Home » Essay, Featured, Headline, Psikologi sosial

Lebih baik jujur dengan si dia… atau bohong?

1 May 2010 2,190 views 6 Comments

picture-5

Kecenderungan seseorang untuk berbohong ternyata ditentukan dari dekat atau tidaknya hubungan seseorang. Mengapa demikian? Kedekatan hubungan seseorang dengan orang lain dapat mencerminkan tingkat saling ketergantungan yang tinggi. Makin dekat kakak dengan adiknya, maka makin besar pula tingkat saling ketergantungan mereka. Si kakak akan sangat sedih apabila ia kehilangan adiknya dibandingkan ia kehilangan teman sekolahnya yang tidak begitu dikenal.

Dengan semakin dekatnya hubungan seseorang, maka sangatlah penting untuk saling mengungkapkan pendapat dengan jujur satu sama lain. Hal tersebut agar tercipta hubungan yang saling menerima satu sama lain dan saling mengerti apa yang diinginkan dari masing-masing. Namun, hal yang menjadi dilema dari hubungan yang dekat tersebut adalah semakin hati-hati pula mereka dalam berperilaku, termasuk dalam mengatakan hal dengan jujur, karena tidak ingin menyakiti perasaan partnernya.

Kasus seperti ini seringkali ditemui dalam situasi pacaran. Berikut ilustrasinya:
Dewi adalah pacar dari Andi. Mereka sudah berpacaran lebih dari 2 tahun, namun masih saling tidak dalam mengatakan apa yang mereka inginkan. Suatu hari Dewi memberi kabar pada Andi bahwa malamnya ia akan pergi reuni bersama teman SDnya. Andi menawarkan untuk menjemput Dewi setelah selesai reuni. Dewi, yang sebenarnya ingin menginap di rumah temannya, mengiyakan tawaran Andi karena ia tidak enak dengan Andi. Dewi tidak berani menolak dan mengatakan yang sebenarnya karena ia takut bahwa Andi akan marah karena tawarannya untuk menjemput ditolak.

Hal semacam ini tidak seharusnya dilakukan oleh Dewi karena ia memiliki ketakutan yang tidak beralasan. Andi belum tentu marah apabila Dewi mengatakan bahwa ia ingin menginap di rumah temannya. Namun kejadian seperti ini sangat lumrah karena Andi dan Dewi memiliki hubungan saling ketergantungan yang tinggi satu sama lain, sehingga mereka sama-sama sadar betul bahwa perilaku masing-masing akan mempengaruhi perilaku partnernya. Alhasil, Dewi memilih untuk berbohong agar tidak menyakiti perasaan Andi.

Lucunya, mengatakan hal yang jujur ternyata lebih mudah dilakukan apabila tingkat ketergantungan suatu hubungan tidak begitu tinggi - tidak akrab satu sama lain. Jadi, lebih mudah bagi seseorang untuk mengatakan hal yang jujur mengenai orang lain yang tidak dikenal dengan akrab atau bahkan tidak kenal sama sekali. Seperti memberikan sumpah serapah pada pemuda tidak dikenal yang anda temui di jalan. Hal tersebut dikarenakan tidak ada konsekuensi sosial langsung yang berpengaruh pada anda (seperti kehilangan teman)  apabila anda mengatakan hal demikian pada pemuda tidak dikenal.

Lain halnya apabila mengatakan hal yang jujur di dalam suatu hubungan yang dekat, seperti hubungan Andi dan Dewi. Semakin sulit rasanya jujur apabila ada hal yang kurang disukai terhadap pasangan karena takut akan konsekuensinya. Namun, kejujuran memegang peranan penting dalam suatu hubungan dekat agar terjalin komunikasi dan dapat terjadi hubungan saling pengertian. Jadi, usahakan jujurlah sebisa mungkin terhadap orang terdekat, terutama pasangan anda! (khrisnaresa)

Sumber:
http://health.usnews.com/health-news/family-health/brain-and-behavior/articles/2009/05/18/were-all-lying-liars-why-people-tell-lies-and-why-white-lies-can-be-ok.html?PageNr=1
http://www.truthaboutdeception.com/why_people_lie/public/why_people_lie.html
http://www.truthaboutdeception.com/why_people_lie/public/why_lovers_lie_-_short_version.html

Foto:
http://www.flickr.com/photos/karunderwaterx/3432382784/

6 Comments »

  • ramadion said:

    artinya, intimacy masih kurang, ya?

    bikin pelatihan passion-intimacy-commitment yuk ne :D

  • aldy said:

    btw ikut nanya nih, kalo dari sudut kognitif and psikososialnya pegimana???

  • The man with the 3D ambition | degree at home said:

    [...] Lebih baik jujur dengan si dia… atau bohong? | RuangPsikologi.Com Webzine Psikologi Modern [...]

  • Maria said:

    Emang c kejujrn th bhbgn dkt ato tdk ny sesorg,, tpi kalo untk hal yg hny bwt membks dht d0ang n ga trlalu mempngruhy kdpnya, lbh baik tak usah,.biar tuhn aja yg tw,,yg pntg jg kpercya an untk kdpnny.

  • ocha said:

    Setuju banget…!!!
    buat aku kejujuran yang menyakitkan itu lebih baik, dari pada kebohongan yang terus bertambah untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

    dan jika seseorang udah ketahuan bohong, tentu susah untuk percaya lg terhadapnya.
    kepercayaan kan mahal sekali???

  • edmon said:

    kadang ada saat nya lebih mudah untuk berbohong dari pada menjelaskan,. tp itu hanya jalan keluar sementara,..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word