Home » Essay, Featured, Psikologi sosial

Informasi dan Proses Memilih

30 June 2009 1,158 views No Comment

picture-9Menjelang hajatan demokrasi besar seperti pemilihan presiden saat ini, pertanyaan “Mau milih siapa nih?” semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Masing-masing orang memiliki kriteria sendiri untuk menentukan pilihannya, namun semua tentu membutuhkan informasi mengenai para calon sebelum dapan mengevaluasi berdasarkan kriteria yang dimilikinya dan akhirnya mengambil keputusan untuk memilih salah satu calon.

Pengumpulan informasi memiliki peran yang cukup penting dalam proses pengambilan keputusan. Janis dan Mann (1977) menyebutkan “mengetahui alternatif yang ada” dan “mempertimbangkan alternatif yang ada” sebagai salah satu tahap dari proses pengambilan keputusan. Informasi yang lengkap perlu dimiliki untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai pilihan-pilihan yang ada.

Terkait dengan pilpres 2009, informasi yang kita perlukan untuk mengambil keputusan dapat diperoleh dengan melihat rekam jejak kinerjanya di masa lalu, visi dan program yang akan dilakukan di masa depan, sikapnya dalam menanggapi berbagai permasalahan di negara ini, dan kepribadian yang tercermin dalam tingkah lakunya. Banyak sumber yang dapat memberikan informasi mengenai ketiga pasangan calon presiden. Media cetak, audio visual, dan internet adalah yang paling mudah diakses untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Dengan berbagai pilihan media yang ada, alasan “tidak adanya akses informasi” tidak lagi bisa digunakan sebagai tameng dari ketidaktahuan pemilih mengenai para calon presiden. Pemilih-pemilih yang cerdas tentu akan menggunakan sumber-sumber informasi yang dapat diaksesnya sebagai alat bantu untuk membuat pilihan yang tepat.

Informasi yang cukup menyeluruh dapat diperoleh dengan menyaksikan kampanye dialogis atau debat kandidat baik secara langsung maupun melalui televisi. Paparan mengenai program yang akan dilakukan dan penyikapan isu tentu bisa didapatkan. Isi ucapan, gaya bicara, bahasa tubuh, bahkan caranya ‘meninggikan’ diri daripada lawan dan responnya menghadapi ‘serangan’ lawan juga bisa dilihat dalam acara ini. Apa yang sudah dilakukannya di masa lalu juga bisa menyelip masuk dalam jawaban atau paparan para calon. Jika Anda belum sempat menyaksikan debat kandidat capres dan cawapres yang telah berlangsung atau masih belum puas dengan yang telah Anda saksikan, jangan lewatkan debat cawapres dengan tema “Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia” yang disiarkan langsung oleh tvOne pada tanggal 30 Juni dan debat capres dengan tema “NKRI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah” yang disiarkan langsung oleh RCTI pada tanggal 2 Juli. Rekaman debat capres putaran kedua dan debat cawapres pun bisa Anda saksikan rekamannya di Youtube.com.

Jika kesibukan tidak memungkinkan untuk menyaksikan performa para calon dalam kampanye dialogis maupun debat kandidat, media cetak dapat dijadikan sumber pengganti. Di sela perjalanan atau waktu senggang, mencari informasi dari surat kabar atau majalah bisa dilakukan. Terbitan-terbitan terkini surat kabar dan majalah memuat ulasan mengenai profil para calon dan apa yang mereka tawarkan. Ulasan dari ahli-ahli berbagai bidang yang menanggapi program para calon pun dapat ditemukan di sana. Khusus mengenai kepribadian capres-cawapres 2009, harian Kompas memuat analisis kepribadian capres-cawapres yang dibuat oleh tim dari Fakultas psikologi UI.

Jika waktu untuk mengumpulkan informasi benar-benar terbatas, internet bisa menjadi solusinya. Mengingat bahwa para capres dan cawapres yang berlaga adalah figur-figur yang telah lama malang melintang di dunia perpolitikan Indonesia, sangat banyak data tentang mereka yang tersedia di internet. Untuk memperoleh informasi yang lebih spesifik, ada beberapa tips dari googleguide.com yang akan membantu. Gunakan tanda kutip (“…”) untuk mendapatkan informasi tepat seperti frase atau kalimat yang kita masukkan misalnya ketik ““SBY Boediono”” untuk mencari informasi yang tepat memuat kata “SBY” dan “Boediono” secara beriringan. Gunakan tanda tambah (+) untuk menggabungkan lebih dari satu kata kunci misalnya ketik “Jusuf Kalla +Makassar” untuk mencari informasi mengenai Jusuf Kalla yang berhubungan dengan kota Makassar. Gunakan tanda kurang (-) untuk menghilangkan kata kunci tertentu dari pencarian misalnya ketik “Megawati -PDIP” untuk mencari informasi mengenai Megawati yang tidak memuat unsur PDIP dalam datanya. Perhatikan bahwa tidak ada jarak (spasi) antara tanda (+) maupun (-) dengan kata yang mengikutinya. Untuk pilihan pencarian yang lebih spesifik, Anda dapat menggunakan advanced search yang tombolnya tersedia di sebelah kanan kotak pencarian Google.

Dalam mengumpulkan informasi dari media, ada baiknya bila kita mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Media cetak atau stasiun televisi yang berbeda tentu memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menyampaikan berita.

Informasi penulis:

Shanti Nurfianti Andin S.Psi baru saja menyelesaikan skripsinya di fakultas Psikologi UI. Dia pernah menjabat sebagai kepala Biro Litbang-dan-PSDM di Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat fakultas pada masa jabatan 2007-2008.


Sumber:
Janis, I., & Mann, L. (1977). Decision making: A psychological analysis of conflict, choice, and commitment. New York: The Free Press.
http://www.googleguide.com
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/18/09294595/Catat.Inilah.Jadwal.Debat.Capres.Cawapres

Foto: http://andaka.com

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word