@ Posnianus:
sebuah hipotesa yang menarik. tentu saya sangat mengharapkan posnianus mencoba mendapatkan data empirisnya. kami dengan senang hati akan ikut mempromosikan jurnal anda nantinya, sebuah jurnal yang membongkar Festinger
Yela, Carlos. (2006). The evaluation of love: simplified version of the scales for Yela’s Tetrangular Model based on Sternberg’s Model. European Journal of Psychological Assesment. 22. 21-27.
yup, moral harus dijelaskan panjang lebar dulu sebelum diskusi di atas terjadi. tapi, untuk artikel saya, definisi terbatas moral yang saya berikan di atas sudah cukup
@ rabbi:
nope. jika di-scan, pada saat Rapid Eye Movement sleep (saat bermimpi), otak kita itu bangun. tapi otak memproses data-2 yg ga disadari krn sedang tidur.
ini adalah pertanyaan yang berat berdasarkan teori psikologi kognitif, faal, dan filosofi. kesadaran itu letaknya di bagian otak yang paling terakhir mengalami evolusi (neo cortex atau cerebral cortex, saya kurang ingat yang mana).
manusia “sadar” karena perkembangan otak yang lebih maju dibandingkan hewan lainnya. sehingga, ia mempunyai keinginan atau “will”, sedangkan hewan lain hidup berdasarkan insting.
@ Sinta: selain untuk diri sendiri,artikel2 ini juga bisa dipakai untuk memberi treatment pada mereka yg merasakan kecemasan saat melakukan public speaking.
@ vendy: makanya, kita sebagai penggiat psikologi, yang sudah meneliti dan menemukan bahwa homoseksual, (berdasarkan data) tidak berbahaya bagi diri mereka sendiri dan orang lain, harus mensosialisasikan hal ini. agar, kita sebagai manusia yang mengaku beradab bisa memperlakukan orang lain yang “berbeda” tapi tidak berbahaya dengan beradab
maaf baru balas. maksud Spitzer di atas adalah, ada orientasi seksual yang menurut kamu “lempeng” dan ada yang homoseksual. jadi, dua hal itu dianggap terpisah. dan bukan berarti homoseksual bisa di-”lempeng”-in. khususnya mereka yang secara genetis memiliki orientasi seksual ke sesama jenis.
saya rasa, orang-orang homoseksual (beberapa adalah teman saya) tidak mau untuk dipaksa menyukai mahluk yg memang tidak mereka sukai (tidak ada hasrat utk menyukai). saya pribadi sih, berusaha menghormati pilihan mereka
“Akan tetapi saya rasa tidak ada salahnya untuk bertanya, supaya pada akhirnya keyakinan yang dihasilkan adalah keyakinan yang bertanggungjawab bukan berupa keyakinan yang buta”
pertanyaan tentang Mastermind tak akan pernah terjawab sampai kita mati. Bahkan, Richard Dawkins yang atheist vokal saja mengatakan bahwa kemungkinannya LEBIH CONDONG ke arah kesimpulan bahwa Tuhan itu tak ada.
makanya, saat ini peneliti di Inggris sedang menyelidiki apakah ada kehidupan setelah mati. caranya? search saja “The Big Question AND is there life after death” di youtube. dengan menemukan bukti bahwa ada (atau tidak) kehidupan setelah kematian, kita tahu apakah “jiwa yang gaib” itu ada. kalau “jiwa yang gaib” itu ada, maka Tuhan yang gaib pasti ada… kesimpulan “kecondongan” Dawkins akan makin dapat dipastikan. kita tunggu saja. katanya dalam 3-4 tahun lagi, kita akan tahu jawabannya.
begitulah jawaban dari saya yang berpikir sederhana dan berdasarkan data. (ayo, Vendy, mending kapasitas otak kamu dipakai untuk membaca penelitian, daripada mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang juga ditanyakan semua orang) hehehehee…
@ vendy: triggernya? kayaknya Vendy dan Rara udah membicarakan hal yang berbeda, deh… tapi kayaknya, kedua macam takut yang dibicarakan Vendy dan Rara sumbernya satu: penghayatan pribadi si individu.
Saat Identitas Diri Tenggelam dalam Kelompok
March 22nd, 2010 at 1:42 am@ Posnianus:
sebuah hipotesa yang menarik. tentu saya sangat mengharapkan posnianus mencoba mendapatkan data empirisnya. kami dengan senang hati akan ikut mempromosikan jurnal anda nantinya, sebuah jurnal yang membongkar Festinger
Elegi Cinta: Makna dan Perjalanannya
March 15th, 2010 at 11:13 am@ NovPratama: imax, hahahaha…
Elegi Cinta: Makna dan Perjalanannya
March 5th, 2010 at 7:49 am@ diey: nggak juga, kok. dia juga meneliti tentang pendidikan.
Yoga: Peregangan Mengatasi Ketegangan Otak dan Jantung
March 3rd, 2010 at 2:37 amsumber foto:
- http://www.flickr.com/photos/yoga-vidya/3699994817/
- http://www.flickr.com/photos/dailycupofyoga/3820835894/
Yoga: Peregangan Mengatasi Ketegangan Otak dan Jantung
March 3rd, 2010 at 2:36 amSumber:
Kriyananda, Swarmi (2007). Patanjali’s Ashtanga Yoga: The Eightfold Path. Anandapaloalto.org [On-line]. Available: http://www.anandapaloalto.org/joy/AshtangaYoga.html
Peck, Peggy (2004, 8 November). Yoga Gets Hearts Healthy: Yoga and Meditation Three Times a Week Improves Heart Disease Risk. WebMD Medical News [On-line]. Available: http://www.webmd.com/heart-disease/news/20041108/yoga-gets-hearts-healthy
Yoga (2007, Maret 2006). American Cancer Association [On-line]. Available: http://www.cancer.org/docroot/ETO/content/ETO_5_3X_Yoga.asp?sitearea=ETO
Yoga as Possible Treatment for Deppression (2007, Mei 21). Scientificblogging.com [On-line]. Available: http://www.scientificblogging.com/news/yoga_as_possible_treatment_for_depression.
Elegi Cinta: Makna dan Perjalanannya
February 26th, 2010 at 12:26 am@ gfreaks:
ada nih, alat ukur cinta di sini:
Yela, Carlos. (2006). The evaluation of love: simplified version of the scales for Yela’s Tetrangular Model based on Sternberg’s Model. European Journal of Psychological Assesment. 22. 21-27.
Empat Komponen Cinta: Syarat Bertahannya Hubungan Cinta
February 20th, 2010 at 5:43 pm@ john gudil: tiga poin terakhir kamu, gue setuju gan
Bagaimana jika Ternyata Moral Tidak Berasal dari Agama?
February 11th, 2010 at 12:14 pm@ rabbi:
bukan ngawur, tapi berkembang
yup, moral harus dijelaskan panjang lebar dulu sebelum diskusi di atas terjadi. tapi, untuk artikel saya, definisi terbatas moral yang saya berikan di atas sudah cukup
“Ketindihan”: Saat Otak Menghadirkan Hantu ke Depan Mata
February 11th, 2010 at 12:10 pm@ rabbi:
nope. jika di-scan, pada saat Rapid Eye Movement sleep (saat bermimpi), otak kita itu bangun. tapi otak memproses data-2 yg ga disadari krn sedang tidur.
“Ketindihan”: Saat Otak Menghadirkan Hantu ke Depan Mata
January 20th, 2010 at 4:51 pmini adalah pertanyaan yang berat berdasarkan teori psikologi kognitif, faal, dan filosofi. kesadaran itu letaknya di bagian otak yang paling terakhir mengalami evolusi (neo cortex atau cerebral cortex, saya kurang ingat yang mana).
manusia “sadar” karena perkembangan otak yang lebih maju dibandingkan hewan lainnya. sehingga, ia mempunyai keinginan atau “will”, sedangkan hewan lain hidup berdasarkan insting.
Tips-tips Berbicara di Depan Umum
November 30th, 2009 at 5:14 am@ Sinta: selain untuk diri sendiri,artikel2 ini juga bisa dipakai untuk memberi treatment pada mereka yg merasakan kecemasan saat melakukan public speaking.
@ Miaww: sama-sama
MULUT yang Hebat Tahu Apa yang Ingin DIDENGAR TELINGA
November 25th, 2009 at 8:31 amsyukurlah kalau berguna
sama-sama
Perpustakaan
November 19th, 2009 at 4:03 pmhallo juga
Pacaran: Eksperimentasi Seksual
November 17th, 2009 at 12:24 am@ ikhwan solo: silakan dipakai untuk kepentingan akademik dan atas nama ilmu pengetahuan. yang penting, jangan lupa sebutkan kami sebagai sumbernya
Homoseksual di Mata Psikologi
October 31st, 2009 at 12:57 am@ vendy: makanya, kita sebagai penggiat psikologi, yang sudah meneliti dan menemukan bahwa homoseksual, (berdasarkan data) tidak berbahaya bagi diri mereka sendiri dan orang lain, harus mensosialisasikan hal ini. agar, kita sebagai manusia yang mengaku beradab bisa memperlakukan orang lain yang “berbeda” tapi tidak berbahaya dengan beradab
Orgasme pada Wanita: Bagaimana Cara Mendapatkannya
October 30th, 2009 at 8:01 am@ ayu: “MASIH dianggap tabu…”
makanya,www.ruangpsikologi.com mencoba mencerdaskan masyarakat, dan mendobrak budaya tersebut dengan tema seks di bulan ini
Mengurangi Rasa Sakit di Malam Pertama: Cukup 5 Menit
October 30th, 2009 at 7:59 am@ ayu: great infos
gimana kalau Ayu bikin artikel tentang hymen? nanti kami publish
kirim ke ramaximus_dionius@yahoo.com aja
Homoseksual di Mata Psikologi
October 29th, 2009 at 10:10 amhalo vendy,
maaf baru balas. maksud Spitzer di atas adalah, ada orientasi seksual yang menurut kamu “lempeng” dan ada yang homoseksual. jadi, dua hal itu dianggap terpisah. dan bukan berarti homoseksual bisa di-”lempeng”-in. khususnya mereka yang secara genetis memiliki orientasi seksual ke sesama jenis.
saya rasa, orang-orang homoseksual (beberapa adalah teman saya) tidak mau untuk dipaksa menyukai mahluk yg memang tidak mereka sukai (tidak ada hasrat utk menyukai). saya pribadi sih, berusaha menghormati pilihan mereka
Orgasme pada Wanita: Bagaimana Cara Mendapatkannya
October 25th, 2009 at 4:26 pmpenasaran… apakah sudah banyak istri di Indonesia yg sudah merasakan orgasme karena suami? adakah yang bersedia share? secara anonimus saja
Makna Hidup: Cahaya di atas Ketakutan
October 14th, 2009 at 8:47 am“Akan tetapi saya rasa tidak ada salahnya untuk bertanya, supaya pada akhirnya keyakinan yang dihasilkan adalah keyakinan yang bertanggungjawab bukan berupa keyakinan yang buta”
copy that! noted! good opinion
Remaja dan seksualitas
October 14th, 2009 at 8:38 amdi amerika serikat, norma pacarannya: second date >> first kiss
third date >> bisa blow job, atau bahkan having sex..
Remaja dan seksualitas
October 13th, 2009 at 2:18 amjadi, masalah seks harusnya dibuka ke remaja, ya? bukannya malah ditutup-tutupi. karena, rasa ingin tahu ternyata kadang-kadang berbahaya.
Makna Hidup: Cahaya di atas Ketakutan
October 11th, 2009 at 3:58 pmpertanyaan tentang Mastermind tak akan pernah terjawab sampai kita mati. Bahkan, Richard Dawkins yang atheist vokal saja mengatakan bahwa kemungkinannya LEBIH CONDONG ke arah kesimpulan bahwa Tuhan itu tak ada.
makanya, saat ini peneliti di Inggris sedang menyelidiki apakah ada kehidupan setelah mati. caranya? search saja “The Big Question AND is there life after death” di youtube. dengan menemukan bukti bahwa ada (atau tidak) kehidupan setelah kematian, kita tahu apakah “jiwa yang gaib” itu ada. kalau “jiwa yang gaib” itu ada, maka Tuhan yang gaib pasti ada… kesimpulan “kecondongan” Dawkins akan makin dapat dipastikan. kita tunggu saja. katanya dalam 3-4 tahun lagi, kita akan tahu jawabannya.
begitulah jawaban dari saya yang berpikir sederhana dan berdasarkan data. (ayo, Vendy, mending kapasitas otak kamu dipakai untuk membaca penelitian, daripada mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang juga ditanyakan semua orang) hehehehee…
Bagaimana jika Ternyata Moral Tidak Berasal dari Agama?
October 7th, 2009 at 10:52 pm@ Laskar Pelangi: informasi yang bagus
kalau dicocokkan dengan penelitian di atas, tidak kontradiktif…
Makna Hidup: Cahaya di atas Ketakutan
October 6th, 2009 at 2:43 pm@ vendy: triggernya? kayaknya Vendy dan Rara udah membicarakan hal yang berbeda, deh… tapi kayaknya, kedua macam takut yang dibicarakan Vendy dan Rara sumbernya satu: penghayatan pribadi si individu.