<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: “Berbicara” dengan Orang Koma</title>
	<atom:link href="http://ruangpsikologi.com/%e2%80%9cberbicara%e2%80%9d-dengan-orang-koma/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruangpsikologi.com/%e2%80%9cberbicara%e2%80%9d-dengan-orang-koma</link>
	<description>Webzine Psikologi Modern</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 02:06:23 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: theadesy</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/%e2%80%9cberbicara%e2%80%9d-dengan-orang-koma/comment-page-1#comment-1944</link>
		<dc:creator>theadesy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 02:06:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=205#comment-1944</guid>
		<description>informasi yg menarik ^_^ izin share ya,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>informasi yg menarik ^_^ izin share ya,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: roswati</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/%e2%80%9cberbicara%e2%80%9d-dengan-orang-koma/comment-page-1#comment-222</link>
		<dc:creator>roswati</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 03:35:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=205#comment-222</guid>
		<description>Memang ini agak terlambat untuk meresponnya. Tapi saya hanya mau sharing.  Sebelum kakek Dion meninggal, kakek Dion dalam keadaan koma. Waktu saya menunggu beliau dirumah sakit saya suka cerita mengenai Dion.  Memang waktu itu Dion baru 6 bulan.  Saya cerita banyak mengenai Dion, karena beliau belum pernah melihat Dion. Saya bilang kalau udah sembuh saya akan bawa Dion ke tempat beliau tinggal.  Responsenya dia menangis dan secara refleks memegang tangan saya.  

Jadi saya percaya kalau orang koma itu sadar akan sekelilingnya dan bisa mendengar kita kalau kita bicara dengan mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang ini agak terlambat untuk meresponnya. Tapi saya hanya mau sharing.  Sebelum kakek Dion meninggal, kakek Dion dalam keadaan koma. Waktu saya menunggu beliau dirumah sakit saya suka cerita mengenai Dion.  Memang waktu itu Dion baru 6 bulan.  Saya cerita banyak mengenai Dion, karena beliau belum pernah melihat Dion. Saya bilang kalau udah sembuh saya akan bawa Dion ke tempat beliau tinggal.  Responsenya dia menangis dan secara refleks memegang tangan saya.  </p>
<p>Jadi saya percaya kalau orang koma itu sadar akan sekelilingnya dan bisa mendengar kita kalau kita bicara dengan mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ramadion</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/%e2%80%9cberbicara%e2%80%9d-dengan-orang-koma/comment-page-1#comment-15</link>
		<dc:creator>ramadion</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 00:47:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=205#comment-15</guid>
		<description>iya, bener. beberapa kondisi koma memang masih membuat pasien bisa mendengar keadaan di sekitarnya.

dulu anak 2005 ada yang kecelakaan dan koma. entah gue yang self fulfilling prophecy atau ngga, waktu gue ngajak dia ngobrol, denyut jantung dia berubah meningkat, lho. setelah gue menjauh, denyut jantungnya normal lagi. gue liat itu sebagai respons terhadap obrolan gue.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya, bener. beberapa kondisi koma memang masih membuat pasien bisa mendengar keadaan di sekitarnya.</p>
<p>dulu anak 2005 ada yang kecelakaan dan koma. entah gue yang self fulfilling prophecy atau ngga, waktu gue ngajak dia ngobrol, denyut jantung dia berubah meningkat, lho. setelah gue menjauh, denyut jantungnya normal lagi. gue liat itu sebagai respons terhadap obrolan gue.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Faisal</title>
		<link>http://ruangpsikologi.com/%e2%80%9cberbicara%e2%80%9d-dengan-orang-koma/comment-page-1#comment-4</link>
		<dc:creator>Muhammad Faisal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 14:13:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruangpsikologi.com/?p=205#comment-4</guid>
		<description>Wah temuan yang menarik yon...

Saya dulu rasanya pernah baca hal yang seperti ini deh, sumbernya sih dari majalah olahraga, kira2 satu dekade yang lalu.

Ketika itu Michael Schumacher sedang menjadi primadona di arena balap Formula 1 dengan menjadi juara berturut-turut. Alkisah di Amerika Serikat ada seorang remaja akhir yang sedang koma dalam jangka waktu yang cukup lama (lebih dari satu tahun sepertinya). Pihak keluarganya, terutama ibunya sudah hampir pasrah dalam menyikapi keadaan anaknya tersebut. Ibunya teringat jika anaknya sangat mengidolakan Michael Schumacher. Demi kemaslahatan anaknya, Ibunya rela untuk terbang ke Jerman untuk bertemu dengan sang idola, dengan harapan bisa merekam suara Michael untuk diperdengarkan kepada anaknya yang terbaring di rumah sakit.

Setelah berhasil menjalankan niatnya, ibunya langsung terbang pulang ke AS dan langsung memerdengarkan hasil rekamannya tersebut di ruangan tempat anaknya dirawat, dengan harapan keajaiban akan terjadi. Kata-kata yang diucapkan oleh Michael kira-kira seperti ini (sebut saja nama anak tersebut "JACK":

        "Hallo Jack, Wake Up, Wake Up, I am Michael Schumacher"

Setelah beberapa lama diperdengarkan rekaman tersebut, secara tiba-tiba bocah tersebut membuka matanya dan langsung menanyakan di manakah ia berada.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah temuan yang menarik yon&#8230;</p>
<p>Saya dulu rasanya pernah baca hal yang seperti ini deh, sumbernya sih dari majalah olahraga, kira2 satu dekade yang lalu.</p>
<p>Ketika itu Michael Schumacher sedang menjadi primadona di arena balap Formula 1 dengan menjadi juara berturut-turut. Alkisah di Amerika Serikat ada seorang remaja akhir yang sedang koma dalam jangka waktu yang cukup lama (lebih dari satu tahun sepertinya). Pihak keluarganya, terutama ibunya sudah hampir pasrah dalam menyikapi keadaan anaknya tersebut. Ibunya teringat jika anaknya sangat mengidolakan Michael Schumacher. Demi kemaslahatan anaknya, Ibunya rela untuk terbang ke Jerman untuk bertemu dengan sang idola, dengan harapan bisa merekam suara Michael untuk diperdengarkan kepada anaknya yang terbaring di rumah sakit.</p>
<p>Setelah berhasil menjalankan niatnya, ibunya langsung terbang pulang ke AS dan langsung memerdengarkan hasil rekamannya tersebut di ruangan tempat anaknya dirawat, dengan harapan keajaiban akan terjadi. Kata-kata yang diucapkan oleh Michael kira-kira seperti ini (sebut saja nama anak tersebut &#8220;JACK&#8221;:</p>
<p>        &#8220;Hallo Jack, Wake Up, Wake Up, I am Michael Schumacher&#8221;</p>
<p>Setelah beberapa lama diperdengarkan rekaman tersebut, secara tiba-tiba bocah tersebut membuka matanya dan langsung menanyakan di manakah ia berada&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

