Lebih baik jujur dengan si dia… atau bohong?
Kecenderungan seseorang untuk berbohong ternyata ditentukan dari dekat atau tidaknya hubungan seseorang. Mengapa demikian? Kedekatan hubungan seseorang dengan orang lain dapat mencerminkan tingkat saling ketergantungan yang tinggi. Makin dekat kakak dengan adiknya, maka makin besar pula tingkat saling ketergantungan mereka. Si kakak akan sangat sedih apabila ia kehilangan adiknya dibandingkan ia kehilangan teman sekolahnya yang tidak begitu dikenal.
Dengan semakin dekatnya hubungan seseorang, maka sangatlah penting untuk saling mengungkapkan pendapat dengan jujur satu sama lain. Hal tersebut agar tercipta hubungan yang saling menerima satu sama lain dan saling mengerti apa yang diinginkan dari masing-masing. Namun, hal yang menjadi dilema dari hubungan yang dekat tersebut adalah semakin hati-hati pula mereka dalam berperilaku, termasuk dalam mengatakan hal dengan jujur, karena tidak ingin menyakiti perasaan partnernya.
Kasus seperti ini seringkali ditemui dalam situasi pacaran. Berikut ilustrasinya:
Dewi adalah pacar dari Andi. Mereka sudah berpacaran lebih dari 2 tahun, namun masih saling tidak dalam mengatakan apa yang mereka inginkan. Suatu hari Dewi memberi kabar pada Andi bahwa malamnya ia akan pergi reuni bersama teman SDnya. Andi menawarkan untuk menjemput Dewi setelah selesai reuni. Dewi, yang sebenarnya ingin menginap di rumah temannya, mengiyakan tawaran Andi karena ia tidak enak dengan Andi. Dewi tidak berani menolak dan mengatakan yang sebenarnya karena ia takut bahwa Andi akan marah karena tawarannya untuk menjemput ditolak.
Hal semacam ini tidak seharusnya dilakukan oleh Dewi karena ia memiliki ketakutan yang tidak beralasan. Andi belum tentu marah apabila Dewi mengatakan bahwa ia ingin menginap di rumah temannya. Namun kejadian seperti ini sangat lumrah karena Andi dan Dewi memiliki hubungan saling ketergantungan yang tinggi satu sama lain, sehingga mereka sama-sama sadar betul bahwa perilaku masing-masing akan mempengaruhi perilaku partnernya. Alhasil, Dewi memilih untuk berbohong agar tidak menyakiti perasaan Andi.
Lucunya, mengatakan hal yang jujur ternyata lebih mudah dilakukan apabila tingkat ketergantungan suatu hubungan tidak begitu tinggi - tidak akrab satu sama lain. Jadi, lebih mudah bagi seseorang untuk mengatakan hal yang jujur mengenai orang lain yang tidak dikenal dengan akrab atau bahkan tidak kenal sama sekali. Seperti memberikan sumpah serapah pada pemuda tidak dikenal yang anda temui di jalan. Hal tersebut dikarenakan tidak ada konsekuensi sosial langsung yang berpengaruh pada anda (seperti kehilangan teman) apabila anda mengatakan hal demikian pada pemuda tidak dikenal.
Lain halnya apabila mengatakan hal yang jujur di dalam suatu hubungan yang dekat, seperti hubungan Andi dan Dewi. Semakin sulit rasanya jujur apabila ada hal yang kurang disukai terhadap pasangan karena takut akan konsekuensinya. Namun, kejujuran memegang peranan penting dalam suatu hubungan dekat agar terjalin komunikasi dan dapat terjadi hubungan saling pengertian. Jadi, usahakan jujurlah sebisa mungkin terhadap orang terdekat, terutama pasangan anda! (khrisnaresa)
Sumber:
http://health.usnews.com/health-news/family-health/brain-and-behavior/articles/2009/05/18/were-all-lying-liars-why-people-tell-lies-and-why-white-lies-can-be-ok.html?PageNr=1
http://www.truthaboutdeception.com/why_people_lie/public/why_people_lie.html
http://www.truthaboutdeception.com/why_people_lie/public/why_lovers_lie_-_short_version.html
Foto:
http://www.flickr.com/photos/karunderwaterx/3432382784/










artinya, intimacy masih kurang, ya?
bikin pelatihan passion-intimacy-commitment yuk ne
btw ikut nanya nih, kalo dari sudut kognitif and psikososialnya pegimana???
[...] Lebih baik jujur dengan si dia… atau bohong? | RuangPsikologi.Com Webzine Psikologi Modern [...]
Emang c kejujrn th bhbgn dkt ato tdk ny sesorg,, tpi kalo untk hal yg hny bwt membks dht d0ang n ga trlalu mempngruhy kdpnya, lbh baik tak usah,.biar tuhn aja yg tw,,yg pntg jg kpercya an untk kdpnny.
Setuju banget…!!!
buat aku kejujuran yang menyakitkan itu lebih baik, dari pada kebohongan yang terus bertambah untuk menutupi kebohongan sebelumnya.
dan jika seseorang udah ketahuan bohong, tentu susah untuk percaya lg terhadapnya.
kepercayaan kan mahal sekali???
kadang ada saat nya lebih mudah untuk berbohong dari pada menjelaskan,. tp itu hanya jalan keluar sementara,..
Leave your response!
Follow us!
ISBA Award - Gold Blog
Tags
anak belajar bicara di depan umum cinta diri ekonomi eksperimen emosi freud gangguan gender homoseksual indonesia karir kecemasan kematian kepribadian kesehatan klinis leader makanan neuropsikologi orang tua pacaran pendidikan perempuan Perilaku seksual perkembangan psikologi psikologi anak psikologi ekonomi Psikologi Industri & Behavioral Economy Psikologi klinis Psikologi pendidikan Psikologi perkembangan psikologi positif psikologi seks Psikologi sosial Psikologi Umum & Eksperimen public speaking remaja seks seksual sosial wanita Blog (10)
Essay (148)
Featured (140)
Headline (136)
Lain-lain (35)
News (6)
Psikologi Industri & Behavioral Economy (17)
Psikologi klinis (44)
Psikologi Olahraga (2)
Psikologi pendidikan (15)
Psikologi Perilaku Seksual (5)
Psikologi perkembangan (29)
Psikologi sosial (45)
Psikologi Umum & Eksperimen (31)
Uncategorized (7)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Ruang Psikologi's Friends
Facebook Friends
Already a member?Login
Newsletter subscription
Recent Comments
Blogroll
Browse by Authors
- amarilldo (RSS) (11)
- edelia (RSS) (4)
- Jono (RSS) (35)
- Khrisnaresa adytia (RSS) (23)
- Lois (RSS) (13)
- Melita Tarisa (RSS) (8)
- Nia Janiar (RSS) (24)
- Penulis Tamu (RSS) (22)
- ramadion (RSS) (22)
Powered by Authors WidgetArchives
How many people are with us?
Link to us!
Want to spread the word about Ruangpsikologi.com?
Here's how to add the above picture to your website. Click inside the box, press ctrl+a, left click your mouse and click copy. Paste it into your webpage.
Recent Trackbacks
Recent Posts
Most Commented
Most Viewed