<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>RuangPsikologi.Com &#187; Penulis Tamu</title>
	<atom:link href="http://ruangpsikologi.com/author/penulis-tamu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangpsikologi.com</link>
	<description>Webzine Psikologi Modern</description>
	<pubDate>Fri, 11 May 2012 03:33:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Membimbing anak agar menjadi individu yang percaya diri</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/membimbing-anak-agar-percaya-diri</link>
		<comments>http://ruangpsikologi.com/membimbing-anak-agar-percaya-diri#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 02:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penulis Tamu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Psikologi perkembangan]]></category>

		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<category><![CDATA[konflik]]></category>

		<category><![CDATA[orang tua]]></category>

		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>

		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>

		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1587</guid>
		<description><![CDATA[Rumah adalah tempat anak belajar untuk pertama kali tentang seperti apakah dunia, apakah indah atau menyeramkan. Orang tua adalah guru pertama yang akan membentuk anak, apakah akan menjadi manusia yang percaya diri atau rendah diri. Menjaga perkembangan anak adalah tugas utama orang tua. Lalu, apa yang harus orang tua lakukan saat konflik pribadi (yang pasti akan muncul) berpotensi merusak perkembangan anak?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1588" href="http://ruangpsikologi.com/membimbing-anak-agar-percaya-diri/anak"><img class="alignleft size-medium wp-image-1588" title="anak" src="http://ruangpsikologi.com/wp-content/uploads/2011/03/anak-300x200.jpg" alt="anak" width="300" height="200" /></a>Oleh: Teater Psikologi UI (TEKO UI)</p>
<p>*<em>Tulisan ini dibuat sebagai latar belakang ilmiah dari pementasan &#8220;Satu Cerita Lagi&#8221; yang akan dipentaskan TEKO UI pada hari Sabtu dan Minggu ini (12/03/2011 pukul 18.30 &amp; 13/03/2011 pukul 14.00). Pementasan ini adalah pementasan TEKO UI yang pertama kali dibuat untuk umum, walau masih masuk dalam rangkaian ulang tahun Fakultas Psikologi UI. HTM: Rp. 10.000 (bisa dibeli di tempat). Untuk informasi lebih lanjut, bisa klik</em> <a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=188562984496770" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Keluarga merupakan lingkungan pertama seorang individu mempelajari berbagai macam hal. Di sini setiap individu mendapatkan bekal utama sebelum melangkah menuju tempat yang lebih jauh, baik itu sekolah, pergaulan maupun masyarakat.</p>
<p>Pola asuh serta suasana yang dibangun orang tua dapat berpengaruh terhadap karakter anak.  Apabila orang tua demokratis, adil, mendengarkan anaknya serta membangun suasana yang nyaman dan aman, maka anak pun akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan optimis dalam menghadapi tantangan yang dia temui. Akan tetapi, jika orang tua acuh, otoriter, tidak harmonis dan membangun suasana permusuhan dalam keluarga, maka anak akan menjadi pesimis, menarik diri dan merasa memiliki kemampuan rendah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.</p>
<p>Iklim yang terdapat dalam keluarga merupakan hal yang penting dalam membangun diri individu. Salah satu aspek yang berkembang adalah rasa percaya diri anak. Anak yang mendapatkan dukungan besar dari orang tuanya tidak akan ragu untuk mengeksplorasi lingkungannya. Orang tua harus memupukkan rasa keyakinan bahwa si anak dapat menyelesaikan berbagai masalah berdasarkan tugas-tugas yang telah dia kerjakan sebelumnya. Hal tersebut disebut dengan meta – confidence. Tentunya, untuk mendapatkan hasil yang kuat, orang tua harus bekerja sama dengan baik dalam penerapannya.</p>
<p>Dalam mengembangkan dirinya, seorang anak butuh tahu terlebih dahulu bahwa dia berada dalam lingkungan yang aman. Hubungan yang harmonis di antara orang tua memberikan rasa nyaman dan aman bagi anak.  Hal tersebut juga menunjukkan betapa kokoh pondasi yang mereka buat. Sehingga tidak akan mudah tergoyahkan oleh berbagai masalah yang ada.</p>
<p>Lalu, apakah itu artinya orang tua yang baik harus lepas dari konflik pribadi?  Tentu tidak. Dalam suatu hubungan, tentu terdapat perbedaan – perbedaan antara seseorang dengan pasangannya. Perdebatan juga seringkali muncul untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Nah, di sinilah tantangannya. Bagaimana mungkin orang tua dapat mengajarkan cara untuk menyelesaikan masalah dengan baik, jika mereka sendiri tidak mampu menemukan solusi dari pertentangan yang mereka hadapi? Sementara seperti yang kita ketahui bersama, anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka. Mereka mencontoh strategi penyelesaian masalah yang dilakukan ayah dan ibunya. Apabila, kedua orang tua gagal melakukan hal tersebut, maka jangan heran kalau anak juga gagal dalam menyelesaikan persoalan yang ia hadapi. Kegagalan demi kegagalan yang anak hadapi, membuatnya cenderung lari dari masalah dan menutup diri dari pergaulan, karena merasa tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi kesulitan yang ada di lingkungannya.</p>
<p>Akan tetapi hasil yang didapat akan jauh berbeda jika orang tua memilih untuk duduk dengan tenang untuk mendiskusikan alternatif solusi mengenai persoalan yang mereka hadapi. Tidak ada suara yang keras maupun perilaku kekerasan yang dilakukan oleh satu orang kepada yang lainnya. Dengan demikian, anak akan belajar mengenai ketegaran, toleransi, sikap menghargai dan tahu bagaimana mengungkapkan pendapatnya dengan baik.</p>
<p>Orang tua jelas tidak hanya bertugas untuk memperkenalkan anak dengan dunia. Namun lebih jauh lagi, orang tua juga sebaiknya dapat membimbing anak-anaknya dalam menghadapi persoalan sepanjang perkembangannya. Untuk itu, orang tua juga hendaknya dapat menjadi model yang baik dalam menyelesaikan masalah.</p>
<p>Sumber :</p>
<p>http://www.psychologytoday.com/blog/ambigamy/201012/parentings-three-priorities-raising-world-ready-children</p>
<p>http://edtechdev.org/</p>
<p>Sumber foto: http://www.flickr.com/photos/45009939@N06/5452713877/</p>
<div id="facebook_like"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fruangpsikologi.com%2Fmembimbing-anak-agar-percaya-diri&amp;layout=standard&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:auto;"></iframe></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangpsikologi.com/membimbing-anak-agar-percaya-diri/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Individu yang Kreatif</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/menjadi-individu-yang-kreatif</link>
		<comments>http://ruangpsikologi.com/menjadi-individu-yang-kreatif#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 15:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penulis Tamu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Essay]]></category>

		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1323</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang berpendapat bahwa kreativitas hanya berhubungan dengan kepandaian seseorang. Namun demikian, pada kenyataannya kreativitas tidak hanya melibatkan kemampuan berpikir. Ada hal lain yang dapat membantu kita menjadi individu yang kreatif. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ruangpsikologi.com/wp-content/uploads/2010/10/picture1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1324" title="picture1" src="http://ruangpsikologi.com/wp-content/uploads/2010/10/picture1-299x300.jpg" alt="picture1" width="299" height="300" /></a>Banyak yang berpendapat bahwa kreativitas hanya berhubungan dengan kepandaian seseorang. Namun demikian, pada kenyataannya kreativitas tidak hanya melibatkan kemampuan berpikir. Kreativitas dalam berbagai teori disebutkan juga melibatkan aspek lain. Salah satunya menyebutkan untuk menjadi kreatif individu harus memiliki keinginan yang kuat untuk menciptakan perbedaan, memiliki kepribadian yang berani mengambil resiko, serta dukungan lingkungan yang mendukung kreativitas tersebut. Teori lain memaparkan <span> </span>bahwa kreativitas muncul sebagai hasil <span> </span>interaksi dari aspek kognitif dan afektif seseorang. Oleh karena itu, untuk menjadi kreatif, seseorang sebaiknya tidak hanya mengembangkan hal-hal yang bersifat intelektual, tetapi juga harus mengembangkan aspek-aspek lainnya secara keseluruhan. Tertarik menjadi kreatif? Berikut beberapa rahasianya:</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst"><strong><span><span>1.<span> </span></span></span></strong><strong><span>Rasa Ingin Tahu</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span>Pupuklah rasa ingin tahu terhadap berbagai macam hal. Terkadang rasa ingin tahu dapat dirasakan sebagai sesuatu yang mengganggu atau tidak perlu. Akan tetapi sebenarnya rasa ingin tahu adalah pintu menuju suatu pengetahuan yang baru. Orang-orang kreatif biasanya memiliki keingintahuan terhadap berbagai macam hal, sehingga mereka dapat mengumpulkan pengetahuan yang dapat mereka pergunakan sewaktu – waktu apabila diperlukan. Untuk menjadi kreatif, pengetahuan adalah bahan dasarnya, dan rasa ingin tahu adalah alat untuk <span> </span>meramunya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span> </span><strong><span><span>2.<span> </span></span></span></strong><strong><span>Bermain dan Tertawa</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span>Lihatlah tingkah laku anak – anak di sekitar anda. Anak – anak adalah individu yang secara natural adalah kreatif. Mengapa? Kreativitas yang terasah pada dasarnya adalah kemampuan seorang individu untuk menciptakan berbagai asosiasi, hubungan, atau kombinasi yang tidak biasa dari pengetahuan-pengetahuan yang ia miliki. Orang dewasa, seiring dengan perkembangannya biasanya telah memiliki batasan-batasan, yang diajarkan kepadanya semenjak masa kanak-kanak. Sebuah contoh sederhana; orang dewasa sudah mengetahui bahwa warna langit adalah biru, sedangkan anak-anak belum. Oleh karena itu ketika menggambar langit, orang dewasa lebih mungkin untuk mewarnai gambarnya dengan warna biru, sedangkan anak yang belum memiliki batasan, dapat lebih bebas mewarnai gambarnya dengan warna apa pun. Belajar dari anak-anak, bermain-mainlah dengan semua pengetahuan yang anda punya. Buatlah berbagai macam kombinasi tidak biasa dari pengetahuan yang anda miliki. Misalnya anda melihat bunga, dan anda melihat telepon. Coba pikirkan apa yang bisa anda hasilkan dengan bunga dan telepon; telepon berbunga, bunga yang bisa digunakan untuk telepon, telepon yang harum, telepon yang berbentuk parfum, dsb. Gunakanlah berbagai pendekatan; anda dapat berimajinasi, menerapkan prinsip analogi, mengelaborasi suatu hal yang sudah ada, mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda, dan tehnik-tehnik lainnya. Latihan seperti ini biasanya paling baik dilakukan dalam suasana yang rileks dan menyenangkan. Dalam hal ini, bermain dan tertawa adalah hal senjata yang ampuh untuk terus mencoba-coba dan mengeksplorasi dunia di sekitar kita.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span> </span><strong><span><span>3.<span> </span></span></span></strong><strong><span>Optimisme dan Ketekunan</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span>Resiko dan kegagalan adalah hal yang secara alami ada dalam setiap proses kreatif. Ketika kita mencoba sesuatu yang baru, akan sangat mungkin untuk mendapatkan resiko bahwa sesuatu yang kita upayakan mengalami kegagalan. Pada masa inilah sangat diperlukan optimisme. Sikap positif bahwa kita pasti akan menemukan cara untuk dapat mencapai apa yang kita inginkan. Ketekunan juga dibutuhkan agar seseorang dapat terus mencoba hingga ia dapat menemukan jawabannya. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><strong><span><span>4.<span> </span></span></span></strong><strong><span>Kepercayaan diri, Kemandirian dan Motivasi Internal</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span>Kreativitas membutuhkan keberanian. Keberanian untuk mengemukakan sesuatu yang baru dan berbeda. Disinilah dibutuhkan kepercayaan diri dan kemandirian untuk mengemukakan atau menjalankan sesuatu yang baru dan mungkin belum dapat diterima oleh orang kebanyakan. Oleh karena itu pula, kebanyakan individu yang kreatif biasanya memiliki motivasi dari dalam diri mereka sendiri untuk berkreasi, terlepas dari hasil yang mereka dapatkan ketika proses kreasi tersebut telah usai.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><strong><span><span>5.<span> </span></span></span></strong><strong><span>Terbuka dengan perbedaan</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span>Bayangkan apabila anda sepanjang hidup anda berinteraksi dengan orang yang persis sama dengan diri anda. Apa yang akan terjadi? Kreativitas membutuhkan perbedaan, karena perbedaan adalah mesin penggerak kreativitas. Pengetahuan akan perbedaan biasanya memungkinkan seseorang untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda. Perbedaan dapat memperkaya pemahaman seseorang akan sesuatu. Pemahaman yang kaya akan sesuatu dapat menggerakkan kita untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda dengan apa yang sudah ada. Konsep perbedaan dapat membantu kreativitas ini dapat digambarkan dengan cerita berikut. Ada tiga orang yang tidak dapat melihat, mereka bertiga memegang gajah. Satu orang memegang telinga gajah, satu orang memegang belalainya, dan satu lagi memegang kakinya. Ketika ditanya masing-masing bersikukuh kalau gajah adalah hewan yang hanya sesuai dengan apa yang mereka pegang. Orang pertama mengatakan bahwa gajah itu tipis badannya dan dapat melambai-lambai. Orang kedua mengungkapkan gajah adalah hewan yang berbentuk seperti ular. Orang yang ketiga berbicara bahwa ia tidak menyetujui keduanya, gajah baginya adalah hewan yang berbentuk seperti ember besar. Apabila setiap orang tersebut terbuka dengan perbedaan, mereka dapat menciptakan suatu bentuk pengetahuan yang lebih utuh dan kaya, dibandingkan dengan ketika mereka menolak perbedaan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span>Kelima rahasia tersebut harus selalu dilatih dan ditantang agar dapat memunculkan kreativitas yang matang dan terasah dengan baik. Teruslah belajar dan berkarya. Berikan sebanyak-banyaknya kesempatan bagi diri anda untuk mengasah dan mengekspresikan kreativitas yang anda miliki. Ayo, menjadi kreatif! </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><strong><span>Sumber:</span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle">Sawyer, R. Keith. (2006). <em>Explaining Creativity: The Science of Human Innovation</em>. New York: Oxford University Press.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle">Weisberg, Robert W. (2006). <em>Creativity: Understanding Innovation in Problem Solving, Science, Invention, and the Arts</em>. New Jersey: John Wiley &amp; Sons, inc.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast"><span style="color: #008000;">Picture taken from <a href="http://www.flickr.com/photos/cayusa/981372736/">http://www.flickr.com/photos/cayusa/981372736/</a></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast">
<p class="MsoListParagraphCxSpLast">
<p><span style="color: #008000;"></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Informasi penulis:</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Dina Mairawati, biasa dipanggil Rara adalah seorang lulusan Psikologi UI angkatan 2002. Seseorang yang mencintai kehidupan dan percaya akan adanya hal baik dan hebat dalam diri setiap manusia. Memiliki ketertarikan yang besar terhadap <em>Positive Psychology</em> dan menuangkan kontribusinya dalam pengembangan potensi manusia melalui pekerjaan dan tulisannya.</strong></p>
<p></span></p>
<div id="facebook_like"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fruangpsikologi.com%2Fmenjadi-individu-yang-kreatif&amp;layout=standard&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:auto;"></iframe></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangpsikologi.com/menjadi-individu-yang-kreatif/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kreativitas: Antara Mitos dan Fakta</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/kreativitas-antara-mitos-dan-fakta</link>
		<comments>http://ruangpsikologi.com/kreativitas-antara-mitos-dan-fakta#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 14:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penulis Tamu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Essay]]></category>

		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1314</guid>
		<description><![CDATA[Kreativitas sering dikaitkan dengan kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Kemampuan ini, dipercaya sebagai kemampuan yang penting. Tanpanya manusia tidak akan mampu menciptakan suatu kemajuan. Baca artikel ini untuk mengetahui fakta-fakta lebih mendalam tentang kreativitas. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span><span><a href="http://ruangpsikologi.com/wp-content/uploads/2010/09/picture2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1318" title="picture2" src="http://ruangpsikologi.com/wp-content/uploads/2010/09/picture2-300x200.jpg" alt="picture2" width="300" height="200" /></a>Kreativitas, sesuatu yang sulit untuk didefinisikan, namun bisa jadi setiap orang memahami apa artinya. Sampai saat ini belum ada sebuah definisi yang bulat, yang disepakati oleh para ahli. </span></span><span><span lang="SV">Terlepas dari perbedaan definisi yang ada. Setiap orang yang mendefinisikan kreativitas cenderung untuk menyepakati bahwa kreativitas berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Kemampuan ini, seperti yang disebutkan oleh Edward de Bono (seorang pakar kreativitas), adalah kemampuan yang maha penting. Tanpanya manusia tidak akan mampu menciptakan suatu kemajuan. Berikut fakta-fakta tentang kreativitas:</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>1. Kreativitas anak lebih tinggi dibandingkan orang      dewasa</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span><span lang="SV">Anak-anak secara alami memiliki potensi untuk menjadi kreatif. Dunia anak adalah sebuah dunia tanpa batas. Dimana aturan belumlah ada, sehingga mereka dapat dengan mudahnya menjelajahi dunia dan membuat kombinasi sesuka hatinya. Hal inilah yang pada akhirnya membuat anak seakan memiliki kreativitas yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Gardner dalam Claxton (2005) menyebutkan adanya dugaan perkembangan kreativitas yang tertuang dalam perkembangan kemampuan seni anak, mengikuti bentuk ”U”. Penurunan terjadi ketika anak memasuki dunia sekolah, dimana pada saat itu anak mulai diperkenalkan dengan berbagai aturan dan perilaku konformitas. Namun, apabila pada masa ini orang-orang terdekat anak tetap memberikan dukungan dan dorongan untuk kreativitas anak, seharusnya pada masa periode sebelum masa remaja, kreativitas anak kembali meningkat. Jane M. Healy dalam Ferer (2009) juga menyebutkan adanya perbedaan jenis kreativitas antara anak dan orang dewasa. Sampai dengan usia 7 tahun, kreativitas yang muncul adalah kreativitas yang dilakukan secara spontan, tanpa adanya kesadaran akan aturan-aturan yang berlaku. Misalnya anak secara spontan mewarnai langit dengan warna merah muda. Hal ini dilakukan biasanya bukan karena dia menyadari bahwa gambar langit biasanya biru, tapi bisa jadi hanya karena anak menyukai warna merah muda, sehingga ia ingin mengisi ruang yang kosong di gambarnya dengan warna merah muda. <span> </span><span class="msoIns"><ins datetime="2010-09-16T08:40" cite="mailto:JONO"></ins></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span lang="SV"><span class="msoIns"><ins datetime="2010-09-16T08:40" cite="mailto:JONO"> </ins></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span lang="SV">Seiring dengan yang diungkapkan Gardner, pada usia sekolah (8 – 11 tahun), anak belajar berbagai kemampuan dan juga struktur dalam berpikir dan bertingkah laku. Menginjak usia 11 tahun keatas biasanya kreativitas spontan pada masa anak-anak telah menjelma menjadi bentuk kreativitas yang lebih dewasa, dimana seseorang sudah dapat mengkombinasikan segala elemen (termasuk struktur dan aturan yang diajarkan di periode sebelumnya).</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>2. Kreativitas adalah bakat, yang hanya bisa dimiliki      oleh orang-orang tertentu</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span><span lang="SV">Telah disepakati bahwa kreativitas adalah sesuatu yang dapat dibentuk, bukan terlahir begitu saja. Meskipun demikian para ahli masih belum sepenuhnya sepakat akan besarnya pengaruh-pengaruh tersebut. Ada ahli yang mempercayai bahwa, layaknya kemampuan berpikir yang lain, kreativitas adalah sesuatu yang secara potensial dimiliki oleh setiap orang dan perlu dilatih untuk dikuasai. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa faktor lahir itu mungkin ada, bahwa secara potensi bisa jadi ada manusia yang memang lebih mudah untuk menjadi kreatif dibanding manusia lainnya. Akan tetapi kemudahan itu tidak lantas membuat manusia yang lain tidak dapat memiliki kreativitas. Kebanyakan ahli menyetujui bahwa kreativitas dapat diajarkan, dan dengan demikian ia dapat dimiliki oleh setiap manusia, meskipun mungkin dalam tingkatan yang berbeda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>3. Kreativitas, seni, dan ilmu pasti</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span><span lang="SV">Seni dan kreativitas memiliki sejarah panjang. Seni seringkali dikaitkan dengan kreativitas, bahwa contoh terbaik dari kreativitas adalah para seniman dengan segala keunikannya. Hal tersebut seringkali menjauhkan kreativitas dari banyak kalangan, karena konotasi sangat positif maupun negatif yang dimiliki oleh seniman. Seni yang seringkali tidak memiliki batasan, memang memberikan banyak ruang bagi kreativitas untuk bernafas. Salah satu cara yang dipercaya untuk memperkenalkan kreativitas pada anak biasanya adalah melalui kegiatan seni, dimana anak dapat berkreasi sebebas-bebasnya, dan aturan benar salah relatif sulit untuk diterapkan. <span class="msoIns"><ins datetime="2010-09-15T10:47" cite="mailto:JONO"></ins></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span lang="SV"><span class="msoIns"><ins datetime="2010-09-15T10:47" cite="mailto:JONO"> </ins></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span lang="SV">Akan tetapi di luar seni, dalam ilmu pasti misalnya (ilmu yang memiliki batasan secara alami), kreativitas tetap dapat tumbuh. Weisberg (2006) mengungkapkan salah satu perbedaan menarik dari kreativitas di kedua bidang ini, yaitu dalam seni kreativitas mendorong kita untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada, sementara dalam ilmu pasti biasanya kreativitas mendorong kita untuk menemukan sesuatu yang sudah ada, namun belum ditemukan. Akan tetapi, sebenarnya konsep ini tidak berlaku untuk penciptaan berbagai alat berdasarkan ilmu pasti yang belum ada sebelumnya, seperti telepon, roda, dan lain sebagainya. Dalam kasus ini kreativitas di Ilmu Pasti juga digunakan untuk membuat temuan yang belum pernah ada sebelumnya. Berdasarkan hal ini, dapat disepakati bahwa kreativitas ada dimana-mana, dan dapat diterapkan guna menghasilkan kemajuan atau perubahan dari setiap bidang ilmu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>4. Kreativitas dekat dengan penyendiri</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span><span lang="SV">Banyak ahli menyepakati bahwa perkembangan kreativitas juga banyak bergantung pada lingkungan, dan bagaimana individu tersebut berinteraksi dengan lingkungannya. Individu yang kreatif biasanya memang memiliki kemandirian dalam melakukan sesuatu. Hal ini dibutuhkan karena biasanya ide-ide baru yang ia miliki mungkin belum banyak dipahami dan dijalankan oleh banyak orang. Individu yang kreatif juga biasanya cenderung untuk memiliki motivasi internal dibanding eksternal. Oleh karena itu, mereka biasanya cenderung untuk membuat kemajuan atau perbaikan tidak berdasarkan patokan yang telah ditentukan orang lain. Individu yang kreatif biasanya memasang patokannya sendiri, sehingga ia tidak berhenti ketika ia telah berhasil mencapai apa yang telah dicapai orang lain. Ia akan terus membuat perbaikan untuk mencapai kepuasan dirinya. Dari sanalah tercipta sebuah kemajuan. Terlepas dari dua hal tersebut, individu yang kreatif biasanya adalah orang-orang yang memiliki pandangan yang terbuka. Terbuka akan perbedaan, dan terbuka akan masukan yang dapat membangun karyanya. Semua input ini, yang bisa didapat dari lingkungan sosial maupun dari berbagai sumber dapat menjadi dasar bagi individu untuk menciptakan atau memperbaiki karya kreatifnya. Oleh karena itu, seorang individu kreatif belum tentu seorang yang penyendiri, bisa jadi stimulus kreatifnya didapat dari pergaulannya dengan orang-orang di sekitarnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>5. Kreativitas adalah sebuah karya besar</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span><span lang="SV">Kreativitas seringkali dikaitkan dengan penciptaan sebuah karya besar.Seseorang baru dikatakan kreatif ketika ia berhasil menciptakan sesuatu yang diakui secara sosial sebagai karya kreatif atau temuan yang hebat. Akan tetapi saat ini muncul pandangan akan adanya dua jenis kreativitas, yang disebut ”Big C” dan ”Little C”. Big ”C” adalah kreativitas yang menghasilkan sebuah produk kreatif yang diakui secara luas, sementara Little”C” adalah sebuah bentuk kreativitas yang lain. Little ”C” lebih ke arah kreativitas dalam kehidupan sehari-hari dimana bisa jadi seseorang menghasilkan sesuatu yang baru bagi dirinya, namun tidak bagi orang lain. Hal ini diakui tetap sebagai salah satu bentuk kreativitas.<span class="msoIns"><ins datetime="2010-09-16T16:18" cite="mailto:JONO"> </ins></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span lang="SV"><span> </span><span> </span></span></span>Dari penjabaran diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kreativitas tidaklah lagi sebuah kemampuan yang berada di langit, ia adalah kemampuan yang sangat membumi. Kreativitas ada dapat dimiliki oleh setiap manusia, dan terwujud dalam berbagai bentuk; dari penemuan sehari-hari sampai karya-karya seni besar. Jadi, ayo menjadi kreatif!</p>
<p class="MsoNormal">Sumber:</p>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]><br />
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
</style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Gill Sans MT&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: #111111;" lang="SV">Sumber:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Gill Sans MT&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: #111111;" lang="SV">Claxton, Amy F. Tammy C. Pannels. Paul A. Rhoads. (2005). <em>Developmental Trends in the Creativity of School-Age Children</em>. Creativity Research Journal Vol. 17 no. 4 p. 327 – 335</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Gill Sans MT&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: #111111;" lang="SV"> Ferer, Rachel. (2009). <em>Using a Child’s Natural Creativity.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Gill Sans MT&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: #111111;" lang="SV"> Weisberg, Robert W. (2006). <em>Creativity: Understanding Innovdation in Problem Solving, Science, Invention, and the Arts</em>. New Jersey: John Wiley &amp; Sons, inc.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Picture taken from </span><a href="http://www.flickr.com/photos/freg/4898274127/">http://www.flickr.com/photos/freg/4898274127/</a></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Informasi penulis:</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Dina Mairawati, biasa dipanggil Rara adalah seorang lulusan Psikologi UI angkatan 2002. Seseorang yang mencintai kehidupan dan percaya akan adanya hal baik dan hebat dalam diri setiap manusia. Memiliki ketertarikan yang besar terhadap <em>Positive Psychology</em> dan menuangkan kontribusinya dalam pengembangan potensi manusia melalui pekerjaan dan tulisannya.</strong></p>
<div id="facebook_like"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fruangpsikologi.com%2Fkreativitas-antara-mitos-dan-fakta&amp;layout=standard&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:auto;"></iframe></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangpsikologi.com/kreativitas-antara-mitos-dan-fakta/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengembangkan Komunitas:  Berdasarkan Tingkat Kebutuhan atau Aset Komunitas</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/mengembangkan-komunitas-berdasarkan-tingkat-kebutuhan-atau-aset-komunitas</link>
		<comments>http://ruangpsikologi.com/mengembangkan-komunitas-berdasarkan-tingkat-kebutuhan-atau-aset-komunitas#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 11:21:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penulis Tamu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Essay]]></category>

		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Psikologi sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1183</guid>
		<description><![CDATA[Adakah yang bisa kita lakukan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan? Seiring dengan evaluasi yang dilakukan mengiringi setiap pendekatan, ada hal yang dapat disepakati: yaitu bahwa pendekatan apapun yang dilakukan sebaiknya menghasilkan suatu perubahan yang dapat bertahan lama]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="center"><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em></p>
<div style="text-align: auto;"><span style="font-style: normal; font-weight: normal;"><em><span lang="SV"><a href="http://ruangpsikologi.com/wp-content/uploads/2010/06/picture11.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1185" title="picture11" src="http://ruangpsikologi.com/wp-content/uploads/2010/06/picture11-300x230.jpg" alt="picture11" width="300" height="230" /></a>“Seorang bapak tua termenung sambil menunggu dagangan rotinya di sebuah pemberhentian bus yang sibuk. Cuaca saat itu hari sudah menjelang malam, yang diiringi oleh hujan rintik rintik. Datang seorang anak muda, pedagang asongan, menanyakan uang yang dapat dipinjam untuk dijadikan uang kembalian. Bapak tua itu termenung sesaat, mungkin mememutuskan untuk meminjamkan atau tidak penghasilannya yang juga tidak seberapa hari itu. Setelah beberapa detik lewat, ia merogoh sakunya dan menyerahkan uang kepada anak muda tersebut”</span></em></span></div>
<p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Momen yang berlangsung sesaat itu menimbulkan berbagai pertanyaan di dalam benak. Kebaikan hati Bapak tua tersebut untuk meminjamkan uang kepada anak muda tersebut, penampilannya yang sederhana dan keseluruhan momen yang terjadi pada saat itu menggerakkan pikiran untuk bertanya; adakah yang bisa kita lakukan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi mereka? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sebuah pertanyaan yang sederhana, namun memiliki jawaban yang tidak sederhana. Ada berbagai kemungkinan jawaban. Berbagai pendekatan pun telah diupayakan oleh banyak institusi atau lembaga kemanusiaan guna menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi mereka semua. Berbagai pendekatan tersebut tentunya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Akan tetapi seiring dengan evaluasi yang dilakukan mengiringi setiap pendekatan, ada hal yang dapat disepakati: yaitu bahwa pendekatan apapun yang dilakukan sebaiknya menghasilkan suatu perubahan yang dapat bertahan meskipun dukungan dari pihak luar telah dihentikan. Oleh karena itu pada saat ini, pendekatan yang dilakukan biasanya bersumber dari <strong>pengembangan komunitas</strong> itu sendiri dan <strong>menghindari kecenderungan ketergantungan</strong> <strong>komunitas terhadap pihak luar</strong> yang dapat menghalangi ketahanan perubahan apabila bantuan dari pihak luar dihentikan. </span><em>Assets Based Community Development</em> (ABCD) adalah salah satu jenis penanggulangan yang dapat menjawab tantangan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Apa itu ABCD?</strong></p>
<p class="MsoNormal">ABCD (Pengembangan Komunitas Berbasis Aset) muncul sebagai respon atas pendekatan berdasarkan kebutuhan (<em>needs-based approach</em>) dalam hal pembangunan komunitas. Namun, pendekatan berbasis kebutuhan dan bantuan dari pihak luar, ternyata dapat menghasilkan dua efek samping yang tidak diinginkan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Efek samping negatif pertama adalah <strong>pemimpin yang membuat komunitasnya terlihat buruk</strong>. Melihat bahwa pihak yang akan membantu biasanya memberikan bantuan pada komunitas yang paling membutuhkan bantuan, maka bukan tidak mungkin seorang pemimpin komunitas akan ‘melebih-lebihkan’ keadaan komunitasnya agar komunitasnya lah yang akan menerima bantuan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pemimpin komunitas menemukan bahwa cara terbaik untuk menarik bantuan dari pihak luar adalah dengan membuat permasalahan dalam komunitas terlihat sangat buruk. Bahwa ada kebutuhan yang mendesak untuk dipenuhi atau ditolong. Kesuksesan seorang pemimpin komunitas dinilai dari seberapa banyak pihak luar yang tertarik untuk membantu masyarakat, daripada kemandirian komunitas itu sendiri. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Efek negatif kedua, adalah masyarakat akan mempercayai apa yang dikatakan oleh pemimpin mereka; mereka akan mulai merasa bahwa diri mereka penuh kekurangan dan tidak mampu untuk membawa perubahan baik pada diri mereka sendiri dan juga komunitas. Hal inilah yang menyebabkan <strong>masyarakat dalam komunitas mulai berperilaku selayaknya konsumen atau klien</strong>, bukan sebagai agen perubahan itu sendiri. Dengan kata lain, masyarakat hanya akan ‘pasrah’ terhadap keadaan mereka dan hanya berharap agar pihak lain membantu. Dimana semestinya masyarakat sendiri melakukan segala cara agar keadaannya menjadi lebih baik. Dan ketika keadaan menjadi lebih baik, mereka percaya bahwa hal tersebut karena bantuan dari pihak lain, bukan dari upaya mereka sendiri.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kepercayaan bahwa diri tidak mampu mengupayakan perubahan yang lebih baik erat kaitannya dengan sebuah fenomena psikologis yang bernama <em>learned helplessness</em>. Sebuah kondisi dimana seseorang tidak lagi mempercayai bahwa upaya dari dirinya dapat membawa atau menghindarkan dia dari sebuah kondisi negatif.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">ABCD adalah sebuah pendekatan yang memberikan penekanan yang besar pada aset- aset yang dimiliki di dalam komunitas (yang seringkali tidak disadari). Aset adalah segala hal yang ada dalam komunitas yang berpotensi dalam pengembangan komunitas tersebut. Baik itu berupa aset individual (seperti kepemilikan lahan, kemampuan menjahit), atau aset komunitas (seperti keberadaan lokasi komunitas yang bersinggungan dengan potensi wisata).</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">ABCD menggerakkan pembangunan komunitas berdasarkan aset yang mereka miliki, sehingga komunitas diarahkan untuk menemukan dan mengembangkan atau bahkan menambah aset yang mereka punya untuk kemudian digunakan bagi kemajuan komunitas. ABCD memastikan dan menyampaikan pada komunitas bahwa segala perubahan baik yang terjadi adalah bersumber pada kekuatan komunitas, bukan dari pihak luar.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><em>Appreciative Inquiry</em> (pendekatan appresiatif / keberhargaan) sebagai Elemen ABCD</strong></p>
<p class="MsoNormal">Sebagai sebuah metode pembangunan komunitas, ABCD memiliki beberapa elemen penting, yaitu <em>appreciative inquiry</em>, penelitian mengenai modal masyarakat, pendekatan partisipatoris, pembangunan ekonomi masyarakat dan hal-hal yang berkaitan dengan perdata masyarakat. Diantara keseluruhan elemen tersebut, salah satu elemen yang berkaitan erat dengan konsep psikologi terutama <em>Positive Psychology</em> adalah <em>Appreciative Inquiry</em>.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Appreciative Inquiry</em> adalah sebuah proses untuk menghasilkan perubahan (dalam suatu organisasi atau komunitas) dengan memfokuskan pada pengalaman sukses di masa lalu. Proses ini bergantung pada wawancara dan proses bercerita, yang dilakukan oleh pihak luar kepada masyarakat, untuk menggali memori positif dan analisis kolektif atas kesuksesan yang pernah diraih oleh masyarakat. Analisis ini yang kemudian menjadi titik awal dari arah pergerakan komunitas selanjutnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Komunitas yang mendefinisikan dirinya dengan permasalahan yang mereka miliki (malnutrisi, kemiskinan, kurangnya tingkat pendidikan dan korupsi) akan menginternalisasi ke-negatif-an ini. Dengan kata lain, bila sebuah komunitas memiliki masalah dengan kemiskinan. Maka kata kemiskinan tersebut akan mereka ‘lekatkan’ kepada dirinya sendiri, sehingga mereka selalu melihat apa yang terjadi dengan mereka dalam sudut pandang kemiskinan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Apa yang diupayakan oleh pendekatan appresiatif adalah transformasi dari sebuah budaya yang melihat dirinya sebagai sesuatu yang sebagian besar negatif (sehingga pihak tersebut terpaku dalam aspek negatif tersebut) menjadi seseorang yang memiliki kapasitas untuk memperkaya dan meningkatkan kualitas hidupnya serta pihak yang terkait lainnya. Transformasi ini, melalui <em>appreciative inquiry</em> dapat dicapai melalui mengingat hal positif, kesuksesan yang pernah diraih sehingga diharapkan akan memberikan harapan dan makna, yang akan mendorong komunitas bergerak kearah pencapaian harapan dan pencarian makna tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Hal tersebut didukung oleh bukti penelitian yang menunjukkan bahwa performa anak lebih ditentukan oleh harapan guru dan orangtua dibandingkan dengan kemampuan anak sesungguhnya. Dalam komunitas atau individu juga berlaku demikian, bahwasannya performa seseorang atau komunitas ditentukan oleh bagaimana cara komunitas tersebut dinilai oleh pihak lain dan oleh dirinya sendiri.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Penutup</strong></p>
<p class="MsoNormal">Pendekatan ABCD dengan <em>Appreciative Inquiry</em> sebagai titik awalnya dapat memberikan harapan akan pembangunan komunitas ke arah yang positif. <em>Appreciative Inquiry</em> dapat membantu individu atau kelompok untuk melalui <em>Learned Helplessness</em> yang dialami, sehingga paling tidak dapat menimbulkan motivasi dan kepercayaan bahwa ada harapan akan keadaan yang lebih baik jika setiap orang mau berusaha. Motivasi dan kepercayaan tersebut dapat menjadi sebuah pijakan yang cukup untuk membawa setiap komunitas atau individu menuju kehidupan yang lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sumber:</strong></p>
<p class="MsoNormal">Mathie, Allison &amp; Gord Cunningham. (2002). <em><span>From Clients to Citizens: Asset-Based Community Development as a Strategy For Community-Driven Development</span></em><span>. </span>The Coady International Institute, St. Francis  Xavier University.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.emotionalcompetency.com/helpless.htm"><span lang="FI">http://www.emotionalcompetency.com/helpless.htm</span></a><span lang="FI">. <em>Learned Helplessness: Why Bother?</em>. 24 Mei 2010.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://semyhavid.blogspot.com/2009/06/appreciative-inquiry-revousi-perubahan.html"><span lang="FI">http://semyhavid.blogspot.com/2009/06/appreciative-inquiry-revousi-perubahan.html</span></a><span lang="FI">. <em>Pendekatan Berbasis Aset</em>. 21 Mei 2010.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> Picture from </span><a href="http://www.flickr.com/photos/mortenprom/3708880439/">http://www.flickr.com/photos/mortenprom/3708880439/</a></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span><strong>Informasi penulis:</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Dina Mairawati, biasa dipanggil Rara adalah seorang lulusan Psikologi UI angkatan 2002. Seseorang yang mencintai kehidupan dan percaya akan adanya hal baik dan hebat dalam diri setiap manusia. Memiliki ketertarikan yang besar terhadap <em>Positive Psychology</em> dan menuangkan kontribusinya dalam pengembangan potensi manusia melalui pekerjaan dan tulisannya.</strong></p>
<div id="facebook_like"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fruangpsikologi.com%2Fmengembangkan-komunitas-berdasarkan-tingkat-kebutuhan-atau-aset-komunitas&amp;layout=standard&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:auto;"></iframe></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangpsikologi.com/mengembangkan-komunitas-berdasarkan-tingkat-kebutuhan-atau-aset-komunitas/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook-an Bisa Menggendutkan Pundi Uang?</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/facebook-an-bisa-menggendutkan-pundi-uang</link>
		<comments>http://ruangpsikologi.com/facebook-an-bisa-menggendutkan-pundi-uang#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 01:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penulis Tamu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Essay]]></category>

		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Psikologi Industri & Behavioral Economy]]></category>

		<category><![CDATA[digital marketing]]></category>

		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<category><![CDATA[friendster]]></category>

		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<category><![CDATA[situs jejaring sosial]]></category>

		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[Punya usaha dan ingin meningkatkan penjualan? Atau, Anda seorang penulis, psikolog, atau artis yang ingin lebih dikenal masyarakat? Ini yang harus Anda lakukan: buka Facebook Anda! Karena situs jejaring sosial mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk memasarkan produk Anda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: right; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><a rel="attachment wp-att-1034" href="http://ruangpsikologi.com/facebook-an-bisa-menggendutkan-pundi-uang/uang-dari-internet"><img class="alignleft size-medium wp-image-1034" title="uang-dari-internet" src="http://ruangpsikologi.com/wp-content/uploads/2010/03/uang-dari-internet-300x225.jpg" alt="uang-dari-internet" width="300" height="225" /></a></span></span></p>
<p style="text-align: right; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;" align="right">Oleh: WriteRight! Team</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Apakah Anda sedang memikirkan cara untuk menambah pelanggan usaha butik milik Anda? Atau bagi Anda yang berstatus karyawan, apakah baru-baru ini bos meminta saran untuk meningkatkan penjualan? Jika ya, maka cara ini dapat menjadi alternatif yang baik untuk dilakukan: akrabkan diri Anda dengan Facebook, Twitter, dan layanan jejaring sosial lainnya.</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Mungkin Anda sudah sedikit ketinggalan. Coba sebutkan satu restoran terkenal yang pernah Anda kunjungi. Kemungkinan besar, restoran tersebut sudah memiliki <em>fan-page</em> di Facebook. Pikirkan satu orang penulis terkenal yang masih hidup. Harusnya ia memiliki akun Twitter agar namanya tetap nomor satu di kepala para penggemarnya. Bahkan staf Ruangpsikologi.com pun disarankan untuk sering main ke akun jejaring sosial milik situs agar tahu keinginan para pembacanya. Jadi kalau Anda mempunyai sebuah usaha tapi belum memanfaatkan fasilitas situs jejaring sosial untuk memasarkannya, maka Anda sudah ketinggalan.</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai medium baru untuk memasarkan produk dan jasa memang terlihat <em>booming</em> di Indonesia belakangan ini. Bibit-bibitnya memang sudah mulai terlihat sejak jaman Friendster, dengan beberapa band yang melakukan interaksi dengan fansnya. Namun, jika Anda baru mempelajarinya hari ini, masih ada kemungkinan bagi produk Anda untuk menjadi kesayangan masyarakat dunia maya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><strong>Kenapa Harus Memilih Situs Jejaring Sosial?</strong></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Alasan pertama adalah, karena internet adalah masa depan. Bagaimana tidak, hampir semua informasi ada di dalam dunia maya. Menurut Asia Digital Marketing Association Yearbook 2009, kini anak-anak muda mulai mengubah konsumsi media mereka dari media cetak atau siar ke media online. Dunia maya menjadi tempat baru bagi orang untuk berkumpul, dan apa yang ada di dunia maya akan diketahui oleh mereka.</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Namun, persebaran penghuni dunia maya kini masih terfokus pada situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Plurk, Friendster, dan lainnya. Hal ini dikarenakan jejaring sosial dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakat untuk terhubung satu sama lain dan berinteraksi dalam level personal dimanapun mereka berada. Sehingga, untuk saat ini, strategi terbaik untuk mengenalkan produk adalah melalui jejaring sosial.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><strong>Kekuatan Jejaring Sosial dalam Memasarkan Produk</strong></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Apakah syarat pertama agar orang mau menggunakan produk Anda? Tentu saja, orang harus menyadari kalau produk Anda itu ada di dunia ini. Jika mereka tidak mengenali produk Anda, maka tak mungkin ada rasa ketertarikan, apalagi keinginan untuk menggunakannya.</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Apa yang terjadi jika seseorang membuka akun Facebook, Friendster, atau Twitter-nya dan menemukan produk Anda di sana? Jelas terjadi sebuah <em>exposure</em> yang akan mengarah pada terciptanya <em>awareness</em>. Peluang <em>action </em>untuk membeli produk itu pun tercipta.</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Ada beberapa keunggulan lain dari situs jejaring sosial. Tidak hanya dapat menciptakan awareness dan representasi nyata dari sebuah produk, namun interaksi langsung dengan para konsumen dapat terjadi pada level yang lebih personal. Bonusnya lagi, efek dari viral marketing pun dapat terjadi, seperti menjadi topik pembicaraan pada konsumen di situs jejaring sosial atau yang dikenal sebagai <em>word-of-mouth</em>. Hal ini dapat terjadi saat seseorang yang telah menggunakan produk Anda, memberikan pujian terhadap produk Anda di sana. Percayalah, calon pelanggan Anda lebih percaya pada kesaksian satu orang yang puas pada pelayanan Anda daripada sepuluh promosi dari Anda.</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Saat ini, <em>word-of-mouth</em> adalah salah satu kekuatan promosi terbesar di Indonesia. Tentu ada strategi tertentu untuk meningkatkan <em>word-of-mouth</em> (misalnya, memberikan contoh produk pada orang yang aktif di jejaring sosial).</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Kekuatan lain dari pemasaran melalui jejaring sosial adalah teknologi ini mudah diukur dengan biaya yang lebih ringan. Indeks keberhasilan strategi dapat ditentukan dan diatur dengan mudah, misalnya dengan memperhatikan <em>views</em>, respon, komentar, jumlah fans,<em> followers</em>, dan sebagainya.</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Kekuatan terakhir dari situs jejaring sosial adalah membuat pertemanan Anda ikut menjadi modal usaha. Jika teman Anda tidak memerlukan produk Anda, orang lain yang berkaitan dengannya di Facebook, Twitter, atau Friendster dapat ikut melihat penawaran Anda. Hal ini membuat orang itu ikut menjadi calon pelanggan potensial Anda.</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Memasuki era digital yang semakin kuat di tahun 2010, tentu saja dunia maya akan semakin dipenuhi oleh persaingan <em>brand-brand</em> yang menjajal ranah dunia maya, terutama ranah jejaring social. Pemenangnya tentu saja adalah <em>brand-brand</em> yang pandai memanfaatkan medium tersebut, dari mulai interaksi hingga mengatur target yang hendak dicapai. Akankah brand favorit Anda atau brand milik Anda sendiri mampu menjadi pemenangnya?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Sumber:</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Asia Digital Marketing Association Yearbook 2009</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Kaplan Andreas M., Haenlein Michael, (2010), Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media, Business Horizons, Vol. 53, Issue 1, p. 59-68.</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Schiffman, L.G., &amp; Kanuk, L.L. (2007). Consumer Behavior (9th ed.). New Jersey: Pearson International Edition.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><a href="http://virtual.co.id/blog/social-media/brand-dan-manusia-bisa-saling-belajar-di-social-media/">http://virtual.co.id/blog/social-media/brand-dan-manusia-bisa-saling-belajar-di-social-media/</a></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><em>Sumber Foto:</em></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><em>http://www.flickr.com/photos/45763711@N04/4201678331/</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">Tentang Penulis:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;">WriteRight! adalah copywriting team yang didirikan oleh Damayantri P. Arif dan Ramadion Syam pada pertengahan 2009 sebagai bentuk ketertarikan mereka terhadap dunia content. Jasa yang disediakan tim ini meliputi penyediaan copy di berbagai media dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Proyek-proyek yang dikerjakan sekarang adalah menyediakan artikel terjemahan versi Bahasa Inggris untuk beberapa website perusahaan. Kini, keduanya sedang berusaha mendalami seluk beluk dunia digital, baik dari segi content maupun marketing. Untuk menghubunginya, silakan email ke <a href="mailto:writeright.team@gmail.com">writeright.team@gmail.com</a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"> </p>
<p style="text-align: right; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<div id="facebook_like"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fruangpsikologi.com%2Ffacebook-an-bisa-menggendutkan-pundi-uang&amp;layout=standard&amp;show-faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:auto;"></iframe></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ruangpsikologi.com/facebook-an-bisa-menggendutkan-pundi-uang/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

