<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Dinamika Psikologis Perilaku Kekerasan Dalam Film An American Crime</title>
	<atom:link href="http://ruangpsikologi.com/dinamika-psikologis-perilaku-kekerasan-dalam-film-an-american-crime/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangpsikologi.com/dinamika-psikologis-perilaku-kekerasan-dalam-film-an-american-crime</link>
	<description>Webzine Psikologi Modern</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 03:30:52 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Nia Janiar</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/dinamika-psikologis-perilaku-kekerasan-dalam-film-an-american-crime/comment-page-1#comment-729</link>
		<dc:creator>Nia Janiar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 05:07:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1048#comment-729</guid>
		<description>Thanks buat tanggapannya.

Kalau kata saya, id tidak dapat diubah dengan pengalaman karena ia tidak berhubungan dengan dunia luar (subjektif). Namun id dapat dikontrol oleh ego yang bertindak sebagai reality testing.

Misalnya dari id, saya memiliki hasrat seksual. Ego yang bertindak untuk menyalurkan hasrat saya dengan dunia luar yang dapat diterima oleh lingkungan. Ini yang disebut reality testing. Kalau saya memiliki hasrat seksual kemudian saya menggoda setiap laki-laki (dan tentunya bagi masyarakat sekitar ini tidak dapat diterima), maka saya akan mencoba cara lain. Nah, disini superego masuk. Ternyata nilai moral yang saya anut adalah saya tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang lain dan tidak masalah kalau saya menggoda laki-laki, maka saya hajar saja untuk menggoda laki-laki. 

Cara ego deal dengan lingkungan bisa dicapai melalui pengalaman, latihan, dan pendidikan.

Intinya, jangan melihat ini sebagai keadaan terpisah karena id, ego, dan superego adalah sebuah sistem.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks buat tanggapannya.</p>
<p>Kalau kata saya, id tidak dapat diubah dengan pengalaman karena ia tidak berhubungan dengan dunia luar (subjektif). Namun id dapat dikontrol oleh ego yang bertindak sebagai reality testing.</p>
<p>Misalnya dari id, saya memiliki hasrat seksual. Ego yang bertindak untuk menyalurkan hasrat saya dengan dunia luar yang dapat diterima oleh lingkungan. Ini yang disebut reality testing. Kalau saya memiliki hasrat seksual kemudian saya menggoda setiap laki-laki (dan tentunya bagi masyarakat sekitar ini tidak dapat diterima), maka saya akan mencoba cara lain. Nah, disini superego masuk. Ternyata nilai moral yang saya anut adalah saya tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang lain dan tidak masalah kalau saya menggoda laki-laki, maka saya hajar saja untuk menggoda laki-laki. </p>
<p>Cara ego deal dengan lingkungan bisa dicapai melalui pengalaman, latihan, dan pendidikan.</p>
<p>Intinya, jangan melihat ini sebagai keadaan terpisah karena id, ego, dan superego adalah sebuah sistem.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andika</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/dinamika-psikologis-perilaku-kekerasan-dalam-film-an-american-crime/comment-page-1#comment-725</link>
		<dc:creator>Andika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 10:53:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1048#comment-725</guid>
		<description>Wah sinopsisnya agak serem juga. Jadi pada dasarnya manusia punya tiga sistem yang memengaruhi apakah dia akan melakukan kekerasan atau tidak. Hm.

Di artikel ini kan disebut bahwa kekuatan rem superego sangat tergantung pada penanaman norma dan nilai-nilai moral. Lalu bagaimana dengan id dan ego? Ada nggak sesuatu yang bisa menguatkan kedua sistem tersebut? Atau setiap orang memang sudah dikasih jatah id dan egonya masing2 yang nggak bisa diubah-ubah lagi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah sinopsisnya agak serem juga. Jadi pada dasarnya manusia punya tiga sistem yang memengaruhi apakah dia akan melakukan kekerasan atau tidak. Hm.</p>
<p>Di artikel ini kan disebut bahwa kekuatan rem superego sangat tergantung pada penanaman norma dan nilai-nilai moral. Lalu bagaimana dengan id dan ego? Ada nggak sesuatu yang bisa menguatkan kedua sistem tersebut? Atau setiap orang memang sudah dikasih jatah id dan egonya masing2 yang nggak bisa diubah-ubah lagi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

