<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Makna Hidup: Cahaya di atas Ketakutan</title>
	<atom:link href="http://ruangpsikologi.com/makna-hidup-cahaya-di-atas-ketakutan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangpsikologi.com/makna-hidup-cahaya-di-atas-ketakutan</link>
	<description>Webzine Psikologi Modern</description>
	<pubDate>Mon, 21 May 2012 17:57:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ramadion</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/makna-hidup-cahaya-di-atas-ketakutan/comment-page-1#comment-382</link>
		<dc:creator>ramadion</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 08:47:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=606#comment-382</guid>
		<description>"Akan tetapi saya rasa tidak ada salahnya untuk bertanya, supaya pada akhirnya keyakinan yang dihasilkan adalah keyakinan yang bertanggungjawab bukan berupa keyakinan yang buta"

copy that! noted! good opinion :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Akan tetapi saya rasa tidak ada salahnya untuk bertanya, supaya pada akhirnya keyakinan yang dihasilkan adalah keyakinan yang bertanggungjawab bukan berupa keyakinan yang buta&#8221;</p>
<p>copy that! noted! good opinion <img src='http://ruangpsikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nia Janiar</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/makna-hidup-cahaya-di-atas-ketakutan/comment-page-1#comment-379</link>
		<dc:creator>Nia Janiar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 07:20:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=606#comment-379</guid>
		<description>@Jo:
Sebenernya ini bukan ngelantur. Ini kan berangkat dari apa yang dikemukakan penulis tentang teori Frankl. Kebetulan ada yang bertanya, ya dijelaskanlah berdasarkan teori - bukan common sense. Lalu komentator tanya lagi tentang eksistensialisme, ya kami fasilitasi agar pertanyaannya terpenuhi.

Namanya juga diskusi, komunikasi dua arah.

@Rara:
Oh, begitu? Wah ... ngerti deh saya sekarang. Makasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Jo:<br />
Sebenernya ini bukan ngelantur. Ini kan berangkat dari apa yang dikemukakan penulis tentang teori Frankl. Kebetulan ada yang bertanya, ya dijelaskanlah berdasarkan teori - bukan common sense. Lalu komentator tanya lagi tentang eksistensialisme, ya kami fasilitasi agar pertanyaannya terpenuhi.</p>
<p>Namanya juga diskusi, komunikasi dua arah.</p>
<p>@Rara:<br />
Oh, begitu? Wah &#8230; ngerti deh saya sekarang. Makasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rara</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/makna-hidup-cahaya-di-atas-ketakutan/comment-page-1#comment-378</link>
		<dc:creator>Rara</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 02:48:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=606#comment-378</guid>
		<description>Wuii.. diskusinya menjadi seru, terutama mengenai master mind :)Mengenai keberadaan Tuhan atau Mastermind atau apapun cara penyebutan manusia terhadapNya saya rasa pada dasarnya memang kembali pada individu masing-masing. Akan tetapi saya rasa tidak ada salahnya untuk bertanya, supaya pada akhirnya keyakinan yang dihasilkan adalah keyakinan yang bertanggungjawab bukan berupa keyakinan yang buta 

@vendy 
mengenai agama sebagai jawaban dari rasa takut atau pencarian makna hidup, klo dari saya pribadi lebih prefer untuk menyebutkannya dalam kerangka kepercayaan akan The Higher Power, sesuatu yang lebih besar dari kita, karena bagi saya agama cenderung lebih dekat pada ritual atau cara hidup sedangkan kepercayaan terhadap The Higher Power adalah sesuatu yang pada beberapa kasus dapat berdiri sendiri. Walaupun ini menjadi jawaban akan pencarian makna hidup bagi sebagian orang, Akan tetapi, bagi saya tiap orang sangat mungkin untuk menemukan jawaban yang berbeda atas makna hidupnya (dalam arti tidak hanya sekedar agama atau the higher power itu).

@Nia
mengenai penggunaan kata "kami" dalam Al Quran, kebetulan saya pernah membaca salah satu referensi. "Kami" dipergunakan ketika Tuhan melakukan sesuatu bersama dengan salah satu ciptaannya, misalnya ketika menurunkan suatu perintah, Dia melakukannya dengan perantara malaikat Jibril. Begitu yang saya pernah baca :)

Cheers,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wuii.. diskusinya menjadi seru, terutama mengenai master mind :)Mengenai keberadaan Tuhan atau Mastermind atau apapun cara penyebutan manusia terhadapNya saya rasa pada dasarnya memang kembali pada individu masing-masing. Akan tetapi saya rasa tidak ada salahnya untuk bertanya, supaya pada akhirnya keyakinan yang dihasilkan adalah keyakinan yang bertanggungjawab bukan berupa keyakinan yang buta </p>
<p>@vendy<br />
mengenai agama sebagai jawaban dari rasa takut atau pencarian makna hidup, klo dari saya pribadi lebih prefer untuk menyebutkannya dalam kerangka kepercayaan akan The Higher Power, sesuatu yang lebih besar dari kita, karena bagi saya agama cenderung lebih dekat pada ritual atau cara hidup sedangkan kepercayaan terhadap The Higher Power adalah sesuatu yang pada beberapa kasus dapat berdiri sendiri. Walaupun ini menjadi jawaban akan pencarian makna hidup bagi sebagian orang, Akan tetapi, bagi saya tiap orang sangat mungkin untuk menemukan jawaban yang berbeda atas makna hidupnya (dalam arti tidak hanya sekedar agama atau the higher power itu).</p>
<p>@Nia<br />
mengenai penggunaan kata &#8220;kami&#8221; dalam Al Quran, kebetulan saya pernah membaca salah satu referensi. &#8220;Kami&#8221; dipergunakan ketika Tuhan melakukan sesuatu bersama dengan salah satu ciptaannya, misalnya ketika menurunkan suatu perintah, Dia melakukannya dengan perantara malaikat Jibril. Begitu yang saya pernah baca <img src='http://ruangpsikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cheers,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vendy</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/makna-hidup-cahaya-di-atas-ketakutan/comment-page-1#comment-371</link>
		<dc:creator>vendy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 01:56:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=606#comment-371</guid>
		<description>agree with Jo. teorema bad barrel (Lucifer Effect) pun bisa ambil bagian dalam proses penanaman ketakutan :D

@Rama: brb, mau kenalan sama om Richard dulu; kayaknya pendapat dia menarik :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>agree with Jo. teorema bad barrel (Lucifer Effect) pun bisa ambil bagian dalam proses penanaman ketakutan <img src='http://ruangpsikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Rama: brb, mau kenalan sama om Richard dulu; kayaknya pendapat dia menarik <img src='http://ruangpsikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jo</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/makna-hidup-cahaya-di-atas-ketakutan/comment-page-1#comment-370</link>
		<dc:creator>Jo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 10:21:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=606#comment-370</guid>
		<description>Hmm... sy bukn org psikolog ya. tp knpa pmbicaraan jd ngelantur gitu n bicara soal teori2 an sgla. pusink jg ikutin pmbicaraan itu.

Liat anak2 bule yg kultur budayanya adlh kemandirian n kebebasan. dr sjk balita, mrka sdh dibikin berani. Mrka diperkenalkn kpd byk hal2 disktar lingkungan mrka n dipupuk rasa percaya diri mrka. mrka tdk takut mengatakn apa yg ada dipikiran mrka kpd org dewasa n org dewasa suka menjelaskn panjang lebar kpd anak2 mrka knapa, dan apa serta bgmana hal itu trjadi lalu apa yg bisa diperbuat utk memperbaikinya. Sjk balita, mrka tlah diajrkn bgmna mencari informasi baik dr TV, buku, internet, camping, dll. Mrka lbih byk diajak brmain smbil bljr drpd hrus berkutet menghafal sejarah, hitungan matematika, fisika n bla..bla... yg notabene bisa dipelajari stlh bangku SMA /kuliah. Mrka disana realistis dlm mengajar anak2 mrka... sdg di Indo, ortu disini menanamkan rasa takut dg alasan sopan santun n tata krama ketimuran. Jdlah org Indo penuh dg teori2 krn takut mengemukakn teori mrka pribadi bahkn setelah dewasa n bkrja sklipun.

Ada jg jenis ketakutan yg tdk bisa dijelaskn dg teori apapun. spt takut mati (klo mati akan kmana n bgmana). Bhkn pria dewasa pun byk yg takut sm kucing, bebek, ular dll.... goodness. n mrka bangga dg keadaan itu shgga tdk ambil tindakn utk mengatasi takut tsb. Itu saya sebut: manusia bodoh n hidupnya penuh dg sandiwara dlm sgala hal. bgtu pendapat saya teman2 :) piss !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm&#8230; sy bukn org psikolog ya. tp knpa pmbicaraan jd ngelantur gitu n bicara soal teori2 an sgla. pusink jg ikutin pmbicaraan itu.</p>
<p>Liat anak2 bule yg kultur budayanya adlh kemandirian n kebebasan. dr sjk balita, mrka sdh dibikin berani. Mrka diperkenalkn kpd byk hal2 disktar lingkungan mrka n dipupuk rasa percaya diri mrka. mrka tdk takut mengatakn apa yg ada dipikiran mrka kpd org dewasa n org dewasa suka menjelaskn panjang lebar kpd anak2 mrka knapa, dan apa serta bgmana hal itu trjadi lalu apa yg bisa diperbuat utk memperbaikinya. Sjk balita, mrka tlah diajrkn bgmna mencari informasi baik dr TV, buku, internet, camping, dll. Mrka lbih byk diajak brmain smbil bljr drpd hrus berkutet menghafal sejarah, hitungan matematika, fisika n bla..bla&#8230; yg notabene bisa dipelajari stlh bangku SMA /kuliah. Mrka disana realistis dlm mengajar anak2 mrka&#8230; sdg di Indo, ortu disini menanamkan rasa takut dg alasan sopan santun n tata krama ketimuran. Jdlah org Indo penuh dg teori2 krn takut mengemukakn teori mrka pribadi bahkn setelah dewasa n bkrja sklipun.</p>
<p>Ada jg jenis ketakutan yg tdk bisa dijelaskn dg teori apapun. spt takut mati (klo mati akan kmana n bgmana). Bhkn pria dewasa pun byk yg takut sm kucing, bebek, ular dll&#8230;. goodness. n mrka bangga dg keadaan itu shgga tdk ambil tindakn utk mengatasi takut tsb. Itu saya sebut: manusia bodoh n hidupnya penuh dg sandiwara dlm sgala hal. bgtu pendapat saya teman2 <img src='http://ruangpsikologi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> piss !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

