Psikologi, Olahraga, dan Prestasi

Olahraga, Psikologi dan Prestasi

“Perasaan ada di lapangan itu sulit buat gw gambarin
gw bisa ngerasain adrenalin gw meningkat
dada gw berdegup kencang
otak gw berpikir cepat
suara tepuk tangan yang gak putus-putus
suara gemuruh penonton yang meneriakkan nama gw
luar biasa banget
kadang,
gw berpikir gw akan rela ngelakuin apa aja untuk bisa ada di lapangan itu lagi
ngerasain perasaan kayak gitu
berjuang bersama tim gw
adrenalin itu, semangat itu, emosi itu
gw kangen banget” 

Tulisan di atas merupakan kutipan singkat seorang alumni salah satu perguruan tinggi yang juga bermain di salah satu cabang olahraga membela nama fakultas dan universitas. Para pelajar ataupun mahasiswa yang juga aktif berolahraga biasanya disebut student athlete. Meskipun beberapa dari mereka berbakat di bidang olahraga tertentu serta memiliki rasa kompetitif yang tinggi, mereka juga menyiapkan pendidikan dan karir melalui pengembangan aspek sosial, fisik, mental, dan intelektual (Tauer, 2009).

Berbagai kompetisi diadakan di Indonesia untuk mengasah bakat para student athlete tersebut, mulai dari tingkat SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi. Cabang olahraga yang dipertandingkan pun beragam, mulai dari bola basket, sepak bola, dan juga futsal. Penulis seringkali menemukan beberapa tim yang sedang bertanding merupakan tim-tim yang seimbang dengan kemampuan atau skill yang tidak jauh berbeda. Tentu saja kita semua mengetahui bahwa selain kemampuan, aspek fisik dan mental juga berperan dalam sebuah pertandingan.

Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar pentingnya faktor psikologis dalam sebuah pertandingan. Namun faktor psikologis apa yang dimaksud dan bagaimana pengimplementasiannya dalam sebuah pertandingan atau kompetisi?

Taylor (2009), menjelaskan bahwa untuk mencapai hasil maksimal dalam sebuah pertandingan atau kompetisi diperlukan beberapa komponen psikologi yang tersusun dan berkaitan satu dengan lainnya. Berikut adalah visualisasi komponen tersebut yang kemudian diikuti oleh penjelasannya masing-masing.

Sebelum membahas lebih dalam mengenai komponen-komponen tersebut, Taylor (2009) menjelaskan bahwa komponen motivasi dan kepercayaan diri lebih berpengaruh pada tahap persiapan sebelum berlatih dan bertanding, sedangkan komponen kekuatan/daya tahan, fokus, dan emosi berpengaruh lebih besar pada performa saat latihan dan bertanding

Motivasi. Pada kenyataannya, motivasi seseorang untuk menjalani sebuah pertandingan tidak sama satu dengan lainnya dan tidak sama dari waktu ke waktu. Individu yang pada awalnya hanya ingin bersenang-senang dan mencari pengalaman bisa saja pada akhirnya memiliki motivasi untuk berprestasi dan begitu juga sebaliknya. Taylor (2009) menambahkan bahwa tanpa adanya motivasi dalam mencapai prestasi, maka aspek fisik, teknik, dan rasa kebersamaan dalam tim akan berkurang yang juga akan berdampak pada performa seseorang secara keseluruhan. Reiss (dalam Tauer, 2009) melalui penelitiannya menemukan bahwa individu yang bermain di divisi I sebuah kompetisi memiliki motivasi yang lebih tinggi dibanding mereka yang bermain di divisi III dalam kompetisi yang sama. Ia menjelaskan bahwa individu di divisi I bertanding dan berkompetisi untuk menang, sedangkan di divisi yang lebih rendah, mereka bermain hanya untuk mencari teman. Dengan mengetahui motivasi seperti apa yang kita miliki, apakah itu untuk menjadi juara, mencari pengalaman, hanya sekedar mencari label ‘anak basket, anak bola, anak futsal, dsb’, akan membantu kita mengatasi rasa lelah, sakit, kemunduran, serta frustasi yang muncul dalam setiap latihan serta pertandingan.

Kepercayaan diri. Memiliki kemampuan atau skill yang hebat tidak langsung membuat kita menjadi individu yang terbaik. Tidak jarang kita dengar istilah “Kalah sebelum bertanding”, dan hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kepercayaan diri kita. Tanpa memiliki kepercayaan diri, individu tidak akan mampu menggunakan kemampuannya secara maksimal. Seperti kemampuan mental lainnya, kepercayaan diri tidak muncul dengan sendirinya. Dibutuhkan latihan melalui persiapan pertandingan yang matang, kemampuan bangkit dari kekalahan, serta dukungan dari lingkungan. Tentu saja tingginya frekuensi perolehan kemenangan akan banyak meningkatkan kepercayaan diri. Bahkan Magic Johnson, salah satu bintang NBA, mengatakan bahwa:

“Saya dan tim saya sudah menang saat pemanasan! Kenapa saya tahu? Karena lawan bukannya berlatih saat pemanasan tapi sibuk memperhatikan kami saat pemanasan. Itulah tanda mereka takut dan tidak siap melawan kami”

Kekuatan/Daya tahan. Setelah kompetisi berjalan, kekuatan/daya tahan merupakan kontributorutama. Tanpa memiliki daya tahan yang prima, performa juga akan menurun dengan sendirinya. Dalam berolahraga, menurut Taylor (2009), performa akan berada pada puncaknya saat tubuh berada di antara kontinum tubuh sangat rileks (seperti saat tidur) dan tubuh sangat tegang (saat ketakutan). Untuk menggambarkannya dengan lebih mudah, maka istilah yang selama ini kita dengar seperti istirahat dan tidur cukup memang berpengaruh secara signifikan dalam persiapan berkompetisi.

Fokus. Fokus melibatkan kemampuan berkonsentrasi pada beberapa hal, seperti 1.) konsentrasi pada hal yang membuat kita menampilkan performa terbaik (contoh: mengingat kerasnya latihan yang selama ini telah dijalani akan sia-sia jika kalah), 2.) mempertahankan konsentrasi saat situasi pertandingan berubah (contoh: awalnya memimpin kemudian lawan balik memimpin), dan 3.) tidak menghiraukan gangguan-gangguan yang muncul di sekitar lapangan pertandingan (contoh: suara penonton). Kemampuan untuk terus fokus setelah periode waktu yang panjang merupakan hal penting dalam sebuah pertandingan.

Emosi. Olahraga mencakup beberapa ragam emosi. Inspirasi, kebanggaan, kepuasan, kebahagiaan, ketakutan, frustrasi, kemarahan, dan keputus-asaan. Komponen emosi berada pada puncak karena menurut Taylor (2009), emosi merupakan komponen yang akan menentukan kemampuan individu untuk menampuikan performa yang konsisten pada situasi yang paling sulit sekalipun. Emosi juga merupakan kontributor utama pada kemampuan kita untuk menjadi pemimpin atau menjadi anggota tim. Dengan menguasai kemampuan mengontrol emosi, akan memfasilitasi penampilan individu dan tim untuk mencapai hasil yang maksimal. Sebagai contoh, meskipun mengalami kelelahan dan menurunnya fokus pada pertandingan, rasa semangat dan ketakutan akan kekalahan mampu memberikan individu tambahan energi, stamina, yang juga akan berpengaruh pada fokus dan meningkatnya performa.

Dengan mengetahui komponen-komponen di atas, diharapkan di masa yang akan datang kita mampu mempersiapkan diri lebih baik, baik secara fisik dan psikologis, sehingga mampu mencapai hasil maksimal baik secara individu dan tim secara keseluruhan.

sumber yang dipakai:

Tauer, J. (2009). Division III Athletics: Where athletes play to win, play for fun, and are true student-athletes. Diambil dari http://www.psychologytoday.com/blog/goal-posts/200910/division-iii-athletics-where-athletes-play-win-play-fun-and-are-true-student- tanggal 29 Oktober 2009

Taylor, J. (2009). Prime sport pyramid. Diambil dari http://www.psychologytoday.com/blog/the-power-prime/200909/sports-prime-sport-pyramid tanggal 29 Oktober 2009

Jono

Merupakan alumni dari fakultas Psikologi UI angkatan 2004. Menulis merupakan salah satu cara yang digunakan untuk terus belajar dan mengulang kembali ilmu yang diperoleh. Tidak jauh berbeda dengan penulis lainnya di ruangpsikologi.com, ia menulis tentang apa yang terjadi di sekitar dan melihatnya dari sudut pandang psikologi. Untuk menghubunginya melalui email: jono@ruangpsikologi.com

    16 Comments
    • Reply November 3, 2009

      Rara

      Just curious, which one do you think better; internal or external motivation?

    • Reply November 3, 2009

      devina

      Makasih jono..
      Ini mau gw print trus gw copy biar semua baca dan semangat di piastro! :)

    • Jono
      Reply November 3, 2009

      Jono

      i played for myself,`my team, my coach, my faculty, and for my own ‘glory’

      soo.. which one is it ra? is it internal? external? haha

    • Reply November 3, 2009

      mufti

      mantap,bung jono.
      Thx bgt buat tulisannya. Sangat memberikan inspirasi untuk saya dan tim menjelang piastro nanti.

    • Reply November 3, 2009

      PIASTRO 2009

      CIYEH kak jonoo! haha
      BIG THANKS lho anw, semoga bisa menyemangati semua yang terlibat disini yaaaa :)

    • Reply November 4, 2009

      Cahyo Amiseso

      Mau nambahin ah, gue baca dari psychology today.
      Untuk temen2 yg berolahraga secara serius, Lo harus coba prinsip 3D. Seperti Jono tadi bilang, lo punya motivasi yg berbeda untuk level permainan yg sedang lo jalani.
      Prinsip 3D ini terdiri dari Direction, Decision, Motivation.
      Direction: arah kemana yg lo tuju? sekedar main cari senang? mau menang? atau mundur total dn mengalah?
      Decision: begitu lo tau ada pilihan apa aja, tetapkan pilihan lo, dengan mantap tentunya.
      Dedication: terakhir, klo udah tau mo kemana, udah ambil putusan, berdedikasilah untuk pilihan lo itu. lakukan segala usaha semaksimal mungkin!!

      SEMANGAT TEMEN2 UTK PIASTRO DAN ASTEROID…!

    • […] This post was mentioned on Twitter by Riza Selfiana, Riza Selfiana. Riza Selfiana said: Psikologi, olahraga & prestasi :) http://bit.ly/1TcpR2 Enjoy! […]

    • Reply November 4, 2009

      leo

      hem iya, gw inget banget kata2 lo di atas jon, hmmm terutama piastro taun lalu… wewww smoga taun ini juga yang terbaik yg bisa kita dapetin….

    • Reply November 5, 2009

      aday

      thanks bung jono…

      hari ini tulisannya mo gw print…mudah2an bisa menggugah hati anak2 basket di latihan terakhir kita untuk berikan yang terbaik hehehe

      doakan kami berikan yang terbaik untuk fakultas :)

    • Reply November 5, 2009

      Hobert

      like this jon..hehehe..btw mau dong bukunya taylor bro..hehehe..anyway according to research..internal motivation is better than eksternal motivation..hehehehe..anyway..semangat buat semua pencinta psikologi olahraga juga para panitia piastro..God bless us..=)

    • Jono
      Reply November 6, 2009

      Jono

      oi Leo keripik kentang.. kata-kata taun lalu gw yan mana nih? emang gw ngomong apa?

    • Jono
      Reply November 6, 2009

      Jono

      mufti, piastro (ini kenapa pake nama piastro ya? haha)
      semangat yaa, nnti akan saya dukung (penyanyi dangdut: deddy dukung)dari pinggir lapangan dan dari lubuk hati terdalam
      uhuy!

    • Reply November 11, 2009

      muhammad reiza

      buat jono dan team basket UI… semangat ya…..

    • Jono
      Reply November 12, 2009

      Jono

      wah ini reiza UIEU yaa?
      bener gak? terimakasiiiihhh
      *padahal gw udah gak main, hehe

    • Reply April 6, 2010

      sani

      like this….

    • Reply January 31, 2013

      www.sahabatbola.com

      http://www.sahabatbola.com...

      Psikologi, Olahraga, dan Prestasi | RuangPsikologi.Com Webzine Psikologi Modern…

    Leave a Reply