Articles in the Psikologi pendidikan Category
Featured, Headline, Psikologi pendidikan, Psikologi perkembangan »
Saat jam makan siang bersama di sekolah, Dino (3 tahun) menolak makan meski sudah dibujuk oleh ibu gurunya. Sup telur puyuh yang dibawa dari rumah pun hanya dijadikan mainan oleh Dino. Telur diremas-remas dengan tangan dan kuah pun berceceran di sekitar mangkok. Ibu guru Dino sudah mulai putus asa mengajak Dino makan, hanya sesekali mengingatkan agar Dino tidak memainkan makanan. Dino memang terkenal sulit makan. Hal ini pun dikeluhkan oleh Ibu dan pengasuh Dino di rumah. Namun, bila tiba jam makan kudapan, Dino dengan senang hati melahap biskuit coklat yang dibawakan Ibunya. Ia bahkan tidak perlu diminta dua kali untuk makan makanan tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi?
Featured, Headline, Psikologi pendidikan, Psikologi perkembangan »
Seringkah anda mendengar kata-kata “Reward”? Dalam konteks pendidikan anak, biasanya kata-kata ini terucap pada saat orang tua ingin menghilangkan kebiasaan kemalasaan atau untuk mendorong prestasi anak. Namun apa yang terjadi apabila orang tua menggunakan cara ini tanpa hati-hati untuk mendidik anak?
Featured, Headline, Lain-lain, Psikologi klinis, Psikologi pendidikan, Psikologi perkembangan, Uncategorized »
Mengajarkan anak untuk terampil buang air kecil di toilet (toilet training) saja sudah cukup sulit, apalagi pada anak yang menyandang gangguan autisme. Tulisan ini membahas tentang karakteristik anak autistik yang membuat mereka memiliki kesulitan untuk diajari buang air kecil di toilet (toilet training). Selain itu, artikel ini dilengkapi juga dilengkapi dengan tips yang dapat dipakai oleh orang tua.
Featured, Headline, Lain-lain, Psikologi klinis, Psikologi pendidikan, Psikologi perkembangan »
Featured, Headline, Psikologi pendidikan »
Dalam artikel “Perilaku Agresif: Bawaan Gen atau Dipelajari dari Lingkungan?” Telah dibahas tentang asal perilaku agresif. Artikel ini merupakan tips yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya perilaku agresif pada anak. Mengingat anak-anak mudah sekali melakukan modeling, tayangan TV yang tidak sesuai bagi anak dapat membentuk dan meningkatkan perilaku agresif mereka.





