<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Hati-hati dalam memberikan reward!</title>
	<atom:link href="http://ruangpsikologi.com/hati-hati-dalam-memberikan-reward/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangpsikologi.com/hati-hati-dalam-memberikan-reward</link>
	<description>Webzine Psikologi Modern</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 03:36:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ignasius suryo</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/hati-hati-dalam-memberikan-reward/comment-page-1#comment-1101</link>
		<dc:creator>ignasius suryo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 03:12:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1081#comment-1101</guid>
		<description>mau share aja, artikelnya bagus banget. . dan lebih bagus lagi kalo ditambahin mengenai teori2 perkembangan, karena perilaku2 anak yang mungkin bagi kita merupakan perilaku yang buruk dan berbahaya bagi masa depannya, bisa kita intervensi secara tepat bila kita memahami tahap2 perkembangan anak. . bisa pake erik erikson, piaget, dkk. . buku john W Santrock sepertinya cocok buat referensi tambahan. . thx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mau share aja, artikelnya bagus banget. . dan lebih bagus lagi kalo ditambahin mengenai teori2 perkembangan, karena perilaku2 anak yang mungkin bagi kita merupakan perilaku yang buruk dan berbahaya bagi masa depannya, bisa kita intervensi secara tepat bila kita memahami tahap2 perkembangan anak. . bisa pake erik erikson, piaget, dkk. . buku john W Santrock sepertinya cocok buat referensi tambahan. . thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fatmawati</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/hati-hati-dalam-memberikan-reward/comment-page-1#comment-1080</link>
		<dc:creator>fatmawati</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 03:58:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1081#comment-1080</guid>
		<description>benar gak sih kalau reward lebih dapat berfungsi daripada punishment??minta sumber bacaan dong. .
makasi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>benar gak sih kalau reward lebih dapat berfungsi daripada punishment??minta sumber bacaan dong. .<br />
makasi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nia Janiar</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/hati-hati-dalam-memberikan-reward/comment-page-1#comment-1014</link>
		<dc:creator>Nia Janiar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 14:46:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1081#comment-1014</guid>
		<description>Terima kasih untuk sharing-nya, Mbak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih untuk sharing-nya, Mbak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nita</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/hati-hati-dalam-memberikan-reward/comment-page-1#comment-1011</link>
		<dc:creator>Nita</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 07:16:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1081#comment-1011</guid>
		<description>Mau share dnk..
Saya menerapkan reward ini setelah melihat hasil finger test yang dilakukan pada anak saya. Usianya sekarang 5 tahun. Dan untuk memotivasi dan menghilangkan kebiasaan2 yang tidak baik (misalnya nangis saat bangun tidur) maka saya akan berjanji untuk memberikan reward kalau dalam 3 hari berturut2 dia melakukan apa yang sudah dijanjikan. Setelah dia penuhi janjinya, maka reward itu saya berikan. Ternyata setelah saya amati, kebiasaan nangis kalau bangun tidur sangat berkurang dan saya tidak pernah menjanjikan reward lagi. Karena menurut saya sudah menjadi kebiasaan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mau share dnk..<br />
Saya menerapkan reward ini setelah melihat hasil finger test yang dilakukan pada anak saya. Usianya sekarang 5 tahun. Dan untuk memotivasi dan menghilangkan kebiasaan2 yang tidak baik (misalnya nangis saat bangun tidur) maka saya akan berjanji untuk memberikan reward kalau dalam 3 hari berturut2 dia melakukan apa yang sudah dijanjikan. Setelah dia penuhi janjinya, maka reward itu saya berikan. Ternyata setelah saya amati, kebiasaan nangis kalau bangun tidur sangat berkurang dan saya tidak pernah menjanjikan reward lagi. Karena menurut saya sudah menjadi kebiasaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Whisnu Thomas</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/hati-hati-dalam-memberikan-reward/comment-page-1#comment-760</link>
		<dc:creator>Whisnu Thomas</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 13:45:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1081#comment-760</guid>
		<description>Nanya dunks,
pertama, klo dari ranah behaviorisme, bisa ga kalao rewrdnya dibuat dalam bentuk shedule of reinforcement? jadi ga selamanya da dapet hadiah jika melakukan sesuatu.. Kedua, yang dimaksud memberikan pengertian itu dalam prakteknya seperti apa? Bisa kasih contoh konkrit? karena klo si anak dari awal udah males, terus dibilangin "biar nanti pas gede bisa jadi orang sukses" , dsb, terus di anak bilang "ah, ga mau, ga peduli, ga jadi orang sukses juga gapapa", terus gimana? ada kiat2 khusus ga dari ranah kognitif untuk memberikan pengertian yang mudah diterima anak? Thx untuk jawabannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nanya dunks,<br />
pertama, klo dari ranah behaviorisme, bisa ga kalao rewrdnya dibuat dalam bentuk shedule of reinforcement? jadi ga selamanya da dapet hadiah jika melakukan sesuatu.. Kedua, yang dimaksud memberikan pengertian itu dalam prakteknya seperti apa? Bisa kasih contoh konkrit? karena klo si anak dari awal udah males, terus dibilangin &#8220;biar nanti pas gede bisa jadi orang sukses&#8221; , dsb, terus di anak bilang &#8220;ah, ga mau, ga peduli, ga jadi orang sukses juga gapapa&#8221;, terus gimana? ada kiat2 khusus ga dari ranah kognitif untuk memberikan pengertian yang mudah diterima anak? Thx untuk jawabannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

