang tErjaWab sudah. . . . .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I LIKE THIS, , , , , ,<br />
ilmu Q mEnjaDi bErtAmbah soAl psiKologi. . . .<br />
dAn suDah laMa Q peNgen tAu apa itu sIndrome aSperGer. . . . .<br />
dAn seKarang tErjaWab sudah. . . . .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: KHAN</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/mengenal-sindrom-asperger-melalui-mary-and-max/comment-page-1#comment-829</link>
		<dc:creator>KHAN</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 09:07:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=951#comment-829</guid>
		<description>tontonlah film My Name is KHAN,
yg mngisahkan kisah
mengharukan seorang muslim yg
asperger sindrom.. Sangat2
mnyntuh..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tontonlah film My Name is KHAN,<br />
yg mngisahkan kisah<br />
mengharukan seorang muslim yg<br />
asperger sindrom.. Sangat2<br />
mnyntuh..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nia Janiar</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/mengenal-sindrom-asperger-melalui-mary-and-max/comment-page-1#comment-763</link>
		<dc:creator>Nia Janiar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 08:28:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=951#comment-763</guid>
		<description>Sama-sama. Semoga bermanfaat ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sama-sama. Semoga bermanfaat ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

